Tampilkan postingan dengan label Level Semi-Pro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Level Semi-Pro. Tampilkan semua postingan
AneKamera - Sony kini banyak berfokus pada kamera mirrorless dan dari waktu ke waktu semakin disempurnakan. Tak heran jika raja sensor dunia ini terus menggenjot produksinya di kamera mirrorless. Kali ini kami akan kembali menghadirkan review kamera Sony Alpha 6300 atau Sony A6300. Sony Alpha 6300 merupakan kamera mid-range mirrorless yang terbaru dari Sony. Kamera terbaru ini menawarkan resolusi setinggi 24 Megapixel masih sama dengan pendahulunya yaitu Sony Alpha 6000 yang hadir tahun 2014 yang lalu. Namun meskipun mengusung resolusi yang sama besar, Sony Alpha 6300 telah meningkatkan berbagai kemampuan pada kamera barunya, antara lain kemampuan autofokus, kemampuan perekaman video, pembangunan kualitas gambar, dan resolusi viewfinder.

Diantara berbagai peningkatan kemampuan, yang paling menarik dari berbagai peningkatan yang adala adalah dari sensor baru yang dijejalkan pada kamera ini. Meskipun mengusung pixel yang sama, sensor Alpha 6300 memiliki kelebihan pada 425 point deteksi phase autofokus. Saat kemunculan Sony Alpha 6000 dua tahun yang lalu saja sudah menawarkan sistem autofokus  yang terbaik di kelasnya untuk mengidentifikasi dan melacak subjek, sehingga ketika Alpha 6300 hadir dengan peningkatan yang luar biasa menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan. Sensor baru yang digunakan juga dibangun menggunakan proses fabrikasi yang lebih baru menggunakan kabel tembaga untuk membantu meningkatkan kinerja sensor sekaligus mungkin akan berkontribusi besar dalam memperpanjang waktu hidup saya baterai.

Kamera sebelumnya A6000 telah menjalani sukses besar dan telah mendominasi lapangan baik dari kemampuan maupun harganya hingga memasuki akhir dari karismanya. Selain mengambil kesuksesan dari kamera A6000 yang sudah dua tahun menemani pengguna, A6300 juga mengadopsi beberapa kehebatan dari kamera mirrorless yang jauh lebih lama dari resolusi viewfinder yang tinggi dan body magnesium alloy yang diambil dari Sony NEX-6. Kemampuan ini menghasilkan kombinasi yang apik untuk kamera mirrorless dengan kekuatan mendekati kemampuan kamera DSLR.

Seperti hal nya kamera E-mount seri 6 yang lain pada era sebelumnya, fitur flip up/down rasio layar 16:9 juga ditanamkan pada kamera barunya ini. Bentuk layar ini memberi isyarat bahwa kamera ini bisa digunakan secara baik untuk video maupun gambar diam. Fitur video pada kamera baru ini talah mengalami upgrade yang sangat jauh meninggalkan pendahulunya. Upgrade yang tejadi tentu saja mengikuti perkembangan kualitas video saat ini yaitu kualitas 4K UHD di 24p atau 25p dari full sensor atau 30p dari tighter crop. Upgrade yang lain adalah adanya socket mic, Picture Profile video sistem berfokus (meliputi flat S-log2 dan S-log3 gamma curves), dan kemampuan merekam kode waktu.

Melalui berbagai peningkatan yang dilakukan pada kamera A6300, artinya kamera ini menekankan bahwa kamera ini baik untuk digunakan ara pecinta videografi. Hal ini dengan melihat bahwa kemampuan kamera untuk stills dianggap sudah mampu bersaing dengan kamera terbaik yang ada dipasaran, sedangkan kemampuan video menghantam para pesaingnya saat ini. Sony Alpha 6300 tidak hanya mencakup focus peaking dan zebra stripes saja, tetapi deteksi fase on sensor juga bekerja sangat baik. Selain itu kemampuan untuk kembali fokus saat menembak dengan resiko goyangan fokus dan hunting dibuat lebih mudah untuk menembak lebih baik dan nyaman.

Semua kelebihan dalam kamera A6300 ini membuatnya tidak berlebihan jika diberi predikat menjanjikan. Sebuah sensor Sony dari generasi terbaru saja sudah bisa diartikan sebagai hal yang baik untuk kualitas gambar dan sistem autofokus yang memiliki kinerja luar biasa sudah merupakan prospek yang sangat menarik. Spesifikasi video sudah didukung dengan sangat baik, viewfinder juga sudah ditingkatkan, untuk keamanan pengguna dari cuaca body kamera juga sudah diberi segel tahan cuaca. Dengan berbagai peningkatan yang ada kamera ini bisa dinobatkan sebagai kamera raja APS-C ILC. Namun dengan segudang teknologi dan fitur keren yang diusungnya akan mempengaruhi harga jualnya yang pastinya akan meningkat.

