Tampilkan postingan dengan label intel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intel. Tampilkan semua postingan


Desain dan Build Quality

Lenovo masih menjadi leader di beberapa negara termasuk Indonesia khususnya untuk pasar laptop budget consumer. Cita rasa laptop bisnis khas thinkpad yang tampil maskulin, sudah banyak di 'sesuaikan' agar lebih terjangkau. Menjadikan produk laptop Lenovo diyakini memiliki durabilitas setara dengan produk-produk Thinkpad, yang sebelumnya menggunaan nama besar IBM. Termasuk yang akan kita review kali ini yaitu Lenovo IdeaPad 310.

Sedangkan Asus A series, termasuk A456UR yang menjadi lawan langsung 310 kali ini, menawarkan konsep desain clamshell (kerang) khas Asus yang sudah sangat populer. Menurut saya loh, desain-nya lebih stylish dianding 310. Tapi itu objektif, yang jelas, untuk build quality, Lenovo sedikit lebih baik karena materialnya lebih tebal. Keduanya memaksimalkan material plastik untuk casing dengan finishing yang berbeda. Asus tampil lebih elegan di LCD cover dengan tekstur serat almunium yang dilapis pernish mengkilat yang menjadikannya silky. Sedangkan Lenovo, tampil lebih low-profile, plane tanpa tekstur dengan finishing cenderung kasar atau doff.



Masuk ke bagian dalam, bingkai LCD Lenovo IdeaPad 310 tampil lebih slim. Ini membuat screen to body ratio-nya lebih baik dari Asus A456UR. Keduanya sama-sama membekal webcam dengan resolusi 480p. Turun ke workstation. walau sama-sama menggunakan konsep chicklet, desain tuts keyboard sangat berbeda. Asus memprioritaskan ukuran tuts (keycaps) besar untuk kenyamanan pengguna yang memiliki jari-jari besar sekalipun. Sedangkan Lenovo, mengutamakan kepresisian dengan desain tuts sedikit cekung plus fitur accutype-nya. Untuk touchpad, Asus menawarkan dimensi touchpad yang lebih luas serta fungsi multi-gesture yang menurut saya, paling baik saat ini untuk kelas laptop menengah bawah. Namun dua tombol klik pada touchpad 310 lebih senyap saat di tekan.

Pindah ke bagian bottom cover, keduanya sama-sama memberikan akses ke komponen. Tapi Lenovo lebih baik sebab tanpa membuka keseluruhan bottom cover, pengguna bisa mengakses HDD dan wifi card. Sedang Asus, pengguna hanya bisa mengakses slot RAM. Untuk battery, keduanya tidak menawarkan opsi detachable, jadi haru membuka bottom cover keseluruhan. Untuk lubang exhaust, Lenovo juga sedikit lebih murah hati. Tapi konsekwensinya, debit kotoran yang masuk juga relatif lebih banyak. Untuk rubber foot, milik Lenovo lebih jenjang hingga memungkinkan udara yang menyelinap lebih banyak. Walau sama-sama menggunakan plastik, untuk build quality dan finishing bagian bottom cover ini, lenovo sedikit lebih baik dengan tekstur yang lebih kasar untuk menambah grip saat dibawa-bawa.

Perbandingan Spesifikasi dan Harga Asus A456UR VS Lenovo IdeaPad 310

Dimensi dan Berat
Menggunakan dimensi barebone yang sama yakni 14-inch, kedua laptop ini terlihat tidak berbeda signifikan. Lenovo IdeaPad 310 hadir dengan dimensi panjang 379 x 260, serta ketebalan 23 mm. Sedangkan dimensi Asus A456UR adalah 348 x 253 x 25.3 mm. Nampak sekali Asus sedikit lebih compact untuk panjang dan lebarnya, namun Lenovo tampil lebih slim walau 100gram lebih berat (2,2 vs 2,1 KG).

Upgrade Option
Baik Asus maupun Lenovo hanya menawarkan 1 slot RAM. 1 slot 2,5-inch SATA tanpa opsi penambah storage lain kecuali mengamputasi ODD dan memasang HDD Caddy. Sedikit catatan, intel core i5 7200U hanya mendukung DDR4 maksimal pc2133MHz. Jadi untuk anda yang ingin menambah RAM, pastikan membeli RAM DDR pc2133MHz, bukan pc2400MHz apalagi yang lebih tinggi. Sebab maintenence door Lenovo lebih modular, untuk nilai upgrade option ini tentu Lenovo sedikit lebih unggul.

