Tampilkan postingan dengan label Kamera Mirrorless. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamera Mirrorless. Tampilkan semua postingan
oleh AneKamera - Jarang sekali kita membahas brand kamera semacam Fujifilm yang memang tidak terlalu banyak hadir variannya di pasaran. Namun meskipun begitu merk dagang dalam dunia imaging ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa tahun yang lalu siapa yang tidak mengenal Fujifilm yang sudah berpengalaman selama 80 tahun dalam dunia fotografi, kamera dengan pengguna terbesar hingga saat ini masih mampu menunjukkan taringnya di antara gempuran para kompetitiornya. Nah kali ini kami akan mencoba membahas mengenai review kamera Fujifilm X-Pro2 yang di dalam jajaran kamera Fujifilm masuk ke dalam jajaran kamera mirrorless X Series. Kamera ini serasa unik saat anda gunakan, sebab anda serasa memegang kamera dari generasi jaman dahulu atau jadul.

Fujifilm X-Pro2 memang sengaja di desain dengan body retro setidaknya untuk mengenang kejayaan masa lalu. Namun di balik desain retro dan jadul tersebut, kamera ini menyimpan teknologi dan fitur yang sangat canggih. Kecanggihan yang diusung oleh Fujifilm X-Pro2 bahkan mampu bersaing dengan kamera digital masa kini atau kamera pendatang baru. Ingat kamera ini pernah menjadi raja nya kamera di Indonesia pada beberapa tahun yang lalu dari sekarang, bahkan kamera ini memiliki pengalaman selama 80 tahun dalam dunia fotografi film, maka tak heran jika kamera ini bisa jadi menjadi kamera yang mampu merebut hati pengguna yang ada pada saat ini.

X-Pro2 merupakan salah satu kamera dari empat kamera yang hadir bagi para pecinta setianya di tahun 2016 ini. Kamera dengan berbagai fitur dan teknologi baru nan canggih dan serbaguna akan menjadi kamera yang tak akan kalah dari para kompetitor pendatang baru. Hanya dilihat dari desain retronya saja sudah mampu membangkitkan antusias, apalagi jika melihat berbagai kekuatan yang di usungnya. Nah untuk lebih jelasnya mengenai kamera Fujifilm X-Pro2 ini mari kita simak penjelasan singkat yang berikut ini.

Sensor X-Trans CMOS III

Mengusung sensor hasil pengembangan terbaru yaitu sensor X-Trans CMOS III APS-C setinggi 24.3 Megapixel cukup membanggakan. Sensor yang digunakan pada kamera ini merupakan sensor dengan pixel tertinggi dari semua kamera X-series yang ada. Sensor canggih ini dikombinasikan dengan lensa XF, memberikan gambar dengan resolusi yang dirasakan jauh lebih besar dari jumlah pixel yang digunakan. Selain itu phase detection pixel telah diposisikan di atas area yang lebih besar untuk kinerja AF yang lebih cepat dan deteksi fase yang lebih tepat. Kinerja sensitivitas ISO tinggi juga telah ditingkatkan ke titik di mana seluruh sensitivitas sekarang bisa digunakan secara yakin hingga pada tingkat maksimum ISO 12800 (output sensitivitas bisa diperpanjang hingga 51200).

X Processor Pro

Juga merupakan hasil pengembangan terbaru, sebuah mesin pengolahan gambar yang kemudian disebut sebagai X-Processor Pro. Sangat jauh meninggalkan mesin pengolahan dari kamera mirrorless sebelumnya Fujifilm X-T1 IR yang masih menggunakan EXR Processor II. Fujifilm X-Pro2 dengan X-Processor Pro sekarang memiliki kecepatan 4x lebih cepat dari model konvensional. Hal ini sekaligus mampu memaksimalkan sensor X-Trans CMOS III untuk memastikan sensor tersebut memberikan kualitas gambar tertinggi dengan waktu respon yang super cepat.

Lebih lanjut lagi, berkat teknologi membaca kecepatan tinggi dari sensor, kecepatan tampilan EVF konvensional yang sebelumnya 54fps telah ditingkatkan menjadi 85fps (dalam mode High Performance). Hal ini secara substansial mampu mengurangi fenomena gambar delay ketika pelacakan subjek yang bergerak. Blackout setelah rilis juga telah berkurang sekitar setengah dan kompresi RAW juga telah didukung, dengan demikian meningkatkan kemudahan dalam penanganan data RAW tersebut. Fujifilm X-Pro2 juga memiliki CPU baru untuk memproses dalam kecepatan tinggi, juga memori buffer telah ditingkatkan untuk resepon lebih cepat.

Advanced Hybrid Multi Viewfinder

Fotografer handal sangat suka melihat subjek dari jendela bidik (viewfinder) untuk mengambil foto, itulah alasan mengapa model X-series telah menggunakan finder dari awal. Menggabungkan keunggulan dari OVF dan EVF, Fujifilm telah disempurnakan dengan hadirnya Advanced Hybrid Multi Viewfinder dengan tiga pilihan tampilan yang menarik. Kini pengguna dapat kembali ke akar fotografi dengan viewfinder canggih yang pernah ada di dunia. Dengan kecanggihan dari Hybrid Multi Viewfinder memungkinkan pengguna untuk beralih antara pilihan optikal maupun elektronik melalui tuas tunggal. Fitur rangefinder baru bisa dipilih dengan cara yang sama.