Melihat dari body yang digunakan pada Alpha 6300 akan mengingatkan pengguna pada kamera pendahulunya. Body ini sangat identik dengan kamera Sony Alpha 6000. Namun jika dipasangkan bersebelahan maka anda akan mengatakan bahwa itu hanya tipuan semata. Artinya bahwa kamera baru memiliki body yang lebih substansial konstruksi magnesium alloy, dan lebih terlihat dalam daripada kamera pendahulunya. Sony melalui A6300 telah menciptakan satu set kamera yang benar-benar baru dari set tool, namun hanya mencoba untuk terlihat semirip mungkin dari pendahulunya.
Review Harga Kamera Sony Alpha 6300 dan Spesifikasi

Tombol operasi sedikit agak kurang nyaman bagi pengguna yang memiliki jari tangan yang besar, namun pengecualian untuk tombol REC, tombol ini diposisikan pada tempat yang tepat sehingga mudah dalam mengoperasikan kamera. Perintah dial di bagian atas kanan kamera juga  terletak pada posisi yang bagus dan berbobot dan sedikit terhindar dari sentuhan yang tidak sengaja bisa mengganggu proses memotret. Namun untuk beberapa tombol di bagian belakang kamera masih kurang begitu mengesankan peletakan tombol masih kurang nyaman apabila dioperasikan sambil memegang kamera untuk menembak. Namun secara keseluruhan kamera Sony Alpha A6300 ini cukup memuaskan dari performa dan hasilnya.

Demikian review kamera Sony Alpha 6300 yang bisa kami berikan untuk anda. Semoga dengan penjelasan singkat di atas anda bisa memperoleh informasi sebelum memutuskan untuk membeli kamera ini sebagai teman sehari-hari anda. Secara tampilan dan berbagai tombol memang serasa kurang memuaskan, namun seiring berjalannya waktu pengguna pasti akan terbiasa dan makin mahir menggunakan kamera tersebut. Untuk performa kamera ini sangat menjanjikan untuk menghasilkan foto maupun video dengan kualitas yang sangat tinggi. Kamra ini bisa anda dapatkan dengan harga $1,148 atau sekitar 15 jutaan dengan lensa 16-50mm. Untuk melihat harga kamera Sony lebih lengkap Kunjungi daftar harga kamera Sony.

Spesifikasi Sony Alpha 6300

Body type
Body type Rangefinder-style mirrorless
Body material Magnesium-alloy
Sensor
Max resolution 6000 x 4000
Other resolutions 3:2 (4240 x 2832, 3008 x 2000), 16:9 (6000 x 3376, 4240 x 2400, 3008 x 1688)
Image ratio w:h 02.16,2
Effective pixels 24 megapixels
Sensor photo detectors 25 megapixels
Sensor size APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Sensor type CMOS
Processor BIONZ X
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100-25600, expandable to 51200
Boosted ISO (maximum) 51200
White balance presets 10
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Extra fine, fine, normal
File format JPEG (Exif v2.3)
Raw (Sony ARW v2.3, 14-bit)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor)
Phase Detect
Multi-area
Center
Selective single-point
Tracking
Single
Continuous
Face Detection
Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom Yes (2x-8x)
Manual focus Yes
Number of focus points 425
Lens mount Sony E (NEX)
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 921,6
Touch screen No
Screen type TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.7×
Viewfinder resolution 2,359,296
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Auto
Program
Aperture Priority
Shutter Priority
Manual
Scene modes Portrait
Landscape
Macro
Sports Action
Sunset
Night Portrait
Night Scene
Handheld Twilight
Anti Motion Blur
Built-in flash Yes
Flash range 6.00 m (at ISO 100)
External flash Yes
Flash modes Flash off, Autoflash, Fill-flash, Rear Sync., Slow Sync., Red-eye reduction, Hi-speed sync, Wireless
Flash X sync speed 1/160 sec
Drive modes Single
Continuous (Hi+ / Hi / Mid / Low)
Self-timer
Bracketing
Continuous drive 11.0 fps
Self-timer Yes
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±5 (3, 5 frames at 1/3 EV, 1/2 EV, 2/3 EV, 1 EV, 2 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 4K (3840 x 2160 @ 30p/24p), 1920 x 1080 (120p, 60p, 60i, 30p, 24p), 1280 x 720 (24p)
Format MPEG-4, AVCHD, XAVC S, H.264
Videography notes Supports X-AVC S up t0 100 Mbps, ACHD to 28Mbps
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (micro-HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port No
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (via smartphone)
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description NP-FW50 lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA) 400
Weight (inc. batteries) 404 g (0.89 lb / 14.25 oz)
Dimensions 120 x 67 x 49 mm (4.72 x 2.64 x 1.93″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (downloadable app)
GPS None

AneKamera - Ricoh Imaging sebagai produsen kamera dengan bangga kembali memperkenalkan kamera DSLR semi pro terbaru yang diberi nama Pentax K-3 II. Kamera terbaru milik Ricoh ini dikembangkan untuk meneruskan pendahulunya Pentax K-3 yang pada dua tahun sebelumnya telah menemani para pecinta kamera khususnya brand Pentax. Pentax K-3 II merupakan kamera DSLR ke dua setelah sebelumnya diperkenalkan Pentax K-S2 pada Februari yang lalu. Menurut produsen Pentax K-3 II, kamera terbaru nya ini menandai komitmet pengembang untuk menyediakan perangkat fotografi dengan kualitas yang tinggi. Menurut mereka beberapa tambahan yang cukup signifikan telah diterapkan pada kamera ini seperti Shake Reduction (SR) yang membantu fotografer meminimalisir getaran pada saat melakukan penembakan.

