Tampilkan postingan dengan label Harga Kamera Sony. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga Kamera Sony. Tampilkan semua postingan
AneKamera - Sony kembali memperkenalkan kamera kompak dengan segudang fitur canggih yang sekaligus mnjadi generasi penerus kamera RX10 series. Kamera dengan lensa zoom yang mumpuni kembali akan menambah jajaran koleksi kamera Sony Cyber-shot. Kali ini kami akan memberikan review kamera Sony Cyber-shot DSC RX10 III, sebuah kamera yang cukup liar dan berbeda dari saudara pendahulunya. Meskipun harga yang diberikan lebih tinggi dari sebelumnya, namun produsen yakin bahwa para penggemarnya tidak akan mempermasalahkan harga yang diberikan dengan apa yang akan mereka dapatkan dari kamera baru nan canggih ini. Dijelaskan oleh produsen bahwasannya pengguna kamera ini akan rela merogoh kocek lebih banyak demi mendapatkan kinerja lensa yang lebih cepat, peningkatan kualitas video dan viewfinder elektronik. Dan untuk semua itu Sony RX10 III mampu mewakili nya dengan segudang teknologi dan fitur yang dibawanya.

Setahun sebelumnya kita tahu bahwa Sony mengeluarkan produk kamera pendahulunya yang kita kenal dengan nama Sony Cyber-shot DSC RX10 II. Pada tahun ini Sony merasa perlu menyempurnakan kamera tersebut dengan kamera yang baru dengan berbagai penyempurnaan yang bisa dibilang sangat signifikan. Pada RX10 III telah dilengkapi dengan prosesor gambar Bionz X terbaru, termasuk juga penyempurnaan fitur Lock-On (tracking) autofocus dan ukuran area autofokus yang disesuaikan. ntuk video shooting kamera ini menggabungkan bitrate tinggi hingga 50Mbps XAVC S codex selain yang sudah ada sebelumnya AVCHD dan MP4 codec. 
Untuk melihat lebih jauh bagaimana kualitas dan kinerja kamera baru milik Sony ini, mari kita kaji lebih jauh lagi apa yang ditawarkan oleh Sony Cyber-shot DSC RX10 III. Berikut penjelasannya.

Review Harga Kamera Sony Cyber-shot DSC RX10 III dan Spesifikasi

Sensor dan prosesor gambar

RX10 III merupakan kamera zoom ingkat tinggi yang dilengkapi dengan 1.0 type stacked 20.1 Megapixel sensor Exmor RS CMOS dengan chip DRAM dan advanced signal processing, bersama dengan prosesor gambar BIONZ X yang canggih. Komponen-komponen tersebut bekerjasama untuk memberikan kualitas gambar yang mungkin bisa dikatakan yang tertinggi sepanjang seluruh rentang zoom dari lensa 245-600mm. Selain itu komponen-komponen tersebut juga bertanggung jawab untuk menonjolkan fitur kaliber profesional, termasuk 40x super slow motion dalam menangkap gerakan video hingga 960fps, ultra-fast Anti-Distortion Shutter dengan kecepatan maksimum mencapai 1/32000 detik, dan resolusi tinggi 4K shooting film.

Lensa ZEISS® Vario-Sonnar T* 24-600mm F2.4 – F4
Sangat mengesankan lensa 24-600mm ZEISS® Vario-Sonnar T* yang terpasang pada kamera Sony RX10 III. Lensa ini memiliki aperture maksimum F2.3-F4.0, akan mampu membantu mencapai kualitas gambar yang luar biasa di seluruh rentang zoom hingga ultra tele. Hal ini sekaligus membedakan dari kamera dengan lensa high-zoom lain yang berjuang dangan mengumpulkan cahaya di focal length. Unit aperture sendiri memiliki nine blades yang dirancang untuk membuat lingkaran yang dekat dengan F2.4-F11 range. Hal ini memungkinkan penembak untuk membuat konten dengan bokeh yang indah, di mana subjek menonjol dengan latar belakang lembut defocused.

Secara total, lensa extended zoom dilengkapi dengan delapan elemen ED glass, termasuk di dalamnya satu elemen ED glass super, lima elemen ED glass dan dua lensa ED aspherical. Elemen-elemen tersebut bekerja bersama untuk meminimalisir chromatic abberation dan memberikan kontras tinggi serta kualitas gambar yang ultra tajam. Lensa ini juga memiliki ZEISS® T* Coating yang berguna untuk meminimalkan flare dan ghosting sekaligus memberikan keakuratan tinggi, serta mampu mereproduksi warna dengan sangat baik.

Lensa baru yang digunakan pada kamera RX10 III ini telah built-in stabilization Optical SteadyShot yang turut membantu untuk mengurangi guncangan kamera dan gambar kabur, khususnya saat melakukan pengambilan gambar pada focal length lebih panjang. Saat aktif, OSS setera dengan menembak pada kecepatan rana 4,5 berhenti lebih cepat dari setting kamera. Selain itu dengan jarak fokus minimum 72cm (2,36ft) dan 0.49x pembesaran maksimum pada perpanjangan penuh 600mm, lensa baru ini mampu menghasilkan gambar tele-makro dengan detail luar biasa.