Electronic Rangefinder

Electronic Rangfinder (ERF) secara bersamaan menampilkan jendela EVF kecil pada viewfinder optik. Hal ini dapat ditampilkan dalam tiga cara yang berbeda, yaitu : 100% field of view, 2.5x pembesaran dan 6x pembesaran. Dengan kelebihan ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa fokus, sudut pandang, exposure dan white balance secara real time, bahkan ketikan mengambil foto melalui OVF. Hal serupa juga bisa digunakan dengan MF Assist, MF yang tepat sangat mungkin dalam OVF mode.

Diopter Adjustment

Sistem viewfinder optik canggih semakin tampak nyata dalam kamera Fujifilm X-Pro2 terbaru. Desain jendela bidik optikal kini telah diperbaiki, memindahkan titik mata dari 14mm pada model sebelumnya menjadi 16mm. Sebuah tombol diopter koreksi juga disertakan, hal ini membuat jendela bidik akan semakin nyaman untuk digunakan.

Sistem fokus menggabungkan kecepatan dan akurasi AF dengan MF sederhana

Menonjolkan sbjek dari foto yang diambil. Untuk para fotografer, fokus merupakan pekerjaan yang sangat penting. Meskipun saat ini autofokus bereaksi lebih cepat daripada mata manusia, daya tarik dan tingkat kepercayaan pada manual fokus tidak pernah akan hilang karena memberi tantangan tersendiri kepada para fotografer. Operasi cincin manual fokus untuk memilih elemen tertentu dalam bingkai seringkali sangat penting, sedangkan kecepatan tidak selalu menjadi segalanya bagi seorang fotografer handal.

Review Harga Kamera Fujifilm X-Pro2 dan Spesifikasi

Fokus Lever

Fokus Lever memungkinkan pengguna untuk langsung mengubah area fokus. Berada di bagian belakang body kamera fokus lever dapat dipindahkan layaknya joystick di delapan arah untuk segera memindahkan area fokus. Dan sekarang, perubahan area fokus yang cepat bisa dilakukan, bahkan pada saat menyusun gambar. Hal ini tidak hanya tersedia untuk memindahkan titik autofokus selama mode AF, tetapi juga bisa digunakan selama mode MF untuk segera memindahkan area tampilan diperbesar bila menggunakan MF Assist.

Phase Detection area AF diperluas 7x7


Jumlah titik fokus yang dipilih telah diperluas dari 49 pada model kamera sebelumnya menjadi 77. Hal ini menjadi sekitar 40% dari luas pencitraan sekarang tercakup dengan cepat, fase deteksi AF pixel presisi, yang artinya kecepatan fokus saat memotret subjek yangbergerak telah meningkat secara dramatis.

Desain body memaksimalkan kepraktisan

Tidak ada satupun fotografer ingin melepas mata mereka dari jendela bidik dengan alasan takut kehilangan momen yang sempurna. Dengan dasar alasan tersebut, aspek desain utama telah terkonsentrasi pada sisi bagian kanan kamera. Pengaturan exposure utama yang tersedia pada dial untuk kontrol ujung jari secara cepat. Perubahan juga dapat dibuat saat kamera dimatikan, sehingga pengguna akan selalu siap untuk kesempatan foto berikutnya. Berkat kesederhanaan kamera Fujifilm X-Pro2, pengguna akan dengan mudah menciptakan karya yang menakjubkan.

kompensasi eksposure


Kompensasi eksposur begitu sering digunakan, kini kompensasi eksposur telah dibuat menjadi dual-purpose dial. Kompensasi up ± 3 stop di 1/3 langkah menjadi sangat mungkin bahkan dengan kamera yang sedang digunakan untuk membidik melalui jendela bidik, ini berkat dial bentuk knurled (menonjol). Tetapi jika posisi C dipilih, kompesasi hingga ± 5 stop mungkin menggunakan perintah dial bagian depan.

Dual-Fungsi ISO Dial

Kecepatan rana dan ISO kini telah digabungkan menjadi satu dial, yang tentunya akan mengingatkan pada penemuan pada kamera model film sebelumnya. Mengubah ISO dilakukan dengan mengangkat bagian terluar dari dial. Sekarang semua pengaturan exposure dapat dilakukan dengan cara mudah dan cepat.

Perintah dial depan untuk penanganan lebih nyaman


Fujifilm X-Pro2 memiliki perintah dial baru dibagian depan. Hal ini digunakan untuk mengatur kecepatan rana menengah yang tidak tersedia pada shutter speed dial pada saat pengambilan gambar manual atau Shutter Speed Priority Mode. Ini juga digunakan untuk menggeser kombinasi eksposur terprogram saat pengambilan gambar dalam mode program.

Body Magnesium

Dilapisi dengan cat semi gloss yang sama dengan X-Pro1, body mewah model ini terbuat dari magnesium alloy yang sangat kuat dan kokoh, selain itu bahan ini akan terasa nyaman, solid dan handal dalam pegangan tangan. Tombol dial terbuat dari aluminium dan dioperasikan dengan klik yang meyakinkan. Selain itu, Fujifilm X-Pro2 memiliki banyak prasyarat dari sebuah kamera profesional, termasuk tahan terhadap debu, tahan air dan kemampuan untuk bekerja pada suhu rendah, smua berkat 61 segel cuaca disekitar body. Dengan demikian pengguna dapat menembak gambar dengan penuh keyakinan tanpa takut dengan cuaca ekstrim.