Pentax K-3 II merupakan kamera pertama untuk line-up Pentax yang menggabungkan 'Pixel Shift Resolution' untuk pengambilan subjek hidup dengan tingkat penyelesaian ultra-tinggi. Teknologi Pixel Shift Resolution menggunakan mekanisme Shake Reduction pada body kamera untuk memindahkan sensor gambar untuk peningkatan pixel tunggal, menangkap 4 gambar terpisah, lalu dikombinasikan menjadi gambar tunggal definisi tinggi. Berbagai manfaatbisa didapatkan dari teknologi ini antara lain kemampuan finishing lebih tinggi, mengurangi warna palsu dan yang pasti kualitas gambar diam lebih meningkat secara keseluruhan.

Ketika Pentax K-3 dibangun dengan kekuatan anti debu dan kontruksi tahan terhadap cuaca, K-3 II membawa dan menambahkan fitur built-in GPS reciever, log GPS dan kompas elektronik untuk menunjuk pada suatu lokasi. Rekaman sistem GPS memberikan catatan lokasi syuting, orientasi kamera, ketinggian, dan memberikan cap tanggal/waktu pada gambar yang dihasilkan.

Pentax K-3 II terbaru menggunakan antarmuka pengguna tingkat lanjut dan intuitif yang sudah umum pada sebagian besar produk kamera Pentax. Sistem K-3 II kompatibel dengan berbagai aksesoris termasuk flash unit array serbaguna, lensa, battery grip dan layar fokus yang bisa dipertukarkan.

Selanjutnya bagi anda yang ingin mengetahui lebih lanjut apa saja yang ditawarkan oleh Pentax K-3 II, berikut ini adalah fitur utama yang dibawa oleh K-3 II untuk anda.

Review Kamera DSLR Pentax K-3 II Harga dan Spesifikasi Lengkap

Gambar Resolusi tinggi

Pentax K-3 II menggabungkan sensor gambar PAS-C-size CMOS dengan filter anti-aliasing dengan mesin pencitraan performa tinggi yang disebut Prime III, identik dengan yang pernah ada pada Pentax 645Z. Sensor yang diusung memiliki resolusi setinggi 24,35 megapixel yang mampu mengoptimalkan kekuatan pencitraan, memberikan ketajaman dan gradasi gambar yang bagus. Selain itu sensor ini juga sangat efektif meminimalkan kebisingan yang sangat mengganggu.

Generasi baru Pentax dengan mekanisme shake reduction
Dalam sistem ini mekanisme shake reduction Pentax meliputi berbagai hal berikut
  • Upgrade in-body SR mechanism untuk memastikan kinerja terbaik untuk mengurangi getaran yang ada di seri K
  • Pixel Shift Resolution System yang baru memberikan resolusi gambar yang lebih tinggi dari kapasitas sensor yang diusung.
  • Inovasi simulator anti-aliasing berfungsi sebagai penyaring untuk meminimalkan moire
  • Supportive shooting functions

Modul sensor SAFOX 11 presisi tinggi dengan 27-point AF system
K-3 II mengusung fitur modul sensor AF SAFOX 11 dengan cakupan bidang gambar yang diperluas menggunakan 27 sensor AF (25 cross-type sonsor berada di tengah). Sensor pusat dan dua sensor di atas dan di bawah dirancang untuk mendeteksi fluks cahaya dari lensa F2.8, sehingga mudah untuk mendapatkan pin point fokus pada subjek saat menggunakan lensa large-aperture.

Kontrol eksposur presisi tinggi dengan Pentax Real-Time Scene Analysis System

Kamera ini dilengkapi dengan fitur canggih Pentax Real-Time Analysis System yang didukung oleh 86.000-pixel RGB sensor metering. Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan kinerja kamera secarakeseluruhan, tidak hanya dengan mengendalikan eksposure dengan akurasi tinggi, namun juga dengan memanfaatkan data yang diperoleh oleh sensor cahaya metering untuk lebih meningkatkan akurasi autofokus dan penyesuaian white-balance. Hal ini juga memperluas tingkat pencahayaan terukur ke level -3EV.

Continous shotting berkecepatan hingga 8,3 frame per detik

Kamera baru Pentax ini terus mencatat sebanyak 23 gambar dalam format RAW, atau 60 gambar dalam format JPEG di urutan tunggal. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa pengembangan inovatif yang dilakukan seperti peningkaan kinerja berkecepatan tinggi, mekanisme kontrol shutter yang akurat, cermin dan diafragma yang mandiri, mekanisme peredam yang efektif meminimalkan kejutan cermin dan sistem transmisi data kecepatan tinggi dalam mesin pencitraan PRIME III.