Kualitas gambar detail tinggi

Sony RX10 III memiliki back-illuminated 20.1 Megapixel sensor 1.0 type stacked CMOS dan mesin pengolahan gambar BIONZ X yang memungkinkan kamera untuk mencapai berbagai macam sensitivitas ISO 64 hingga ISO 12800 dan menghasilkan gambar dengan noise rendah, bahkan pada pengaturan sensitivitas yang lebih tinggi.

Selain itu bagian belakang sensor memiliki chip DRAM yang memberi kemungkinan untuk membaca dan memproses data volume besar dengan sangat cepat, dengan demikian memungkinkan kamera untuk merekam video gerak super lambat hingga 960fps. Kekuatan chip DRAM juga memungkinkan RX10 III untuk menembak terus menerus hingga 14fps dengan minimal balckout.

Dengan kecepatan shutter mencapai 1/32000 detik, shutter elektronik pada RX10 III mampu meminimalkan distorsi gambar pada kecepatan rana yang lebih cepat. Kamera ini juga menawarkan silent shooting pada seua pengaturan dan kecepatan, memastikan bahwa semua konten dapat ditangkap dengan tenang tanpa mengganggu subjek. Ini merupakan fitur yang kuat jika dikombinasikan dengan lensa zoom luas.

Merekam video 4K kualitas tinggi
Model Sony RX10 III menjadi kamera terbaru dan yang paling serbaguna dari jajaran kamera Sony Cyber-shot RX series. Kamera ini menawarkan keuntungan dari 4K (QFHD memanfaatkan 3840x2160) perekaman film berkat lensa zoom panjang 24-600mm. Hal ini memberikan angin segar kepada videografer untuk mendapatkan kemewahan menembak 4K video berkualitas tinggi dari jarak yang ekstrim.

Dalam modus video 4K, kamera RX10 III memanfaatkan pembacaan pixel penuh tanpa binning pixel, dan mampu menangkap informasi sekitar 1.7x lebih dari yang diperlukan untuk output video 4K untuk meningkatkan detail gambar dan meminimalisir moiré dan jaggies. Ini akan mencapai hasil kualitas tinggi melalui penggunaan XAVC S codec, yang mencatat video dengan kecepatan data yang tinggi hingga 100Mbps selama 4K recording dan hingga 50Mbps selama perekaman video Full HD.

Kamera baru ini juga memiliki berbagai fitur video kaliber profesinal lainnya, termasuk Picture Profile, S-Log2/S-gamut, Gamma Display Assist, Time Code dan banyak lagi. Selain itu ada masukkan untuk mikrofon eksternal dan output untuk pemantauan headphone.

Super Slow Motion Video Recording

RX10 III juga memiliki kemampuan untuk merekam video super slow-motion hingga 40 kali lebih lambat dari tingkat standar. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menangkap dan memutar ulang momen singkat aksi dengan detail yang luar biasa, seta resolusi dan kejelasan tinggi. Dalam pengaturan HFR (High Frame Rate/Frame Rate Tinggi), RX10 III menawarkan pilihan untuk memilih antara 960fps, 480fps dan 240fps frame rate dan antara 60p, 30p dan 24p format pemutaran dengan pilihan untuk menggunakan tombol rekam film sebagai "start trigger" untuk mulai merekam atau 'end trigger' untuk merekam rekaman hingga tombol ditekan.

Autofokus kecepatan tinggi

Kamera baru Sony RX10 III ini juga dilengkapi dengan sistem autofokus yang sangat mengesankan dengan adanya deteksi obyek spasial. Hal ini memungkinkan kamera untuk mendetaksi dan memprediksi gerakan subjek sebelum tombol shutter ditekan, dengan demikian membantu kamera mencapai respon AF sangat cepat dan efisien keika shutter setengah ditekan, dengan demikian memungkinkan kamera megunci subyek dalam waktu 0,09 detik. Ini merupakan salah satu teknologi menarik, terutama ketika dipasangkan dengan lensa serbaguna berkemampuan 25x zoom dengan jangkauan hingga 600mm.

Ergonomik dan design

Kamera RX10 III ini dijejali sejumlah upgrade mumpuni dibandingkan dengan yang ada pada model RX10 yang sebelumnya, termasuk cincin triple lensa untuk mengarahkan fokus, zoom dan aperture dengan kontrol yang tepat. Bentuk pegangan tangan juga telah dioptimalkan untuk pembesaran tingkat tinggi, lensa dengan large-aperture untuk meningkatkan stabilitas ketika memegang kamera di eye level. Terdapat juga tombol hold focus pada lensa barrel yang memungkinkan fokus dan dapat dengan mudah terkunci pada subyek, sementara penembak me-reframe gambar.

Fitur terbaru high-contrast XGA OLED Tru-Finder dengan resolusi sekitar 2.35 juta dot, memastikan pratinjau true-to-life dan fungsi pemutaran. Kamera ini juga tahan debu dan kelembaban serta memiliki konektivitas Wi-FI dan NFC yang kompatibel. Konektivitas ini memberikan kemampuan untuk terhubung dengan aplikasi Sony PlayMemories.