1/8000 sec. Shutter Speed

Kamera baru Fujifilm ini telah dilengkapi dengan focal plane shutter yang membanggakan, dengan daya tahan 150.000 tembakan, kecepatan maksimum 1/8000 detik dan kecepatan sync flash 1/250 detik. Selanjutnya, kamera ini juga mencakup shutter elektronik dengan operasi benar-benar diam dan kecepatan maksimum 1/32000 detik, yang memungkinkan pengguna untuk memilih apertur maksimum bahkan dalam kondisi terang.

Movie Shooting

Frame rate bisa dipilih dari 60fps, 30fps, 35fps dan 24fps untuk film Full HD dan jua mendukung format film di seluruh dunia. Ha ini juga memungkinkan untuk mengubah pengaturan aperture, shutter speed, dan kompensasi eksposure saat pemotretan film. Sama seperti pada gambar diam, program, aperture priority, shutter priority dan mode manual dapat dipilih, juga mode simulasi film. Berbagai ekspresi dapat dinikmati seperti gaya dokumenter dengan Classic Chrome.

Aplikasi dan Konektivitas

Memanfaatkan dedikasi aplikasi baru 'Fujifilm Camera Remote', pengguna bisa melakukan fokus dan trigger release kamera menggunakan smartphone atau tablet. Aplikasi ini tidak hanya memungkinkan pengguna menyesuaikan fokus, tetapi juga bisa untuk mengontrol pengaturan seperti kecepatan rana, aperture, kompensasi exposure, dan sensitivitas ISO. Bahkan pengguna dapat menerapkan pengaturan lainnya seperti simulasi film, self timer dan flash, sementara sentuhan AF memungkinkan pengguna fokus dari ponsel atau tablet.

Fungsi lain dari 'Fujifilm Camera Remote' adalah untuk mentranfer secara nirkabel dengan cara mudah dari kamera ke smartphone atau tablet. Tanpa harus memasukkan ID atau password. Hanya dengan sentuhan tombol, pengguna bisa mentransfer gambar berkualitas tinggi ke ponsel atau tablet untuk siap di upload ke blog atau situs jejaring sosian favorit pengguna.

Konektivitas lain yang juga bisa digunakan dengan mudah dan sederhana adalah mentransfer secara otomatis dan menyimpan foto pada PC melalui Wi-Fi. Hanya dengan menghidupkan PC dan pilih PC AutoSave dari menu kamera untuk mentransfer dan menyimpan secara nirkable foto dan film ke PC di rumah.

Kamera ini sudah hadir di Indonesia dengan harga yang lumayan agak tinggi, mengingat berbagai pengembangan baru yang menempel pada kamera keren ini. Meski dibalut dengan body mungil namun harga tak semungil body kamera tersebut. Harga yang berlaku di Indonesia berada pada kisaran 23 jutaan. Siap untuk dunia fotografi modern? Segera siapkan kocek untuk kamera keren ini.