Viewfinder optik dengan hampir 100% bidang pandang
Prima kaca K-3 II telah dirancang dengan lapisan untuk meningkatkan reflektansi untuk gambar viewfinder yang lebih terang. Dengan pembesaran hingga sekitar 0,95 kali, viewfinder menyediakan bidang gambar yang luas dan gambar yang cerah untuk berfokus dengan mudah serta untuk framing.

Perekaman video Full HD dengan berbagai tool kreatif
K-3 II mampu menangkap klip Full HD movie (1920x1080p, 60i/30p frame rate) dengan format H.264. Tak cukup dengan kamampuan tersebut, kamera ini juga dilengkapi dengan terminal mic stereo untuk koneksi mikrofon eksternal dan terminal headphone.  Selain itu pengguna juga dapat melakukan penyesuaian tingkat rekaman audio secara manual dan memantau tingkat tekanan suara mikrofon selama rekaman. Selain sejumlah efek visual yang khas untuk perekaman film, K-3 II juga menyediakan modus interval movie yang menangkap serangkaian klip video 4K pada interval yang tetap.

Layar LCD 3,2 inch dengan 103.700-dot

Pada panel belakang kamera terdapat layar monitor LCD dengan lebar 3,2 inch dengan sekitar 103.700 titik dan 3:2 aspek rasio.  Selain desain wide-view, monitor ini juga memiliki panel tempered-glass sebagai pelindung dan menambah daya tahan, selain itu kontruksi air-gapless unik di mana ruang udara antara lapisan LCD dihilangkan, sehingga lebih efektif mengurangi refleksi dan dispersi cahaya dan hasilkan visibilitas meningkat saat digunakan diluar ruangan.

Body kompak dan padat dengan anti debu dan kontruksi tahan cuaca

Casing eksterior K-3 II dari panel atas, bawah, depan dan frame belakang dibuat dari bahan magnesium alloy yang kokohnamun ringan. Semua itu berkat masuknya 92 bagian penyegelan di body kamera yang menawarkan kontruksi tahan cuaca, tahan debu dan tahan suhu dingin, hal ini menjamin operasi tetap optimal pada suhu hingga -10 derajat celsius. K-3 II juga memiliki unit rana yang dapat diandalkan hingga mencapai 200.000 rilis rana.

Nah dengan penjelasan yang kami hadirkan di atas, diharapkan memberikan sedikit gambaran mengenai kamera Pentax K-3 II ini. Berbagai pengembangan tampak sebagai peningkatan yang cukup signifikan untuk menggantikan kamera pendahulunya. Kamera Pentax K-3 II ini dipastikan akan tersedia di pasaran pada Mei 2015 ini dengan perkiraan harga retail $1.099,95 (sekitar 14,2 juta). Selengkapnya silahkan simak spesifikasi lengkapnya berikut ini.

Spesifikasi Kamera DSLR Pentax K-3 II

Body type
Body type Mid-size SLR
Body material Magnesium alloy
Sensor
Max resolution 6016 x 4000
Other resolutions 4608 x 3072, 3072 x 2048, 1920 x 1080
Image ratio w:h 3:02
Effective pixels 24 megapixels
Sensor photo detectors 25 megapixels
Sensor size APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Sensor type CMOS
Processor Prime III
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary Color Filter
Image
ISO Auto, 100 - 51200
White balance presets 9
Custom white balance Yes (3 slots)
Image stabilization Sensor-shift
Image stabilization notes 4.5 stops of shake reduction
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Best, better, good
File format JPEG (Exif v2.3)
Raw (PEF/DNG)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom No
Manual focus Yes
Number of focus points 27
Lens mount Pentax KAF2
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fixed
Screen size 3.2″
Screen dots 1,037,000
Touch screen No
Screen type TFT LCD monitor
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentaprism)
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.95×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/8000 sec
Exposure modes Green, Hyper Program (P), Sensitivity Priority (Sv), Shutter Priority (Tv), Aperture Priority (Av), Shutter and Aperture Priority (TAv), Metered Manual (M), Bulb, X-Speed, User (3)
Built-in flash No
External flash Yes (Hot shoe, flash sync port)
Flash modes Auto Flash Discharge, Auto Flash + Red-eye Reduction, Flash On, Flash On + Red-eye Reduction, Slow-speed Sync, Slow-speed Sync + Red-eye, P-TTL, Trailing Curtain Sync, Contrast-control-sync, High-speed sync, Wireless sync (available with dedicated external flash)
Flash X sync speed 1/180 sec
Drive modes Single frame, Continuous (H, M, L), Self-timer (2, 12 sec), Remote control (immediate, 3 sec), Mirror-up, Interval shooting, Interval composite
Continuous drive 8.3 fps
Self-timer Yes ( 2 or 12 seconds)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±2 (2, 3, 5 frames at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
WB Bracketing No
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60i, 50i, 30p, 25p, 24p), 1280 x 720 (60p, 50p, 30p, 25p, 24p)
Format MPEG-4, H.264
Microphone Mono
Speaker Mono
Storage
Storage types Dual SD/SDHC/SDXC
Connectivity
USB USB 3.0 (5 GBit/sec)
HDMI Yes (mini)
Microphone port Yes
Headphone port Yes
Wireless Optional
Wireless notes Special version of Flu Card available
Remote control Yes (optional, wired or wireless)
Physical
Environmentally sealed Yes (Weather and dust resistant)
Battery Battery Pack
Battery description Lithium-Ion D-LI90 rechargeable battery & charger
Battery Life (CIPA) 720
Weight (inc. batteries) 800 g (1.76 lb / 28.22 oz)
Dimensions 131 x 100 x 77 mm (5.16 x 3.94 x 3.03″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (up to 9999 pictures)
GPS BuiltIn
GPS notes Records lat/long, altitude, time, and direction
AneKamera - Satu lagi kamera DSLR milik Nikon kembali diperkenalkan kepada para pecinta fotografi. Sebuah kamera generasi baru untuk kelas semi pro kembali diumumkan pada bulan kedua di tahun 2015. Kamera Nikon D7200 pada bulan Februari lalu telah diperkenalkan secara umum. Nikon D7200 adalah kamera semi pro yang merupakan versi baru dari pendahulunya Nikon D7100 yang telah setia menemani para pecinta kamera Nikon selama dua tahun terakhir. Seperti yang kita tahu bahwa Nikon D7100 telah dirilis pada bulan Februari 2013 lalu. 