Harga dan Ketersediaan

Kamera Sony Cyber-shot DSC RX10 III dengan extended zoom lens diperkirakan akan tersedian pada bulan Mei 2016 dengan kisaran harga $ 1500 di Amerika atau sekitar 19,8 juta. Sedangkan untuk informasi harga di Indonesia hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut. Jadi bagi anda yang tertarik segera sisihkan dana anda dengan kisaran harga yang tertera.Unuk melihat harga kamera Sony lebih lengkap kunjungi juga Daftar Harga Kamera Sony Terbaru. Berikut nya untuk melihat teknologi dan fitur yang ditawarkan simak spesifikasinya di bawah ini.

Spesifikasi Sony Cyber-shot DSC RX10 III
Body type
Body type SLR-like (bridge)
Body material Magnesium alloy, composite
Sensor
Max resolution 5472 x 3648
Other resolutions 4864 x 3648, 5472 x 3080, 3648 x 3648, 3648 x 2736, 3648 x 2592, 3648 x 2056, 2544 x 2544, 2736 x 1824, 2592 x 1944, 2720 x 1528, 1920 x 1920, 640 x 480
Image ratio w:h 1:1, 4:3, 3:2, 16:9
Effective pixels 20 megapixels
Sensor photo detectors 21 megapixels
Sensor size 1″ (13.2 x 8.8 mm)
Sensor size notes Stacked CMOS sensor
Sensor type BSI-CMOS
Processor Bionz X
Color space sRGB, AdobeRGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100 - 12800 (expands to 64-25600)
Boosted ISO (minimum) 64
Boosted ISO (maximum) 25600
White balance presets 9
Custom white balance Yes
Image stabilization Optical
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Extra fine, standard, fine
File format JPEG (DCF 2.0, EXIF 2.3)
Raw (Sony ARW 2.3)
Optics & Focus
Focal length (equiv.) 24–600 mm
Optical zoom 25×
Maximum aperture F2.4–4
Autofocus Contrast Detect (sensor)
Multi-area
Center
Selective single-point
Tracking
Single
Continuous
Face Detection
Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom Yes (4X)
Manual focus Yes
Normal focus range 3 cm (1.18″)
Macro focus range 3 cm (1.18″)
Number of focus points 25
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 1,228,800
Touch screen No
Screen type TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.7×
Viewfinder resolution 2,359,296
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/2000 sec
Maximum shutter speed (electronic) 1/32000 sec
Exposure modes Auto
Program auto
Aperture priority
Shutter priority
Manual
Scene modes Portrait
Sports Action
Macro
Landscape
Sunset
Night Scene
Handheld Twilight
Night Portrait
Anti Motion Blur
Built-in flash Yes
Flash range 10.80 m (at Auto ISO)
External flash Yes (Multi-interface shoe)
Flash modes Auto, fill-flash, slow sync, rear sync, off
Drive modes Single-shot
Continuous
Speed priority continuous
Self-timer
AE/WB/DRO Bracketing (single, continuous)
Continuous drive 14.0 fps
Self-timer Yes (2 or 10 sec, continuous)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±3 (at 1/3 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 3840 x 2160 (30p, 25p, 24p), 1920 x 1080 (60p, 60i, 24p) ,1440 x 1080 (30p), 640 x 480 (30p)
Format MPEG-4, AVCHD, XAVC S
Videography notes High speed modes at 240, 480, 960 fps
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC, Memory Stick Duo/Pro Duo/Pro-HG Duo
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (micro-HDMI with 4K still and uncompressed HDMI output)
Microphone port Yes
Headphone port Yes
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (via smartphone)
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description NP-FW50 lithium-ion battery and charger
Battery Life (CIPA) 420
Weight (inc. batteries) 1051 g (2.32 lb / 37.07 oz)
Dimensions 133 x 94 x 127 mm (5.24 x 3.7 x 5″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording No
GPS None
 
AneKamera - Sony kini banyak berfokus pada kamera mirrorless dan dari waktu ke waktu semakin disempurnakan. Tak heran jika raja sensor dunia ini terus menggenjot produksinya di kamera mirrorless. Kali ini kami akan kembali menghadirkan review kamera Sony Alpha 6300 atau Sony A6300. Sony Alpha 6300 merupakan kamera mid-range mirrorless yang terbaru dari Sony. Kamera terbaru ini menawarkan resolusi setinggi 24 Megapixel masih sama dengan pendahulunya yaitu Sony Alpha 6000 yang hadir tahun 2014 yang lalu. Namun meskipun mengusung resolusi yang sama besar, Sony Alpha 6300 telah meningkatkan berbagai kemampuan pada kamera barunya, antara lain kemampuan autofokus, kemampuan perekaman video, pembangunan kualitas gambar, dan resolusi viewfinder.

Diantara berbagai peningkatan kemampuan, yang paling menarik dari berbagai peningkatan yang adala adalah dari sensor baru yang dijejalkan pada kamera ini. Meskipun mengusung pixel yang sama, sensor Alpha 6300 memiliki kelebihan pada 425 point deteksi phase autofokus. Saat kemunculan Sony Alpha 6000 dua tahun yang lalu saja sudah menawarkan sistem autofokus  yang terbaik di kelasnya untuk mengidentifikasi dan melacak subjek, sehingga ketika Alpha 6300 hadir dengan peningkatan yang luar biasa menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan. Sensor baru yang digunakan juga dibangun menggunakan proses fabrikasi yang lebih baru menggunakan kabel tembaga untuk membantu meningkatkan kinerja sensor sekaligus mungkin akan berkontribusi besar dalam memperpanjang waktu hidup saya baterai.