Spesifikasi Fujifilm X-Pro2

Model Name FUJIFILM X-Pro2
Number of effective pixels 24.3 millions pixels
Image sensor 23.6mm x 15.6mm(APS-C)X-Trans CMOS III with primary color filter.
Sensor Cleaning system
Ultra Sonic Vibration
Storage media SD memory card(up to 2GB) / SDHC memory card(up to 32GB) / SDXC memory card( to 256GB)
UHS-I/UHS-II(Only Slot 1)
File format Still image
JPEG (Exif Ver.2.3), RAW : 14bit RAW(RAF original format), RAW+JPEG (Design rule for Camera File system compliant / DPOF-compatible)
Movie
Movie File Format: MOD
Movie Video Compression: MPEG-4 AVC / H.264
Audio: Linear PCM/ Stereo sound 48KHz sampling
Number of recorded pixels L: (3:2) 6000 x 4000 / (16:9) 6000 x 3376 / (1:1) 4000 x 4000
M: (3:2) 4240 x 2832 / (16:9) 4240 x 2384 / (1:1) 2832 x 2832
S: (3:2) 3008 x 2000 / (16:9) 3008 x 1688 / (1:1) 2000 x 2000
Lens mount FUJIFILM X mount
Sensitivity AUTO1 / AUTO2 / AUTO3(up to ISO12800) / ISO200 to 12800(1/3 step)(Standard Output Sensitivity)
Extended output sensitivity : ISO100 / 25600 / 51200
Exposure control TTL 256-zone metering, Multi / Spot / Average / Center Weighted
Exposure mode P(Program AE) / A(Aperture Priority AE) / S(Shutter Speed Priority AE) / M(Manual Exposure)
Exposure compensation -5.0EV - +5.0EV, 1/3EV step
(movie recording : -2.0EV - +2.0EV)
Image Stabilizer Supported with OIS type lenses
Shutter speed Mechanical Shutter
4 sec. to 1/8000 sec.(P mode), 30 sec. to 1/8000 sec.(All modes)
Bulb mode(up to 60 min), TIME : 30 sec. to 1/8000 sec.
Electronic Shutter
1 sec. to 1/32000 sec.(P / A / S / M modes)
Bulb mode : 1 sec. fixed, TIME : 1 sec to 1/32000sec
Mechanical + Electronic Shutter
4 sec. to 1/32000 sec.(P mode), 30 sec. to 1/32000 sec.(All modes)
Bulb mode(up to 60 min), TIME : 30 sec. to 1/32000 sec.
Synchronized shutter speed for flash
1/250 sec. or slower
Continuous shooting Approx. 8.0 fps(JPEG : 83 frames Lossless compression RAW : 33 frames Uncompressed RAW : 27 frames)
Approx 3.0 fps(JPEG : endless Lossless Compression RAW : endless Uncompressed RAW : 36 frames)
* recordable frames depends on recording media
* Speed of continuous shooting depends on shooting environment and shooting frames
Auto bracketing AE Bracketing(±2EV / ±5/3EV / ±4/3EV / ±1EV / ±2/3EV / ±1/3EV)
Film simulation bracketing(Any 3 types of film simulation selectable)
Dynamic Range Bracketing (100% · 200% · 400%)
ISO sensitivity Bracketing (±1/3EV / ±2/3EV / ±1EV)
White Balance Bracketing (±1 / ±2 / ±3)
Focus mode
Single AF / Continuous AF / MF
type
Intelligent Hybrid AF (TTL contrast AF / TTL phase detection AF)
AF frame selection
Single point AF : EVF / LCD / OVF : 11x7/21x13(Changeable size of AF frame among 5 types),
Zone AF : 3x3 / 5x5 / 7x7 from 77 areas on 11x 7 grid,
Wide / Tracking AF : (up to 18 area) 
* AF-S : Wide
* AF-C : Tracking
White balance Automatic Scene recognition /
Custom1 to 3 / Color temperature selection(2500K - 10000K) /
Preset : Fine, Shade, Fluorescent light (Daylight), Fluorescent light (Warm White), Fluorescent light (Cool White), Incandescent light, Underwater
Self-timer 10 sec. / 2 sec. Delay
Interval timer shooting Yes (Setting : Interval, Number of shots, Startinng time)
Flash modes Red-eye removal OFF
Auto / Forced Flash / Slow Synchro / Suppressed Flash / Rear-curtain Synchro / Commander
Red-eye removal ON
Red-eye Reduction Auto / Red-eye Reduction & Forced Flash / Red-eye Reduction & Slow Synchro / Suppressed Flash / Red-eye Reduction & Rear-curtain Synchro / Commander
* Red-eye removal is active when Face Detection is set to ON.
Hot shoe Yes (Dedicated TTL Flash compatible)
Viewfinder OVF
Reverse Galilean viewfinder with electronic bright frame display
Coverage of frame area v.s. capturing area: approx.92% Magnifications approx x0.36 / x0.60
EVF
0.48-in TFT color viewfinder Approx 2.36 millions dots(4:3) Coverage of viewing area vs. capturing area : approx. 100%
Eyepoint : approx 16mm(from the rear end of the camera's eyepiece) Diopter adjustment : -4 to +2m-1
Magnification : 0.59x with 50 mm lens (35mm equivalent) at infinity and diopter set to -1.0m-1
Diagonal angle of view : approx 29.1°(Horizontal angle of view : approx 24.4°)
Built-in eye sensor
LCD monitor 3.0-inch, aspect ratio 3:2, approx 1.62 millions dots
Movie recording Full HD 1920x1080 60p / 50p / 30p / 25p / 24p up to 14 min.
HD 1280x720 60p / 50p / 30p / 25p / 24p up to 28 min
* Use a card with SD Speed Clas
Film Simulation mode 15 modes (PROVIA / Standard, Velvia / Vivid, ASTIA / Soft, CLASSIC CHROME, PRO Neg.Hi, PRO Neg.Std, Black& White, Black& White+Ye Filter, Black& White+R Filter, Black& White+GFilter, Sepia, ACROS, ACROS+Ye Filter, ACROS+R Filter, ACROS+G Filter)
Dynamic range setting AUTO, 100%, 200%, 400%
ISO restriction(DR100% : No limit, DR200% : ISO400 or more, DR400% : ISO800 ore more )
Advanced filter Toy camera / Miniature / Pop color / High-key / Low-key / Dynamic tone / Soft focus / Partial color (Red / Orange / Yellow / Green / Blue / Purple)
Wireless transmitter Standard
IEEE 802.11b / g / n (standard wireless protocol)
Encryption
WEP / WPA / WPA2 mixed mode
Access mode
Infrastructure
Wireless function Geotagging, Wireless communication (Image transfer), View & Obtain Images, Remote camera shooting, PC Autosave, instax printer print
Other functions Exif Print, PRINT Image Matching II, Language(35 languages including JP / EN), Time difference, exposure preview on LCD during Manual mode, EVF brightness, EVF color, LCD brightness, LCD color, Mode effect on monitor, Customize
Terminal Digital interface
USB 2.0 High-Speed / Micro USB
* connectable with Remote Release RR-90 (sold separately)
HDMI output
HDMI micro connector (Type D)
Others
Microphone / shutter release input: ø2.5mm, stereo mini connector
Hot shoe, Syncronized terminal *Mechanical release S1 button
Power supply NP-W126 Li-ion battery (included)
Dimensions 140.5mm (W) x 82.8mm (H) x 45.9mm (D) / 5.5in. (W) x 3.3in. (H) x 1.8in. (D)
(Minimum depth: 34.8mm / 1.4 in.)
Weight Approx. 495g / 15.7 oz. (including battery and memory card)
Approx. 445g / 17.5 oz. (excluding accessories, battery and memory card)
Operating Temperature -10°C - 40°C / +32°F - +104°F
Operating Humidity 10 - 80% (no condensation)
Battery life for still images Approx. 250 / 350 frames (EVF / OVF, When XF35mmF1.4 R is set)
Battery life for movies*4 single consecutive movie: approx. 110 min. (Face detection is set to OFF)
Starting up period Approx 0.4sec.
* Fujifilm research
Accessories included Li-ion battery NP-W126
Battery Charger BC-W126
Shoulder strap
Body cap
Strap clip
Protective cover
Clip attaching tool
Owner's manual
Warranty+D66