Sebagai kamera generasi penerus Nikon D7200 pastinya ada peningkatan atau perubahan yang mengacu pada perbaikan dari versi sebelumnya. Beberapa peningkatan secara garis besar akan terlihat dari semakin meningkatnya kinerja autofokus terutama pada kondisi rendah cahaya. Kemudian ada lagi kemampuan buffer yang lebih tinggi, penambahan fitur Wi-Fi dengan NFC dan daya tahan baterai yang diklaim 15% lebih lama. Untuk lebih jauh mengetahui seberapa besar Nikon menambahkan dan meningkatkan kinerja pada kamera baru nya, mari kita lihat review kamera Nikon D7200 berikut ini.

Dikatakan bahwa Nikon D7200 merupakan kamera high-end APS-C, sekaligus merupakan kamera kamera di jajaran DX format satu-satunya yang mendukung autofokus pada lensa screw drive. Kamera ini dibekali dengan sensor CMOS APS-C dengan resolusi 24 megapixel dan didukung dengan image processor Expeed 4 yang memastikan kinerja kamera menjadi lebih cepat. Kamera ini bisa disejajarkan dengan kamera dari produsen lain sebagai kompetitornya seperti Canon EOS 7D Mark II, Pentax K-3 Sony SLT-A77 II dan beberapa kamera dari produsen yang lain. Hal ini memastikan bahwa Nikon masih berani bersaing dengan para kompetitornya dengan memberikan fitur-fitur canggih pada kamera terbarunya ini.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya kamera ini telah meningkatkan kemampuan sistem autofokus terutama saat digunakan pada kondisi cahaya rendah. Pada kamera Nikon D7200 telah menggunakan sistem Multi-CAM 3500DX II yang sebelumnya telah digunakan pada Nikon D750. Sistem menawarkan 51 titik AF (yang berpusat pada 15 titik sebagai cross-type). Hal ini akan terlihat sama dengan yang digunakan pada Nikon D7100 namun dengan sistem Multi-CAM 3500DX. Perbedaannya adalah sistem yang dugunakan pada D7200 memiliki titik-titik sensitif hingga -3EV, sementara yang ditawarkan oleh pendahulunya dengan sistem Multi-CAM 3500DX terbatas pada -2EV.

Kemampuan yang dimiliki oleh Nikon D7200 jika dibanding dengan Nikon D7100 baru akan terlihat jelas pada saat digunakan untuk continous shooting. Dimana jika dilihat secara teliti kemampuan buffer pada D7100 lebih kecil, hal ini akan berpengaruh tidak hanya saat penembakan namun juga berpengaruh pada bracketing. Sedangkan pada Nikon D7200 telah mampu melakukan tembakan dengan peningkatan hingga 18 14-bit lossless compressed, 27 12-bit cmpressed RAW atau hingga 100+ untuk JPEG. Tingkat burs maksimum masih tetap sama diantara keduanya yaitu pada 6 fps pada full size dan 7 fps pada 1.3x crop mode. Selain itu kemampuan ISO juga meningkat signifikan jika dibanding pendahulunya. Pada D7200 sensitivitas ISO mencapai 51200 hingga 102400 namun dengan pilihan hanya untuk gambar hitam dan putih saja.