Kamera sebelumnya A6000 telah menjalani sukses besar dan telah mendominasi lapangan baik dari kemampuan maupun harganya hingga memasuki akhir dari karismanya. Selain mengambil kesuksesan dari kamera A6000 yang sudah dua tahun menemani pengguna, A6300 juga mengadopsi beberapa kehebatan dari kamera mirrorless yang jauh lebih lama dari resolusi viewfinder yang tinggi dan body magnesium alloy yang diambil dari Sony NEX-6. Kemampuan ini menghasilkan kombinasi yang apik untuk kamera mirrorless dengan kekuatan mendekati kemampuan kamera DSLR.

Seperti hal nya kamera E-mount seri 6 yang lain pada era sebelumnya, fitur flip up/down rasio layar 16:9 juga ditanamkan pada kamera barunya ini. Bentuk layar ini memberi isyarat bahwa kamera ini bisa digunakan secara baik untuk video maupun gambar diam. Fitur video pada kamera baru ini talah mengalami upgrade yang sangat jauh meninggalkan pendahulunya. Upgrade yang tejadi tentu saja mengikuti perkembangan kualitas video saat ini yaitu kualitas 4K UHD di 24p atau 25p dari full sensor atau 30p dari tighter crop. Upgrade yang lain adalah adanya socket mic, Picture Profile video sistem berfokus (meliputi flat S-log2 dan S-log3 gamma curves), dan kemampuan merekam kode waktu.

Melalui berbagai peningkatan yang dilakukan pada kamera A6300, artinya kamera ini menekankan bahwa kamera ini baik untuk digunakan ara pecinta videografi. Hal ini dengan melihat bahwa kemampuan kamera untuk stills dianggap sudah mampu bersaing dengan kamera terbaik yang ada dipasaran, sedangkan kemampuan video menghantam para pesaingnya saat ini. Sony Alpha 6300 tidak hanya mencakup focus peaking dan zebra stripes saja, tetapi deteksi fase on sensor juga bekerja sangat baik. Selain itu kemampuan untuk kembali fokus saat menembak dengan resiko goyangan fokus dan hunting dibuat lebih mudah untuk menembak lebih baik dan nyaman.

Semua kelebihan dalam kamera A6300 ini membuatnya tidak berlebihan jika diberi predikat menjanjikan. Sebuah sensor Sony dari generasi terbaru saja sudah bisa diartikan sebagai hal yang baik untuk kualitas gambar dan sistem autofokus yang memiliki kinerja luar biasa sudah merupakan prospek yang sangat menarik. Spesifikasi video sudah didukung dengan sangat baik, viewfinder juga sudah ditingkatkan, untuk keamanan pengguna dari cuaca body kamera juga sudah diberi segel tahan cuaca. Dengan berbagai peningkatan yang ada kamera ini bisa dinobatkan sebagai kamera raja APS-C ILC. Namun dengan segudang teknologi dan fitur keren yang diusungnya akan mempengaruhi harga jualnya yang pastinya akan meningkat.

Melihat dari body yang digunakan pada Alpha 6300 akan mengingatkan pengguna pada kamera pendahulunya. Body ini sangat identik dengan kamera Sony Alpha 6000. Namun jika dipasangkan bersebelahan maka anda akan mengatakan bahwa itu hanya tipuan semata. Artinya bahwa kamera baru memiliki body yang lebih substansial konstruksi magnesium alloy, dan lebih terlihat dalam daripada kamera pendahulunya. Sony melalui A6300 telah menciptakan satu set kamera yang benar-benar baru dari set tool, namun hanya mencoba untuk terlihat semirip mungkin dari pendahulunya.
Review Harga Kamera Sony Alpha 6300 dan Spesifikasi

Tombol operasi sedikit agak kurang nyaman bagi pengguna yang memiliki jari tangan yang besar, namun pengecualian untuk tombol REC, tombol ini diposisikan pada tempat yang tepat sehingga mudah dalam mengoperasikan kamera. Perintah dial di bagian atas kanan kamera juga  terletak pada posisi yang bagus dan berbobot dan sedikit terhindar dari sentuhan yang tidak sengaja bisa mengganggu proses memotret. Namun untuk beberapa tombol di bagian belakang kamera masih kurang begitu mengesankan peletakan tombol masih kurang nyaman apabila dioperasikan sambil memegang kamera untuk menembak. Namun secara keseluruhan kamera Sony Alpha A6300 ini cukup memuaskan dari performa dan hasilnya.