AneKamera - Sony kini banyak berfokus pada kamera mirrorless dan dari waktu ke waktu semakin disempurnakan. Tak heran jika raja sensor dunia ini terus menggenjot produksinya di kamera mirrorless. Kali ini kami akan kembali menghadirkan review kamera Sony Alpha 6300 atau Sony A6300. Sony Alpha 6300 merupakan kamera mid-range mirrorless yang terbaru dari Sony. Kamera terbaru ini menawarkan resolusi setinggi 24 Megapixel masih sama dengan pendahulunya yaitu Sony Alpha 6000 yang hadir tahun 2014 yang lalu. Namun meskipun mengusung resolusi yang sama besar, Sony Alpha 6300 telah meningkatkan berbagai kemampuan pada kamera barunya, antara lain kemampuan autofokus, kemampuan perekaman video, pembangunan kualitas gambar, dan resolusi viewfinder.

Diantara berbagai peningkatan kemampuan, yang paling menarik dari berbagai peningkatan yang adala adalah dari sensor baru yang dijejalkan pada kamera ini. Meskipun mengusung pixel yang sama, sensor Alpha 6300 memiliki kelebihan pada 425 point deteksi phase autofokus. Saat kemunculan Sony Alpha 6000 dua tahun yang lalu saja sudah menawarkan sistem autofokus  yang terbaik di kelasnya untuk mengidentifikasi dan melacak subjek, sehingga ketika Alpha 6300 hadir dengan peningkatan yang luar biasa menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan. Sensor baru yang digunakan juga dibangun menggunakan proses fabrikasi yang lebih baru menggunakan kabel tembaga untuk membantu meningkatkan kinerja sensor sekaligus mungkin akan berkontribusi besar dalam memperpanjang waktu hidup saya baterai.

Kamera sebelumnya A6000 telah menjalani sukses besar dan telah mendominasi lapangan baik dari kemampuan maupun harganya hingga memasuki akhir dari karismanya. Selain mengambil kesuksesan dari kamera A6000 yang sudah dua tahun menemani pengguna, A6300 juga mengadopsi beberapa kehebatan dari kamera mirrorless yang jauh lebih lama dari resolusi viewfinder yang tinggi dan body magnesium alloy yang diambil dari Sony NEX-6. Kemampuan ini menghasilkan kombinasi yang apik untuk kamera mirrorless dengan kekuatan mendekati kemampuan kamera DSLR.

Seperti hal nya kamera E-mount seri 6 yang lain pada era sebelumnya, fitur flip up/down rasio layar 16:9 juga ditanamkan pada kamera barunya ini. Bentuk layar ini memberi isyarat bahwa kamera ini bisa digunakan secara baik untuk video maupun gambar diam. Fitur video pada kamera baru ini talah mengalami upgrade yang sangat jauh meninggalkan pendahulunya. Upgrade yang tejadi tentu saja mengikuti perkembangan kualitas video saat ini yaitu kualitas 4K UHD di 24p atau 25p dari full sensor atau 30p dari tighter crop. Upgrade yang lain adalah adanya socket mic, Picture Profile video sistem berfokus (meliputi flat S-log2 dan S-log3 gamma curves), dan kemampuan merekam kode waktu.

Melalui berbagai peningkatan yang dilakukan pada kamera A6300, artinya kamera ini menekankan bahwa kamera ini baik untuk digunakan ara pecinta videografi. Hal ini dengan melihat bahwa kemampuan kamera untuk stills dianggap sudah mampu bersaing dengan kamera terbaik yang ada dipasaran, sedangkan kemampuan video menghantam para pesaingnya saat ini. Sony Alpha 6300 tidak hanya mencakup focus peaking dan zebra stripes saja, tetapi deteksi fase on sensor juga bekerja sangat baik. Selain itu kemampuan untuk kembali fokus saat menembak dengan resiko goyangan fokus dan hunting dibuat lebih mudah untuk menembak lebih baik dan nyaman.

Semua kelebihan dalam kamera A6300 ini membuatnya tidak berlebihan jika diberi predikat menjanjikan. Sebuah sensor Sony dari generasi terbaru saja sudah bisa diartikan sebagai hal yang baik untuk kualitas gambar dan sistem autofokus yang memiliki kinerja luar biasa sudah merupakan prospek yang sangat menarik. Spesifikasi video sudah didukung dengan sangat baik, viewfinder juga sudah ditingkatkan, untuk keamanan pengguna dari cuaca body kamera juga sudah diberi segel tahan cuaca. Dengan berbagai peningkatan yang ada kamera ini bisa dinobatkan sebagai kamera raja APS-C ILC. Namun dengan segudang teknologi dan fitur keren yang diusungnya akan mempengaruhi harga jualnya yang pastinya akan meningkat.