Dua fitur baru yang bisa dibanggakan dari Nikon D7200 adalah kemampuan merekam video dan juga ditambahkan nya built-in Wi-Fi dengan NFC. Kemampuan merekam video full HD 1080/60p dengan flat picture control dan juga tersedia untuk stills. Kemampuan merekam video tersebut hanya tersedia pada mode crop 1.3x saja. Dan yang kedua adalah tentang koneksi Wi-Fi dengan NFC, fitur baru yang ditanamkan pada Nikon D7200 ini akan sangat memudahkan pengguna yang ingin mengontrol kamera dari jarak jauh. Pengguna hanya tinggal menyambungkan kamera dengan smartphone yang kompatibel melalui SnapBridge dan pengguna dapat dengan mudah melakukan kontrol kamera dari jarak jauh, atau juga bisa dimanfaatkan untuk mentranfer gambar atau video keperangkat lain.

Terakhir yang juga tak kalah penting adalah bahwa Nikon D7200 telah meningkatkan kemampuan daya tahan baterai. Baterai yang digunakan sebenarnya masih sama dengan pendahulunya, namun penggunaan prosesor gambar Expeed 4 dalam hal ini menjadi pengaruh besar terhadap daya tahan baterai. Expeed 4 dengan kinerja yang jauh lebih cepat mampu mengurangi daya yang dibutuhkan untuk proses penembakan. Dengan demikian efisiensi daya baterai lebih meningkat sehingga tidak cepat habis. Perbandingan kemampuan baterai untuk menembak cukup signifikan yaitu 1110 shot untuk D7200 dan 950 shot untuk D7100.

Perbandingan Nikon D7100 dan Nikon D7200

Spec Nikon D7100 Nikon D7200
Pixel count 24.1MP 24.2MP
Processor EXPEED 3 EXPEED 4
Optical low-pass filter No
ISO range (expanded) 100-51,200 100-102,400
(51,200 and 102,000 black & white)
AF system Multi-CAM 3500DX Multi-CAM 3500DX II
AF sensitivity -2EV -3EV
Maximum frame rate 6 fps (7 fps in 1.3x crop mode)
Buffer depth 6 Raw, 50 JPEG 18 Raw, 100 JPEG
Maximum video quality 1080/60i (1.3x crop mode) 1080/60p (1.3x crop mode)
Flat picture control No Yes
LCD display 3.2" 1.2M dot RGBW
Wi-Fi No Yes, with NFC
Dual memory card slots Yes (SD/SDHC/SDXC)
Battery used EN-EL15
Battery life 950 shots 1110 shots

Nah dari review kamera Nikon D7200 di atas maka dapat disimpukan bahwa kemampuan Nikon D7200 jauh lebih baik jika dibanding dengan pendahulunya. Secara umum bisa dilihat dari kemampuan sistem AF yang lebih tinggi, prosesor gambar lebih cepat sekaligus berpengaruh pada daya tahan baterai, kemampuan video meningkat dan konektivitas Wi-fi dengan NFC memudahkan dalam operasi dan berbagi.

Untuk para pengguna yang ingin mengganti kamera dengan Nikon D7200 harus bersabar, karena kamera ini baru akan dirilis pada April 2015 ini. Sebagai perkiraan harga untuk para calon pengguna Nikon akan membandrol harga untuk body saja pada $ 1,196 atau sekitar 15,5 jutaan dan untuk kit dengan lensa 18-140mm seharga $ 1,496 atau sekitar 19,4 jutaan. Namun bagi anda yang tertarik dengan kamera Nikon yang lain silahkan kunjungi Daftar Harga Kamera DSLR Nikon Terbaru untuk harga selengkapnya.