Demikian review kamera Sony Alpha 6300 yang bisa kami berikan untuk anda. Semoga dengan penjelasan singkat di atas anda bisa memperoleh informasi sebelum memutuskan untuk membeli kamera ini sebagai teman sehari-hari anda. Secara tampilan dan berbagai tombol memang serasa kurang memuaskan, namun seiring berjalannya waktu pengguna pasti akan terbiasa dan makin mahir menggunakan kamera tersebut. Untuk performa kamera ini sangat menjanjikan untuk menghasilkan foto maupun video dengan kualitas yang sangat tinggi. Kamra ini bisa anda dapatkan dengan harga $1,148 atau sekitar 15 jutaan dengan lensa 16-50mm. Untuk melihat harga kamera Sony lebih lengkap Kunjungi daftar harga kamera Sony.

Spesifikasi Sony Alpha 6300

Body type
Body type Rangefinder-style mirrorless
Body material Magnesium-alloy
Sensor
Max resolution 6000 x 4000
Other resolutions 3:2 (4240 x 2832, 3008 x 2000), 16:9 (6000 x 3376, 4240 x 2400, 3008 x 1688)
Image ratio w:h 02.16,2
Effective pixels 24 megapixels
Sensor photo detectors 25 megapixels
Sensor size APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Sensor type CMOS
Processor BIONZ X
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100-25600, expandable to 51200
Boosted ISO (maximum) 51200
White balance presets 10
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Extra fine, fine, normal
File format JPEG (Exif v2.3)
Raw (Sony ARW v2.3, 14-bit)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor)
Phase Detect
Multi-area
Center
Selective single-point
Tracking
Single
Continuous
Face Detection
Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom Yes (2x-8x)
Manual focus Yes
Number of focus points 425
Lens mount Sony E (NEX)
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 921,6
Touch screen No
Screen type TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.7×
Viewfinder resolution 2,359,296
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Auto
Program
Aperture Priority
Shutter Priority
Manual
Scene modes Portrait
Landscape
Macro
Sports Action
Sunset
Night Portrait
Night Scene
Handheld Twilight
Anti Motion Blur
Built-in flash Yes
Flash range 6.00 m (at ISO 100)
External flash Yes
Flash modes Flash off, Autoflash, Fill-flash, Rear Sync., Slow Sync., Red-eye reduction, Hi-speed sync, Wireless
Flash X sync speed 1/160 sec
Drive modes Single
Continuous (Hi+ / Hi / Mid / Low)
Self-timer
Bracketing
Continuous drive 11.0 fps
Self-timer Yes
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±5 (3, 5 frames at 1/3 EV, 1/2 EV, 2/3 EV, 1 EV, 2 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 4K (3840 x 2160 @ 30p/24p), 1920 x 1080 (120p, 60p, 60i, 30p, 24p), 1280 x 720 (24p)
Format MPEG-4, AVCHD, XAVC S, H.264
Videography notes Supports X-AVC S up t0 100 Mbps, ACHD to 28Mbps
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (micro-HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port No
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (via smartphone)
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description NP-FW50 lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA) 400
Weight (inc. batteries) 404 g (0.89 lb / 14.25 oz)
Dimensions 120 x 67 x 49 mm (4.72 x 2.64 x 1.93″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (downloadable app)
GPS None

AneKamera - Beberapa bulan yang lalu Sony sebagai raja sensor dunia kembali merilis kamera digital compact andalannya. Kali ini kami akan membagikan review kamera Ultra-compact full frame Sony Cyber-shot RX1R II. Kamera ini tidak saja merupakan kamera compact biasa namun merupakan kamera compact dengan sensor full frame generasi kedua. Sebelumnya Sony juga telah merilis Sony Cyber-shot RX1R dan kembali merilis generasi selanjutnya untuk meneruskan sukses pendahulunya. Sony Cyber-shot RX1R II banyak mewarisi teknologi canggih yang melekat pada kamera Sony Alpha 7R II yang merupakan kamera mirrorless dengan pergantian lensa.

Dengan hadirnya kamera digital mulai dari RX100 hingga Alpha 7-series, Sony melakukan berbagai inovasi kamera dengan tubuh dan teknologi kecil dengan memangkas berbagai perangkat dari kamera DSLR. Namun meskipun kecil bukan berarti kamera ini tidak mampu bersaing dengan kehebatan kamera digital yang lain, bahkan Sony mampu membuktikan bahwa kamera compact nya mampu bersaing dengan kamera DSLR yang lain. Dalam hal ini Sony telah berhasil membuat miniaturisasi teknologi dan fungsionalitas yang setara dengan kamera DSLR full frame sekalipun.

Dengan hadir nya Sony Cyber-shot RX1R II misalnya, Sony entah bagaimana telah berhasil menjejalkan viewfinder elektronik dengan resolusi tinggi, lensa Zeiss Sonar T 35mm F2 dan sensor full frame 42 megapixel BSI CMOS serta sistem autofokus yang diadopsi dari Sony Alpha 7R II ke dalam sebuah kamera dengan body kecil. Bagi sebgaian fotografer, Sony RX1R II seolah merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Namun tidak secara keseluruhan kamera ini mampu menggantikan kamera DSLR full frame, ada beberapa syarat dan ketentuan yag berlaku untuk sebuah kamera compact.

Untuk melihat lebih jauh dari kamera ultra compact Sony Cyber-shot RX1R berikut kami akan memberikan berbagai fitur dan teknolgi yang diusungnya.