Port dan Konektifitas


Untuk port serta konektifitas yang tersedia secara default, nampaknya kedua produk ini bisa dikatakan seimbang. Memang ada perbedaan pada pemilihan port, dimana Asus sudah menawarkan USB 3.1 type C namun mengorbankan salah satu port USB 3.0 type A-nya. Ini benefit yang belum semua pihak bisa merasakan saat ini. Sedang Lenovo masih setia dengan jenis port USB lama (2x USB 3.0 + 1x USB 2.0). Yang mungkin menjadi sedikit catatan adalah, Lenovo masih setia menggunakan Tip propriety khas Lenovo berbentuk persegi yang menurut saya, agak merepotkan saat mencari adaptor alternatif. Sedang untuk konektifitas, adapter WiFi yang ada pada Lenovo IdeaPad 310 ini sudah menawarkan versi a/c. Sedangkan Asus hanya menawarkan versi b/g/n.



Yang sudah baik mungkin desain exhaust kedua laptop ini, walaupun masih menggunakan single cooling fan, Keduanya sudah sama-sama membuang udara panas ke bagian belakang. Tapi untuk Lenovo, dengan mesh-hole yang lebih banyak, tentu debit udara segar yang bisa dihisap lebih banyak. Juga udara panas yang terjebak, bisa lebih cepat menemukan jalan keluar. Tapi efek negatifnya, tentu debu yang lolos kedalam akan lebih banyak.

Performa Intel Core i5 7200U

Di sisi Processor, keduanya sama-sama telah mendapat refresh ke generasi Intel core i5 generasi 7 Kaby-Lake, tepatnya Intel core i5 7200U. Processor ini memiliki base frequency 2,5GHz dan turbo frequency 3,1GHz. Ini artinya 200MHz lebih tinggi dari pendahulunya base clock i5 6200U dan 300MHz lebih tinggi untuk turbo clock-nya. Hal ini membuktikan bahwa Intel sejatinya mampu membuat CPU buatan mereka berlari sedikit lebih kencang dengan daya yang sama. Benefitnya, proses eksekusi khususnya aplikasi yang tidak mendukung pemprosesan multi-core, jadi lebih cepat.

Entah gosip yang beredar benar atau tidak, untuk Lenovo IdeaPad 310s versi garansi resmi, malah tidak menawarkan panel 1080p. Padahal poin ini yang paling membedakan dari sisi spesifikasi.   dengan pane

Nvidia Geforce 930MX vs Geforce 920MX (2GB GDDR3)

Silakan lihat ilustrasi di atas untuk cara paling gampangnya, menggambarkan dimana posisi Nvidia Geforce 930MX GDDR3 ini.

Chip grafis ini secara general setara atau bahkan lebih unggul di beberapa skenario, dibanding pendahulunya Nvidia Geforce GT940M yang ada pada Asus K401L contohnya. Seandainya yang dipakai adalah 930MX versi GDDR5, bisa dipastikan ia akan setara dengan Geforce GT745M yang notabene menawarkan Bandwith memory 128-bit.

Memang, Geforce 930MX versi GDDR3 ini paling cocok untuk laptop dengan resolusi layar HD (720p), dan akan terlihat sangat memaksa jika di sandingkan dengan Layar FHD, seperti yang ditawarkan Lenovo IdeaPad 310 versi distributor.

Entah gosip yang beredar benar atau tidak, untuk Lenovo IdeaPad 310 versi garansi resmi, malah tidak menawarkan panel 1080p. Padahal poin ini yang paling membedakan dari sisi spesifikasi.

To be continue ..



Sekilas tentang ROG

Republik Of Gamer atau di singkat ROG merupakan sub-brand dari Asus yang khusus menargetkan produk-produknya untuk pasar gaming. Asus sendiri mengawali kampanye ROG melalui komunitas forum yang akhirnya berkembang sangat besar hingga saat ini. Berawal dari ketertarikan para pengguna kelas antusias yang kala itu sedang mencari produk alternatif di luar brand asal negeri paman Sam. Asus berhasil membuat kategori produk dengan fitur yang benar-benar dibutuhkan para gamer, bukan sekedar marketing gimmick. Mulai dari sisi kualitas komponen untuk durabilitas, pendingin untuk kestabilan, hingga fitur overclock yang sangat dibutuhkan pengguna antusias untuk menghindari kemungkinan bottleneck. Asus juga berhasil membentuk aura gaming yang kental untuk setiap line-up produk ROG lewat desain yang khas.