Spesifikasi Kamera Nikon D7200


Body type
Body type Mid-size SLR
Sensor
Max resolution 6000 x 4000
Other resolutions DX: 4496 x 3000, 2992 x 2000; 1.3x crop: 4800 x 3200, 3600 x 2400, 2400 x 1600
Image ratio w:h 3:2, 16:9
Effective pixels 24 megapixels
Sensor photo detectors 25 megapixels
Sensor size APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Sensor type CMOS
Processor Expeed 4
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100-25600, expands to 102400 (black and white only)
White balance presets 12
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Fine, normal, basic
File format JPEG (EXIF v2.3)
Raw (Nikon NEF, 12 or 14-bit, lossless compressed or compressed)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes
Manual focus Yes
Number of focus points 51
Lens mount Nikon F
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fixed
Screen size 3.2″
Screen dots 1,228,800
Touch screen No
Screen type TFT-LCD
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentaprism)
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.94×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/8000 sec
Exposure modes Aperture Priority, Auto, Auto (flash off), Manual (M), Programmed auto with flexible program (P), Scene Modes, Shutter-Priority, User
Scene modes Autumn Colors, Beach / Snow, Blossom, Candlelight, Child, Close-up, Dusk / Dawn, Food, Landscape, Night Landscape, Night Portrait, Party / Indoor, Pet Portrait, Portrait, Sports, Sunset, Special Effects Mode
Built-in flash Yes (Pop-up)
Flash range 12.00 m (at ISO 100)
External flash Yes (via hot shoe)
Flash modes Auto, auto FP high-speed sync, auto w/redeye reduction, fill flash, rear-curtain sync, rear-curtain w/slow sync, redeye reduction, redeye reduction w/slow sync, slow sync, off
Flash X sync speed 1/250 sec
Drive modes Single-frame [S] mode, Continuous low-speed [CL], Continuous high-speed [CH], Quiet Shutter Release, Self-timer mode, Mirror-up [Mup] mode
Continuous drive 6.0 fps
Self-timer Yes (2 or 10 seconds)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±5 (2, 3, 5, 7 frames at 1/3 EV, 1/2 EV, 2/3 EV, 1 EV, 2 EV steps)
WB Bracketing Yes (3 shots in 1-stop increments)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60, 50, 25, 24 fps), 1280 x 720 (60, 50 fps), 640 x 424 (30, 25 fps)
Format MPEG-4, H.264
Videography notes 1080/60p and 50p only in 1.3x crop mode
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC (two slots)
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (mini-HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port Yes
Wireless Built-In
Wireless notes with NFC
Remote control Yes (Wired, wireless, or via smartphone)
Physical
Environmentally sealed Yes (Water and dust resistant)
Battery Battery Pack
Battery description EN-EL15 lithium-ion battery and charger
Battery Life (CIPA) 1110
Weight (inc. batteries) 675 g (1.49 lb / 23.81 oz)
Dimensions 136 x 107 x 76 mm (5.35 x 4.21 x 2.99″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes
GPS Optional
GPS notes GP-1
AneKamera - Setelah sebelumnya membahas kamera baru Canon di kelas full frame SLR, kini saat nya membahas dua kamera di kelas semi pro. Dua kamera di kelas ini di duduki oleh Canon EOS 760D (Rebel T6s) dan Canon EOS 750D (Rebel T6i). Kedua kamera ini juga memiliki kemiripan antara satu dengan yang lain. Kita lihat saja dari sensor keduanya mengusung sensor APS-C CMOS 24,2 megapixel, meningkat cukup signifikan dari pendahulunya Canon EOS 700D yang mengusung sensor 18 megapixel. Ada tambahan dari kamera baru yaitu menambah 7560 pixel RGB+IR metering sensor baru, metering sensor baru memberikan metering yang lebih akurat.

Untuk sistem auto fokus kedua kamera baru ini memanfaatkan teknolgi Canon Hybrid CMOS AF III, artinya dengan menggunakan sistem AF baru tersebut kedua kamera memanfaatkan fase point deteksi berbasis sensor untuk meningkatkan kecepatan fokus dan ketepatan saat live view. Keuntungan lainnya adalah dengan sistem AF tersebut memungkinkan Servo AF di T6s/750D saat live view, bisa melacak subjek bergerak di live view. Canon mengklaim bahwa kinersa sistem AF hybrid  CMOS III harus mendekati Dual Pixel AF yang ditemukan di Canon EOS 70D dan Canon EOS 7D Mark II, hal ini akan membuat kedua kamera baru Canon ini semakin di nantikan penggemarnya. Peningkatan lain dari Rebel T6s dan T6i dapat kita temukan pada datangnya built-in Wi-Fi dengan NFC, serta deteksi flicker yang juga diterapkan pada kamera Canon EOS 5DS dan 5DS R, fitur ini di adopsi dari Canon EOS 7D Mark II sebagai kamera Canon pertama yang menggunakan fitur ini. 

Beberapa perbedaan akan tampak pada beberapa fitur dan teknologi baru pada kedua kamera ini. Pertama yang membedakan kedua kamera tersebut adalah LCD informasi di bagian atas body kamera yang hanya terdapat pada T6s/760D. Kedua adalah adanya quick control dial dibagian belakang kamera juga hanya di T6s. Ketiga adalah Sensor mata untuk mematikan LCD panel saat membidik subjek menggunakan viewfinder. Keempat T6s menawarkan Servo AF Live View yang memberikan kemungkinan untuk melakukan continous AF saat berada pada modus busrt. Keuntungan lain dari T6s adalah kemampuan merekam video HDR secara real time, dikatakan fitur ini sangat potensial bagi peminat videografi tingkat pemula. Keempat fitur tersebut yang membedakan antara T6s dan T6i dan berpengaruh pada harga jual kedua kamera, di mana T6s sedikit lebih mahal dibanding dengan T6i.
Review Kamera DSLR Canon EOS 760D dan Canon EOS 750D

Namun dari keempat fitur yang membedakan keduanya, baik T6s maupun T6i masih mempertahankan beberapa fitur dari pendahulunya T5i, yaitu LCD layar sentuh berukuran 3", kecepatan 5 fps untuk continous shooting dan kemampuan merekam video 1080/30p. Untuk lebih jelas mengenai perbedaan dan kesamaan utama dari kedua kamera baru dan pendahulunya anda bisa lihat tabel perbandingan berikut ini.