Review  Harga Kamera Sony Cyber-shot RX1R II dan Spesifikasi Lengkap

Sensor

Membandingkan apa yang dimiliki oleh kamera sebelumnya dalam hal sensor, kamera Sony terbaru mengalami peningkatan yang sangat tajam terutama dalam resolusi sensor yang dimilikinya. Sensor baru Sony Cyber-shot RX1R II meningkat hampir duakali lipat jumlah resolusi pada kamera sebelumnya. Kali ini RX1 R II mengusung sensor full frame BSI CMOS dengan resolusi 42 megapixel yang jauh meninggal kan Sony RX1R yang hanya mengusung 24 megapixel. Cukup mencengangkan sebab perubahan yang terjadi sangat tajam jika dibanding dengan sebelumnya.

Body

Jika melihat dari desain dan body RX1R II sekilas tidak ada yang istimewa, bahkan sekilas hanya tampak sebagai RX 1 dan RX1R dengan bentuk tubuh, grip dan dimensi yang sama. Berbahan magnesium alloy yang sama, bahkan bisa dikatakan bahwa kamera ini bukan sebuah gambaran sebagai kamera saku, agak lebih besar jika harus masuk ke dalam saku, namun masih bisa dengan mudah untuk dimasukkan ke dalam saku yang sedikit agak besar. Namun sebagai kamera baru dengan berbagai peningkatan tentu saja ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dengan kamera sebelumnya.

Dibandingkan dengan kedua kamera sebelumnya seperti RX1 dan RX1R, kamera baru milik Sony ini telah menambahkan layar yang bisa dimiringkan dan juga ada penambahan viewfinder elektronik pop-up. Namun sayangnya kamera baru ini minus bulit-in flash dan ini terasa sangat mengecewakan karena pengguna harus menambahkan dana lagi untuk membeli flash tambahan. Layar miring yang ditambahkan juga dirasa tidak terlalu memiliki fungsi tambahan yang cukup berarti, apalagi tanpa menambahkan fitur layar sentuh. Sensitivitas sentuhan pada layar akan sangat berguna untuk dikombinasikan dengan sistem AF yang baru.

Namun pada akhirnya desain baru dari kamera ini dirasa lebih unggul dari pasar fotografi. Sony RX1R II hadir dengan sejumlah besar tombol operasi cepat yang memberi kemudahan bagi pengguna. Mode pemotretan, kompensasi eksposur dan aperture lebih cepat, mudah dan halus. Hal ini memungkinkan pengguna bisa lebih mudah mengoperasikan kamera tanpa harus mengalihkan pandangan dari viewfinder maupun layar LCD.

Kontrol

Sony Cyber-shot RX1R II sudah mengimplementasikan Auto ISO pada kamera barunya ini. Sistem kontrol ini layak mendapat pujian, pasalnya dengan adanya auto ISO pengguna dapat memilih rentang ISO yang diinginkan serta bisa menentukan kecepatan rana yang diinginkan. Hal ini sangat bagus dan sederhana, berkat lensa 35mm tetap. Auti ISO bisa ditugaskan sebagai tombol fungsi kustom untuk akses cepat.

Sistem Autofokus

Sebuah peningkatan juga dilakukan untuk sistem autofukus Sony RX1R II. Sistem autofokus yang digunakan merupakan sistem autofokus Hybrid autofocus system yang canggih yang diadopsi dari kamera Mirrorless Sony Alpha 7R II. Sisten AF yang digunakan menggunakan 399 point deteksi fase, hal ini memungkinkan kamera melakukan fokus secara cepat dan akurat dalam berbagai kondisi pemotretan. Pelacakan mode termasuk pelacakan subjek, deteksi wajah dan Eye-AF mampu bekerja dengan sangat baik maik untuk single shot, maupun untuk continous shooting.

Prosesor gambar

Sony memanfaatkan BIONZ X processor untuk ditugaskan sebagai mesin pengolahan gambar dari kamera tersebut. Teknologi BIONZ X sudah digunakan pada berbagai macam jenis kamera Sony. Kinerjanya yang mampu membuat gambar menjadi lebih nyata dengan detail yang tinggi sangat menungtungkan bagi pengguna. Tidak hanya menghasilkan hasil pencitraan yang bagus prosesor gambar ini juga mampu mengolah gambar dengan kecepatan tinggi, mereproduksi gambar menjadi halus dan detail tinggi, mengurangi noise dan banyak lagi keunggulan yang ditawarkan oleh BIONZ X sebagai prosesor gambar.

Video

Kamera kompak Sony Cyber-shot RX1R II mungkin bisa dikatakan tidak diperuntukkan bagi para penggemar videografi. Hal ini bisa dilihat dari format video yang ditawarkan. Meskipun menggunakan sensor besar namun sensor ini tidak menawarkan  modus video 4K. Akan tetapi mengingat sensor yang digunakan cukup besar, dan on-sensor PDAF sangat canggih, dan ditambah lagi dengan adanya soket mic yang disediakan, pengguna bisa memanfaatkan fitur perekaman video dengan hasil video HD 1080 dengan memuaskan.