Melihat dari body yang digunakan pada Alpha 6300 akan mengingatkan pengguna pada kamera pendahulunya. Body ini sangat identik dengan kamera Sony Alpha 6000. Namun jika dipasangkan bersebelahan maka anda akan mengatakan bahwa itu hanya tipuan semata. Artinya bahwa kamera baru memiliki body yang lebih substansial konstruksi magnesium alloy, dan lebih terlihat dalam daripada kamera pendahulunya. Sony melalui A6300 telah menciptakan satu set kamera yang benar-benar baru dari set tool, namun hanya mencoba untuk terlihat semirip mungkin dari pendahulunya.
Review Harga Kamera Sony Alpha 6300 dan Spesifikasi

Tombol operasi sedikit agak kurang nyaman bagi pengguna yang memiliki jari tangan yang besar, namun pengecualian untuk tombol REC, tombol ini diposisikan pada tempat yang tepat sehingga mudah dalam mengoperasikan kamera. Perintah dial di bagian atas kanan kamera juga  terletak pada posisi yang bagus dan berbobot dan sedikit terhindar dari sentuhan yang tidak sengaja bisa mengganggu proses memotret. Namun untuk beberapa tombol di bagian belakang kamera masih kurang begitu mengesankan peletakan tombol masih kurang nyaman apabila dioperasikan sambil memegang kamera untuk menembak. Namun secara keseluruhan kamera Sony Alpha A6300 ini cukup memuaskan dari performa dan hasilnya.

Demikian review kamera Sony Alpha 6300 yang bisa kami berikan untuk anda. Semoga dengan penjelasan singkat di atas anda bisa memperoleh informasi sebelum memutuskan untuk membeli kamera ini sebagai teman sehari-hari anda. Secara tampilan dan berbagai tombol memang serasa kurang memuaskan, namun seiring berjalannya waktu pengguna pasti akan terbiasa dan makin mahir menggunakan kamera tersebut. Untuk performa kamera ini sangat menjanjikan untuk menghasilkan foto maupun video dengan kualitas yang sangat tinggi. Kamra ini bisa anda dapatkan dengan harga $1,148 atau sekitar 15 jutaan dengan lensa 16-50mm. Untuk melihat harga kamera Sony lebih lengkap Kunjungi daftar harga kamera Sony.

Spesifikasi Sony Alpha 6300

Body type
Body type Rangefinder-style mirrorless
Body material Magnesium-alloy
Sensor
Max resolution 6000 x 4000
Other resolutions 3:2 (4240 x 2832, 3008 x 2000), 16:9 (6000 x 3376, 4240 x 2400, 3008 x 1688)
Image ratio w:h 02.16,2
Effective pixels 24 megapixels
Sensor photo detectors 25 megapixels
Sensor size APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Sensor type CMOS
Processor BIONZ X
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100-25600, expandable to 51200
Boosted ISO (maximum) 51200
White balance presets 10
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Extra fine, fine, normal
File format JPEG (Exif v2.3)
Raw (Sony ARW v2.3, 14-bit)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor)
Phase Detect
Multi-area
Center
Selective single-point
Tracking
Single
Continuous
Face Detection
Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom Yes (2x-8x)
Manual focus Yes
Number of focus points 425
Lens mount Sony E (NEX)
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 921,6
Touch screen No
Screen type TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.7×
Viewfinder resolution 2,359,296
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Auto
Program
Aperture Priority
Shutter Priority
Manual
Scene modes Portrait
Landscape
Macro
Sports Action
Sunset
Night Portrait
Night Scene
Handheld Twilight
Anti Motion Blur
Built-in flash Yes
Flash range 6.00 m (at ISO 100)
External flash Yes
Flash modes Flash off, Autoflash, Fill-flash, Rear Sync., Slow Sync., Red-eye reduction, Hi-speed sync, Wireless
Flash X sync speed 1/160 sec
Drive modes Single
Continuous (Hi+ / Hi / Mid / Low)
Self-timer
Bracketing
Continuous drive 11.0 fps
Self-timer Yes
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±5 (3, 5 frames at 1/3 EV, 1/2 EV, 2/3 EV, 1 EV, 2 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 4K (3840 x 2160 @ 30p/24p), 1920 x 1080 (120p, 60p, 60i, 30p, 24p), 1280 x 720 (24p)
Format MPEG-4, AVCHD, XAVC S, H.264
Videography notes Supports X-AVC S up t0 100 Mbps, ACHD to 28Mbps
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (micro-HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port No
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (via smartphone)
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description NP-FW50 lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA) 400
Weight (inc. batteries) 404 g (0.89 lb / 14.25 oz)
Dimensions 120 x 67 x 49 mm (4.72 x 2.64 x 1.93″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (downloadable app)
GPS None

AneKamera - Kamera baru milik Panasonic ini merupakan kamera penerus dari kamera mirrorless pertama. Namun pada kamera yang baru ini Panasonic bisa dianggap sebagai kamera interchangeable lens non-spesifik, artinya bahwa pengguna tidak perlu memikirkan apakah kamera ini memiliki cermin atau tidak. Dengan demikian kamera Panasonic Lumix DMC-G7 ini layaknya sebuah miniatur kamera DSLR yang memberikan kontrol yang mudah dan lengkap. Bisa dikatakan kamera ini adalah iniatur dari kamera DSLR kelas menengah. Berbagai teknologi tentunya memegang peranan penting dari kamera ini, yang sekaligus bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk membuat gambar yang menakjubkan. Pa saja yang dibawa oleh kamera Panasonic Lumix DMC-G7, berikut reviewnya.

Kamera ini dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup solid, hal ini bisa dibuktikan dengan diusungnya sensor 16 megapixel yang sangat canggih. Dikatakan canggih karena sangat jarang sensor 16 megapixel memiliki kemampuan merekam video berkualitas 4K (UHD). Selain itu kamera Panasonic ini juga menawarkan peaking focus dan zebra highlight warning, yang merupakan dua alat utama yang sangat diperlukan untuk mengambil gambar maupun video, yang umumnya sering absen pada kamera yang lain. Kemampuan yang lain yang perlu juga digaris bawahi bahwa Panasonic juga memberikan nilai plus bagi pengguna ang tidak terlalu suka dengan videografi, yaitu sebuah iterasi baru dari Panasonic "4K Photo" mode. Ini merupakan cara pengambilan foto 4K dari perekaman video yang langsung tersimpan ke dalam memori ketika menekan tombol shutter.