Spec Canon T5i Canon T6i Canon T6s
Effective resolution 18MP 24.2MP
ISO range 100 - 12800 (expandable to 25600)
AF system Hybrid CMOS AF Hybrid CMOS AF III
AF points 9 19
Metering sensor 63-zone 7560 pixel RGB+IR
Continuous shooting 5 fps
Info screen on top plate No Yes
Quick control dial No Yes
Servo AF in live view No Yes
Video 1080/30p
Wi-Fi No Yes (with NFC)

Selanjutnya kita akan berpaling ke bagian body kamera. Secara umum desain yang diterapkan pada Rebel T6s dan T6i menyesuaikan dengan apa yang ada pada pendahulunya T5i. Perbedaan utama yang sangat kelihatan ada dibagian atas badan T6s di mana terdapat LCD informasi display. Bagian depan kamera terdapat penerima IR, lampu AF-assist dan mikrofon stereo. Dibagian kiri body kita bisa menemukan slot kartu SD. Perbedaan letak port ON/OF akan terlihat sekilas dengan sisi letak yang berlawanan. Body kamera terbuat dari bahan paduan dari aluminium, polycarbonate chassis dan komposit kulit. Meskipun tidak terlihat sekokoh pendahulunya di Canon EOS 70D, namun kedua rebel ini terkesan mewah.

Dengan berbagai penjelasan di atas maka bisa disimpulkan bahwa kedua kamera baru ini banyak mengalami peningkatan dari T5i sebagai pendahulunya. Hal tersebut dapat dilihat dari sensor, AF sistem, metering sensor dan fitur Wi-Fi. Sedangkan jika dibandingkan dari T6s dan T6i, makan T6s lebih unggul dengan LCD informasi, Servo AF, Quick control dial dan sensor mata. Di luar itu keduanya memiliki kekuatan yang sama. Kamera baru ini baru akan dirilis pada April 2015. Perkiraan harga untuk T6s adalah $848 (Rp. 11 jutaan) dan T6i $749 (Rp. 9,6 jutaan). Untuk mengetahui harga kamera DSLR Canon yang lain silahkan kunjungi Daftar Harga Kamera DSLR Canon Terbaru.

Spesifikasi Kamera Canon Rebel T6s (EOS 760D) dan Rebel T6i (EOS 750D)

Spec Canon EOS Rebel T6s (EOS 760D) Canon EOS Rebel T6i (EOS 750D)
Body type
Body type Compact SLR
Body material Aluminum alloy chassis, composite exterior
Sensor
Max resolution 6000 x 4000
Image ratio w:h 1:1, 4:3, 3:2, 16:9
Effective pixels 24 megapixels
Sensor photo detectors 25 megapixels
Sensor size APS-C (22.3 x 14.9 mm)
Sensor type CMOS
Processor DIGIC 6
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100-12800 (expandable to 25600)
White balance presets 8
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Fine, normal
File format JPEG (Exif v2.3, DPOF v2.0)
Raw (Canon CR2)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Touch, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes (via flash)
Manual focus Yes
Number of focus points 19
Lens mount Canon EF/EF-S
Focal length multiplier 1.6×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fully articulated
Screen size 3″
Screen dots 1,040,000
Touch screen Yes
Screen type TFT-LCD
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentamirror)
Viewfinder coverage 95%
Viewfinder magnification 0.82×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Program, Shutter priority, Aperture priority, Manual, Scene Intelligent Auto
Scene modes Portrait, Landscape, Close-up, Sports, Kids, Food, Candlelight, Night portrait, Handheld night scene, HDR backlight control
Built-in flash Yes
Flash range 12.00 m (at ISO 100)
External flash Yes (via hot shoe)
Flash X sync speed 1/200 sec
Drive modes Single, Continuous, Silent single shot, Silent continuous, Self-timer, Continuous after self-timer
Continuous drive 5.0 fps
Self-timer Yes (2 or 10 secs)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Partial
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±2 (3 frames at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (30p, 25p, 24p), 1280 x 720 (60p, 50p), 640 x 480 (30p, 25p)
Format MPEG-4, H.264
Videography notes Choice of compression (standard, lightweight). HDR movie mode. Choice of compression (standard, lightweight)
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC (UHS-I compatible)
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (mini-HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port No
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (wired or via smartphone)
Physical
Environmentally sealed No
Battery Battery Pack
Battery description LP-E17 lithium-ion battery @ charger
Battery Life (CIPA) 440
Weight (inc. batteries) 565 g (1.25 lb / 19.93 oz) 555 g (1.22 lb / 19.58 oz)
Dimensions 132 x 111 x 78 mm (5.2 x 4.37 x 3.07″) 132 x 101 x 78 mm (5.2 x 3.98 x 3.07″)
Other features
Orientation sensor Yes
GPS None
Diberdayakan oleh Blogger.

Item Promo dari :