Sejauh ini codec terbaik yang disediakan adalah Sony XAVC S HD, hal ini mengharuskan penggunaan kartu penyimpanan SDXC. Dengan memanfaatkan codec tersebut, pengguna bisa memilih kualitas video dari 1080 60p, 30p, dan 24p. Dan jika memungkinkan pengguna bisa  menjatuhkan pilihan ke 1280x720 dengan memilih frame rate 120 fps. Hal ini tidak dimiliki oleh Sony Alpha 7R II.

Nah demikian review kamera ultra-compact Sony Cybr-shot RX1R II, semoga sedikit memberi pengetahuan baru pada para penggemar fotografi point and shot. Kamera ini bisa menjadi rekomendasi yang bagus untuk anda yang ingin belajar fotografi dari tingkat dasar. Harga yang ditawarkan untuk kamera ini cukup mahal yaitu sekitar 43 jutaan. Jadi bagi anda yang ingin membeli kamera kompak dengan sensor full frame menabunglah dari sekarang, agar bisa mendapatkan kamera keren tersebut. Untuk melihat harga kamera Sony selengkapnya kunjungi Daftar Harga Kamera Sony.

Spesifikasi Sony Cyber-shot RX1R II

Body type
Body type Large sensor compact
Body material Magnesium alloy
Sensor
Max resolution 7952 x 5304
Image ratio w:h 1:1, 4:3, 3:2, 16:9
Effective pixels 42 megapixels
Sensor photo detectors 44 megapixels
Sensor size Full frame (35.9 x 24 mm)
Sensor type BSI-CMOS
Processor BIONZ X
Color space sRGB, AdobeRGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100-25600, expandable to 50-102400
Boosted ISO (minimum) 50
Boosted ISO (maximum) 102400
White balance presets 9
Custom white balance Yes (with fine-tuning)
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Extra fine, fine, standard
File format JPEG (Exif v2.3, DCF 2.0)
Raw (Sony ARW, 14-bit uncompressed)
Image parameters Contrast, Saturation, Sharpness, Color Space, Creative Style
Optics & Focus
Focal length (equiv.) 35 mm
Optical zoom 1×
Maximum aperture F2.0
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Tracking, Single, Face Detection
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom Yes (4x)
Manual focus Yes
Normal focus range 24 cm (9.45″)
Macro focus range 14 cm (5.51″)
Number of focus points 399
Focal length multiplier 1×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 1,228,800
Touch screen No
Screen type TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.74×
Viewfinder resolution 2,359,296
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Auto, Program, Aperture priority, Shutter speed priority, Manual, Memory Recall
Scene modes Portrait, Sports Action, Landscape, Sunset, Night Scene, Handheld Twilight, Night Portrait, Anti Motion Blur
Built-in flash No
External flash Yes (via hot-shoe)
Flash modes Off, auto, fill flash, slow sync, rear sync, wireless
Flash X sync speed 1/2000 sec
Drive modes Single, Continuous, Speed priority continuous, Self-timer, Continuous bracketing, Single bracketing, WB bracketing, DRO bracketing, LPF bracketing
Continuous drive 5.0 fps
Self-timer Yes (2,5, 10 sec)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60p, 60i, 30p, 24p), 1280 x 720 (120p, 30p)
Format MPEG-4, AVCHD, XAVC S, H.264
Videography notes Supports bit rates as high as 50Mbps using XAVC S codec
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC, Memory Stick Pro Duo
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (Micro HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port No
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (via smartphone)
Physical
Environmentally sealed No
Battery Battery Pack
Battery description Lithium-Ion NP-BX1 battery and charger
Battery Life (CIPA) 220
Weight (inc. batteries) 507 g (1.12 lb / 17.88 oz)
Dimensions 113 x 65 x 72 mm (4.45 x 2.56 x 2.83″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording No
GPS None


AneKamera - Satu lagi kejutan dari Sony dengan diumumkan nya kamera mirrorless baru full frame yang diperuntukkan bagi para penggemar videografi. Kamera terbaru ini merupakan generasi penerus dari Sony Alpha 7S series. Nama baru untuk generasi penerusnya adalah Sony Alpha 7S II. Kamera mirrorless terbaru besutan Sony ini menawarkan sensitivitas ultra tinggi dan dinamik range yang lebar di seluruh rentang ISO. Ditambah lagi kamera Sony terbaru juga dilengkapi dengan 5-axis image sabilization sama seperti yang disematkan pada Sony Alpha 7R II. Fungsi 5-axis image stabilization adalah untuk mengontrol penembakan untuk hasil dan kualitas yang lebih baik. Sehingga pada saatnya dirilis nanti Sony Alpha 7S II diharapkan memberikan kualitas gambar yang menakjubkan bagi fotografer yang gemar menembak pada kondisi pencahayaan yang jauh lebih menantang dari sebelumnya.

Selain berbagai fitur yang disematkan di atas Sony Alpha 7S II juga menggabungkan sejumlah fungsi film yang lebih profesional. Hal ini bisa dibuktikan dengan kemampuan merekam internal video 4K dalam format full frame dengan pembacaan pixel penuh dan tanpa binnng pixel. Hal ini sekaligus menobatkan Sony Alpha 7S II sebagai kamera pertama di dunia yang mampu melakukan perekaman video dengan kemampuan tersebut. Dengan penggabungan yang seimbang antara sensitivitas, kontrol kamera dalam berfokus dan kualitas gambar yang luar biasa membuat kamera ini menajdi kamera yang sangat efektif bag para pecinta videografi.