Segmentasi ROG

Sebelumnya, Asus memiliki beberapa line-up produk kelas high-end yang sejatinya juga sangat capable untuk aplikasi gaming. Tapi menjadikan gamer sebagai target market, yang notabene membutuhkan lebih dari hardware dengan performa yang tinggi, dibutuhkan banyak pemikiran dan kerja keras untuk menciptakan nilai lebih yang mampu menjadikan produk dengan label ROG sesuai dengan keinginan para gamer bahkan untuk kelas enthusiast gamers. Dan Asus ROG-pun berhasil mendapatkan perhatian para gamers dari seluruh penjuru dunia. Namun untuk tetap mempertahankan prestasi ini, dibutuhkan inovasi terus menerus. Dan inovasi itu menetes pada produk notebook mereka yang saat ini berhasil merajai pasar gaming laptop di Indonesia. Catet..!!

ROG Gaming Notebook –Kehandalan Performa dalam Kesempurnaan Desain

Asus 1st ROG Gaming Notebook G1
Sejak pertama kali merilis G1, seperti halnya mereka merilis motherboard seri Crosshair, komitmen tentang performa menjadi standar mutlak produk Asus ROG. Sedikit sekali celah yang mengizinkan kompetitor mengambil keuntungan. Seiring permintaan pasar, varian produk notebook gaming mulai beraneka ragam. Kesemuanya dengan tujuan megisi segmentasi pengguna yang terbentuk sebab ragam genre game. Mulai dari GL series untuk casual gamers hingga GX700 series untuk gamer antusias.

Asus ROG G752VS

Terbentuknya komunitas penggemar ROG yang sangat solid, memberikan benefit sendiri bagi perkembangan produk-produk notebook gaming ROG. Masukan dari pengguna yang seringkali mengeluhkan akan bottleneck saat bertemu skenario tertentu dalam game, menjadi ide dasar diterapkannya opsi overclocking pada seri G752V. Lewat paduan hardware yang kesemuanya berasal dari kelas enthusiast, Asus ROG G752VS hadir untuk menjadi jawaban untuk membungkam statement "Main game di notebook gak akan pernah maksimal".

Standar VS Overclocking

Ada kalanya sebuah aplikasi atau skenario dalam game membutuhkan performa CPU dan GPU yang seimbang. Hal ini awalnya agak sulit diwujudkan pada platform notebook gaming dimana GPU umumnya selalu lebih superior dibanding CPU, setidaknya hingga artikel ini di terbitkan. Sebab CPU versi notebook adalah komponen yang mengalami banyak penyesuaian untuk bisa masuk dalam kompartemen yang minim. Fitur turboboost pada processor Intel merupakan jalan keluar yang manfaatnya bisa langsung terasa tanpa mengharuskan pengguna melakukan apapun. Tapi untuk beberapa skenario, fitur ini tak lagi bisa membuat CPU mengimbangi GPU. Sebab itulah dibutuhkan cara ‘paksa’ agar CPU lebih siap, yakni overclock manual.

Intel Core i7 6820HK - Overclocking Ready Mobile CPU


Namun tidak semua CPU menawarkan kemampuan ini. Dan sebab jenis CPU ini mewajibkan perlakuan khusus, dibutuhkan “wadah” yang sesuai untuk mengantisipasi efek buruk overclocking, yakni Panas!. Salah satu seri CPU yang menawarkan opsi Overclocking pada sebuah notebook adalah Intel core i7-6820HK. CPU berbasis Intel core generasi ke-6 Skylake ini menawarkan kemampuan overclock layaknya versi CPU extreme edition lewat multiplier-nya yang tidak dikunci. Dengan clockspeed awal pada Intel Core i7 6820HK yang bisa berlari lebih cepat, serta frekuensi tertnggi yang bisa dipaksa berlari hingga clockspeed 4GHz, diharapkan kinerja CPU bisa mengimbangi GPU sejak awal pemprosesan aplikasi.