Desain dari kamera Panasnic Lumix G7 yang baru ini diharapkan mampu memberikan daya tarik kepada para peminat DSLR, tidak hanya dari bodynya saja, namun tingkat kontrol langsung dari kamera juga diharapkan mampu berkompetisi dengan para pesaingnya seperti Sony Alpha 6000 (dalam hal ini juga menawarkan built-in viewfinder dan tingkat kontrol langsung), juga Fujifilm X-T10. Panasonic cukup menyadari bahwa desain yang dibawa bukan satu-satunya yang mengesankan, akan tetapi Panasonic berani menawarkan yang terbaik di kelasnya dengan kemampuan merekam video dan foto yang layak diperhitungkan. Selain itu Panasonic juga menambahkan kelebihan yang mengatakan bahwa Panasonic Lumix DMC-G7 erupakan yang terkecil di kelasnya.

Panasonic Lumix DMC-G7 juga menawarkan built-in viewfinder EVF (Electronic Viewfinder), dalam hal ini EVF ini setara dengan 2.36 juta dot LCD hingga mampu memberikan 1024x768 resolusi efektif. Panel G7 membawa layar OLED sehingga terbebas dari bias pelangi yang sering timbul pada panel yang lain seperti pada model sebelumnya. Panel yang digunakan cukup cerah dan mampu menghindari efek terlalu kontras yang sering terjadi pada implementasi OLED pada kamera yang terdahulu.

Nah secara singkat demikian review kamera Pansonic Lumix DMC-G7. Selengkapnya anda bisa melihat lebih detail pada spesifikasi di bawah ini. Hingga saat ini kamera ini belum ada di pasaran tanah air, namun sebagai informsi harga yang ditawarkan adalah $997.99 atau sekitar 13,5 juta (dengan lensa 14-14mm kit). Kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Review Kamera Panasonic Lumix DMC-G7 Harga dan Spesifikasi Lengkap

Spesifikasi Panasonis Lumix DMC-G7

Body type
Body type SLR-style mirrorless
Sensor
Max resolution 4592 x 3448
Other resolutions 4592 x 3448, 3232 x 2424, 2272 x 1704, 1824 x 1368
Image ratio w:h 1:1, 4:3, 3:2, 16:9
Effective pixels 16 megapixels
Sensor photo detectors 17 megapixels
Sensor size Four Thirds (17.3 x 13 mm)
Sensor type CMOS
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 160, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, 12800, 25600
White balance presets 5
Custom white balance Yes (2)
Image stabilization Unknown
Uncompressed format RAW
File format RAW, RAW + Fine, RAW + Standard, JPEG Fine, JPEG Standard, MPO + Fine, MPO + Standard (with 3D lens in Micro Four Thirds System standard)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Multi-area, Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Touch, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom No (2x, 4x)
Manual focus Yes
Number of focus points 49
Lens mount Micro Four Thirds
Focal length multiplier 2×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fully articulated
Screen size 3″
Screen dots 1,040,000
Touch screen Yes
Screen type TFT Color LCD with wide-viewing angle
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 1.4×
Viewfinder resolution 2,360,000
Photography features
Minimum shutter speed 60 sec
Maximum shutter speed 1/16000 sec
Exposure modes Program, Aperture Priority, Shutter Priority, Manual
Scene modes Clear Portrait, Silky Skin, Backlit Softness, Clear in Backlight, Relaxing Tone, Sweet Child's Face, Distinct Scenery, Bright Blue Sky, Romantic Sunset Glow, Vivid Sunset Glow, Glistening Water, Clear Nightscape, Cool Night Sky, Warm Glowing Nightscape, Artistic Nightscape, Glittering Illuminations, Clear Night Portrait, Soft Image of a Flower, Appetizing Food, Cute Dessert, Freeze Animal Motion, Clear Sports Shot, Monochrome
Built-in flash Yes (Pop-up)
Flash range 9.30 m
External flash Yes (Hot-shoe)
Flash modes Auto, On, Off, Red-Eye, Slow Sync
Flash X sync speed 1/160 sec
Continuous drive 7.0 fps
Self-timer Yes (2 or 10 sec, 10 sec (3 images))
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV steps)
AE Bracketing ±3 (3, 5, 7 frames at 1/3 EV, 2/3 EV, 1 EV steps)
WB Bracketing Yes (3 frames in either blue/amber or magenta/green axis)
Videography features
Resolutions 3840 x 2160 (30, 25, 24, 20fps) 1920 x 1080 (60, 50, 30, 25fps) 1280 x 720 (60, 50, 30, 25fps), 640 x 480 (30, 25 fps)
Format MPEG-4, AVCHD
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (microHDMI TypeD)
Microphone port Yes
Wireless Built-In
Physical
Environmentally sealed No
Battery Battery Pack
Battery description Lithium-Ion rechargeable battery & charger
Battery Life (CIPA) 350
Weight (inc. batteries) 410 g (0.90 lb / 14.46 oz)
Dimensions 125 x 86 x 77 mm (4.92 x 3.39 x 3.03″)
Other features
Orientation sensor Yes
GPS None