Kemampuan merekam video dari Alpha 7S II ini juga wajib ditambahkan sebagai yang pertama diantara kamera Sony Alpha 7 series yang mampu merekam video dengan kualitas full HD pada 120 fps di 100 Mbps dalam format full frame. Hasil perekaman video full HD tersebut dapat langsung dilihat pada layaryang terpampang dikamera, dan ketika diedit bisa dilakukan perlambatan antara 4x/5x dalam resolusi full HD (24p/30p). Fungsi video yang lain juga telah mengalami peningkatan dengan pengaturan profil gambar baru. Pengaturan tersebut antara lain S-Gamut3.Cine/S-Log3 dan S-Gamut3/S-Log3. Profil ini memberikan jangkauan dinamis yang lebar dan koreksi warna yang lebih sederhana. Sony Alpha 7S II juga menawarkan fitur yang sangat mengesankan yaitu 14-stop latitude pada pengaturan S-Log3, sementara juga mendukung profil populer lainnya untuk keperluan sinematografi termasuk S-Gamut/S-Log2.

Selain dari apa yang telah dpaparkan di atas Sony Alpha 7S II juga memberikan berbagai sensitivitas rentang ISO yang luar biasa. Tercatat kamer ini menggunakan ISO range dari ISO 50-409600 berkat kombinasi yang unik antara sensor 35mm full frame sebesar 12,2 megapixel dan prosesor gambar BIONZ X. Sensor dalam hal ini mengoptimalkan rentang dinamis di seluruh rentang ISO, memperluas jumlah grdasi tonal paa kondisi cahaya terang dan meminimalisir noise di area gelap. Sedangkan BIONZ X memiliki algoritma pengolahan gambar upgrade yang memaksimalkan kemampuan sensor secara keseluruhan. Kedua kombinasi unik tersebut mampu menghasilkan gambar dengan detail yang tinggi namun dengan nise yang sangat rendah.

Secara garis besar review kamera Sony Alpha 7S II bisa anda lihat pada artikel di atas. Yang bisa disimpulkan dari penjelasan di atas bahwasannya kamera penerus dari Sony Alpha 7S ini telah mengalami berbagai peningkatan dengan berbagai fitur tambahan seperti 5-axis image stabilization dan berbagai kemampuan merekam video yang telah meningkat tajam dari sebelumnya. Untuk mengetahui lebih jauh dari review singkat di atas, silahkan anda lihat pada spesifikasi dibawah ini. Kamera ini diperkirakan akan hadir di kawasan Amerika pada Oktober mendatang dengan harga $2,999 atau sekitar 43 juta mengikuti kurs saat ini.


Spesifikasi Sony Alpha 7S II

Body type
Body type SLR-style mirrorless
Sensor
Max resolution 4240 x 2832
Other resolutions 4240 x 2384, 2768 x 1848, 2768 x 1560, 2128 x 1416, 2128 x 1200, 1376 x 920, 1376 x 776
Image ratio w:h 02:16,2
Effective pixels 12 megapixels
Sensor photo detectors 12 megapixels
Sensor size Full frame (35.6 x 23.8 mm)
Sensor type CMOS
Processor Bionz X
Image
ISO Auto, 100-102400 (expands to 50-409600)
White balance presets 10
Custom white balance Yes
Image stabilization Sensor-shift
Image stabilization notes 5-axis
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Extra fine, fine, standard
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Multi-area, Center, Selective single-point, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Digital zoom Yes (2x)
Manual focus Yes
Number of focus points 169
Lens mount Sony E (NEX)
Focal length multiplier 1×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 1,228,800
Touch screen No
Screen type TFT-LCD
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.78×
Viewfinder resolution 2,359,296
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/8000 sec
Aperture priority Yes
Shutter priority Yes
Manual exposure mode Yes
Subject / scene modes Yes
Built-in flash No
External flash Yes (via Multi Interface shoe)
Continuous drive 5.0 fps
Self-timer Yes (2 or 10 sec; continuous (3 or 5 exposures))
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±5 (3, 5 frames at 1/3 EV, 1/2 EV, 2/3 EV, 1 EV, 2 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 4K (3840 x 2160 @ 30p/24p [60-100Mbps]), Full HD (1920 x 1080 @ 120p/60p/60i/30p/24p [50-100Mbps]), 720p (30p [16Mbps])
Format MPEG-4, AVCHD, XAVC S
Videography notes XLR support via adapter
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC, Memory Stick Duo/Pro Duo/Pro-HG Duo
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (micro-HDMI port with 4:2:2 8-bit 4K or 1080 video output)
Microphone port Yes
Headphone port Yes
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (wired or smartphone)
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description NP-FW50 lithium-ion battery and charger
Battery Life (CIPA) 370
Weight (inc. batteries) 627 g (1.38 lb / 22.12 oz)
Dimensions 127 x 96 x 60 mm (5 x 3.78 x 2.36″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording No
GPS None

Diberdayakan oleh Blogger.

Item Promo dari :