Untuk mengimbangi Intel Core i7 6820HK yang sudah ‘berlari’ lebih kencang, diperlukan akses memori yang juga sepadan. Mengandalkan clockspeed standar DDR4 yang hanya 2133MHz, dirasa tidak akan sepadan. Untuk itulah, Memori utama pada Asus ROG G752VS dibuat berjalan lebih kencang hingga menyentuh 2400MHz. Memori erat sekali hubungannya dengan system storage. Sama sekali tidak lucu jika semua proses sudah siap untuk disimpan, namun system storage masih ‘sibuk’ hingga belum mampu menerima proses baru. Solusi storage HyperDrive jenis MLC (Multi Layer Cell) dari Asus memungkinkan proses baca dan tulis yang jauh lebih cepat. Ditambah lagi sudah menggunakan jalur PCI ekspres x4 atau NVMe yang memungkinkan throughput antara CPU dan SSD mencapai 2000mbps lebih. Itu kondisi single PCIe SSD, sedangkan salah satu SKU Asus ROG G752VS, dibekali dua buah PCIe SSD yang terkonfigurasi RAID 0. Ini membuat kemampuan throughput hampir menyentuh 3000mbps, glek..

3D Mobile Vapor Chamber Cooling


Bagaimana dengan panas yang pastinya lebih tinggi? Untuk meredam panas CPU yang berlari dalam keadaan standar saja, terkadang pendingin pada notebook masih jauh dari kompeten. Hampir semua vendor struggling akan hal ini. Asus sendiri hadir dengan inovasi yang mereka namakan, 3D Mobile Vapor Chamber. Di dalam Vapor Chamber sendiri terdapat cairan yang akan berubah jadi gas saat suhu sekitar mencapai derajat tertentu. Gas akan menyebar ke area yang lebih dingin hingga memungkinkan ia berubah kembali menjadi cairan, begitu seterusnya. Ini memungkinkan pendingin dengan Vapor chamber, mampu melepas panas hingga 700 watt per cm². Secara logika, teknologi pending pada Asus ROG G752VS masih capable mendinginkan dua buah GPU kelas high-end.

Jadi, mari lihat pesan utama yang sepertinya hendak disampaikan Asus lewat ROG G752VS ini?. Dengan kemampuan overclocking dari CPU Intel Skylake core i7 6820HK plus performa kartu grafis geforce GTX 1070 8GB GDDR5 yang menawarkan jumlah Cuda Core lebih banyak dari versi Desktop, Asus seolah ingin menyampaikan pesan bahwa laptop gaming saat ini sudah sejajar dengan Desktop PC dalam hal memberikan pengalaman visual dan endurance.

So, semoga artikel ini bisa menjawab kegundahan yang hampir menghampiri setiap gamer yang berniat bermigrasi dari Desktop PC ke gaming notebook. Dan saya juga ingin memastikan, dari semua key poin di atas bisa menjelaskan mengapa gaming notebook yang anda pilih harus Asus ROG. 


Untuk anda yang bekerja di perusahaan besar, seringnya mendapat inventari notebook untuk mendukung produktifitas anda. Umumnya, notebook atau laptop yang memenuhi syarat adalah produk yang menawarkan durabilitas dan keamanan di atas rata-rata. Selain dua hal di atas, performa tetap menjadi kualifikasi paling tinggi. Sebab itu nama-nama besar seperti Dell dengan seri Latitude, IBM (sekarang Lenovo) dengan Thinkpad, HP dengan Prestige kerap menghiasi meja kerja perusahaan skala besar.

Berbeda halnya bagi anda yang menjalankan perusahaan kecil hingga menengah. Dengan proses pengolah data yang belum terlalu tinggi. Poin terakhir mungkin tidak terlalu dibutuhkan dan bahkan cenderung dihindari untuk menekan biaya belanja inventaris. Segmen ini yang coba dimasuki oleh Asus lewat seri AsusPro. Salah satu seri yang saya rekomendasikan dari AsusPro ini adalah AsusPro P2420SA. Menawarkan komposisi hardware yang pas, dimensi yang kompak untuk mendukung portabilitas serta buil quality yang cukup okelah untuk ukuran plastik.