AneKamera - Kemunculan terbaru dari legenda kamera Fujifilm kembali menambah koleksi kamera digital dunia. Beberapa waktu lalu Fujfilm memperkenalkan sebuah kamera mirrorless dengan teknologi baru. Kamera tersebut diberi nama Fujifilm X-T1 IR. Berbagai spesifikasi yang diusung oleh kamera baruFujifilm tersebut tampak identik dengan pendahulunya Fujifilm X-T1, namun dalam kamera barunya Fujifilm menambahkan teknologi infrared canggih untuk melihat cahaya ultra violet (UV) yang nampak dan infrared (IR) dari bagian spektrum cahaya (sekitar 380nm-1000nm). Fujifilm X-T1 IR merupakan kamera mirrorless premium yang dirancang khusus untuk para profesional yang sangat baik dikombinasikan dengan lensa berkualitas tinggi Fujinon XF dengan hasil yang dapat di andalkan dan kualitas yang mumpuni.

Para pengguna kamera profesional dapat menggunakan Fujifilm X-T1 IR untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, dan bisa langsung medapatkan keuntungan dari X-Trans CMOS sensor II, ultra wide Real Time EVF dan layar miring beresolusi tinggi. X-T1 IR masih mempertahankan 100% silent shutter elektronik yang telah digunakan pada Fujifilm X-T1, demikian juga dengan viewfinder elektronik yang memungkinkan fungsi night vision yang sempurna dengan sumber cahaya infrared yang pada umumnya tidak terlihat oleh mata manusia. Body eksterior Fujifilm X-T1 IR dibangun dengan 100% magnesium alloy dan dirancang untuk tahan terhadap cuaca, sehingga sangat cocok digunakan untuk kondisi yang sangat menantang dalam kondisi panas dan dingin, basah dan berdebu sekalipun. X-T1 IR memiliki 80 titik penyegelan terhadap cuaca untuk penggunaan luar ruangan dan dapat menahan suhu beku hingga 14°F (-10°C).

Fujifilm X-T1 IR ini berfokus pada kedua kualitas gambar yang sangat baik serta memberikan kemampuan menembak berkecepatan tinggi. Kemampuan yang sangat canggih tersebut menggunakan sistem autofokus yang sangat cepat dan akurat. Perangkat kamera terbaru milik Fujifilm ini sudah kompatibel dengan memori SD Ultra High Speed UHS-II. Kecepatan menembak yang dimiliki oleh kamera baru ini bisa mencapai hingga 8 frame per detik. Dengan kemampuan yang super cepat dan canggih ini, X-T1 IR cocok untuk setiap pengguna dengan berbagai keperluan dan profesi kerja yang membutuhkan kualitas foto tingkat tinggi, daya tahan serta kinerja yang maksimal.

Dari review Fujifilm X-T1 IR yang singkat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kamera mirrorless generasi penerus X-T1 ini selain masih mempertahankan kekuatan dari oendahulunya juga telah menambahkan teknologi infrared yang mampu membantu pengguna untuk mendapatkan gambar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kamera ini akan segera tersedia pada Oktober 2015 dengan harga USD 1.699 atau sekitar 25 jutaan mengikuti kurs sekarang. Untuk lebih detail mengenai Fujifilm X-T1 IR silahkan anda simak spesifikasi lengkapnya berikut ini.

Review Kamera Fujifilm X-T1 IR Harga dan Spesifikasi Lengkap

Spesifikasi Fujifilm X-T1 IR

Body type
Body type SLR-style mirrorless
Sensor
Max resolution 4896 x 3264
Image ratio w:h 1:1, 3:2, 16:9
Effective pixels 16 megapixels
Sensor photo detectors 17 megapixels
Sensor size APS-C (23.6 x 15.6 mm)
Sensor type CMOS
Processor EXR Processor II
Image
ISO 200-6400 (RAW), 100-51200 (JPEG)
White balance presets 8
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Large, Medium, Small
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Manual focus Yes (MF Distance Indicator)
Lens mount Fujifilm X
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 1,040,000
Touch screen No
Screen type TFT LCD (RGBW)
Live view Yes
Viewfinder type Electronic
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.77×
Viewfinder resolution 2,360,000
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Aperture priority Yes
Shutter priority Yes
Manual exposure mode Yes
Built-in flash No (External flash EF-X8 included)
Flash range 8.00 m (ISO 100)
External flash Yes (via hot shoe or built-in flash)
Flash modes Auto, Forced Flash, Slow Synchro, Suppressed Flash, Rear-curtain Synchro, Commander
Continuous drive 8.0 fps
Self-timer Yes (10sec. / 2sec. Delay)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±3 (at 1/3 EV steps)
AE Bracketing (at 1/3 EV, 2/3 EV, 1 EV steps)
WB Bracketing Yes (+/- 1 to +/- 3)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (30, 60p), 1280 x 720 (30p, 60p)
Format H.264
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD / SDHC / SDXC (UHS-II)
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (mini HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port No
Wireless Built-In
Wireless notes Geotagging / Wireless communication (Image transfer) / View & Obtain Images / Remote camera shooting / PC Autosave
Remote control Yes (RR-90 remote release (not included))
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description NP-W126
Battery Life (CIPA) 350
Weight (inc. batteries) 440 g (0.97 lb / 15.52 oz)
Dimensions 129 x 90 x 47 mm (5.08 x 3.54 x 1.85″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (Setting: Interval, Number of shots, Starting time)
GPS Optional
GPS notes via smartphone

Diberdayakan oleh Blogger.

Item Promo dari :