Spesifikasi dan Harga AsusPro P2420SA

Menggunakan barebone 14-inch dengan dimensi panjang 340mm x lebar 241mm, serta area tertebal 26.3mm, dimensi AsusPro P2420SA cukup compact untuk ukuran laptop 14-inch yang menawarkan DVD-Writer drive. Produk ini juga masih menawarkan detachable battery yang memungkin anda melepasnya jika tidak diperlukan, atau jika anda berniat menggunakan versi yang kapasitasnya lebih besar, Asus juga menyediakan opsional battery dengan pilihan kapasitas 9 cell 87Wh. Keseluruhan casing laptop ini menggunakan bahan plastik yang berebda dengan yang digunakan A series maupun X series. Komposisinya lebih kuat tapi liat dan dibalut finishing warna gunmetal yang memang identik dengan kaum kantoran.


Performa Intel Quad Core N3150

Di sisi Processor, AsusPro P2420SA seri terbaru sudah update dari N3050 menjadi N3150. Intel Celeron N3150 adalah SoC quad-core untuk notebook entry-level, yang rilis pada awal 2015. Menawarkan clockspeed 1,6-2,08 GHz dan merupakan bagian dari platform Braswell. Berkat proses yang baru 14 nanometer berdaya rendah (P1273) dengan tri-gate transistor, efisiensi energi telah meningkat secara signifikan dibandingkan dengan pendahulunya Bay Trail (misal Celeron N2930). Selain 4 core CPU, SoC menawarkan GPU DirectX 11,2 serta DDR3L Memory Controller (2x 64 bit, 25,6 GB / s) .

Dengan arsitektur Braswell, seri SoC intel yang masuk keluarga Celeron ini menawarkan performa hingga 20% lebih juga efisiensi daya yang jauh meningkat dari N28xx series. Ditambah RAM berkapasitas 4GB, kegiatan multitasking mulai dari aplikasi office, browsing hingga memutar video bisa dikerjakan dalam satu waktu tanpa kendala berarti.

Fitur dan Kelebihan AsusPro P2420SA


Original Windos 8.1 Pro (Free Upgrade to Windows 10 Pro)
Fitur ini amat jarang ditemui pada laptop dibawah 5 jutaan. Sebagai informasi, untuk windows-nya saja, seri Pro dibanderol sekitar 2 juta rupiah. Windows seri Pro menawarkan fitur keamanan setingkat lebih tinggi dari seri Home. Dan memang di tujukan untuk aktifitas korporasi yang identik dengan pertukaran data lintas jaringan.

Layar Anti-Glare
Penggunaan layar dengan lapisan anti-glare jelas menjadikan produk ini lebih baik saat digunakan di luar ruangan. Pantulan sinar matahari bisa langsung diserap tanpa di pantulkan yang seringkali menjadi penyebab gambar pada LCD tidak terlihat. Memang dengan harga SRP 4 jutaan, resolusi yang anda dapatkan masih HD 768p, pun juga tidak menawarkan perforwa warna yang aduhai. Bisa dikatakan setara dengan A series.

Keyboard Nyaman dengan Spill Resistant

Sebab peruntukannya yang akan selalu menemani hari kerja anda, AsusPro P2420SA juga dibekali keyboard jenis chicklet ukuran besar yang nyaman untuk jari-jari besar sekalipun. Anda yang harus selalu ditemani kopi atau minuman dingin selama bekerja-pun tidak perlu khawatir lagi. Karena keyboard pada AsusPro P2420SA sudah dibekali fitur Spill Resistant yang akan menahan cipratan air tak langsung menyentuh bagian motherboard

Fingerprint
Untuk anda yang merasa password saja sudah tidak cukup untuk menghindari tangan-tangan usil, saatnya beralih menggunakan fitur keamanan berbasis hardware. Dengan Fingerprint yang ditawarkan AsusPro P2420SA ini, anda cukup menswipe jari anda untuk menggantikan mengetik password.

Extra USB 3.0 with Quick Charge
Sebagai pengganti PC yang digunakan untuk kantoran, peripheral anda seperti printer, USB drive, dan lain-lain, pasti memakan banyak port USB. Pada P2420SA, anda mendapatkan 3buah USB 3.0 port dan tambahan 1 port USB 2.0. Selama laptop sleep dalam tas anda, salah satu port USB tetap hidup dan sia menghantarkan daya selama fitur Quick Charge anda aktifkan dan kapasitas batery masih mencukupi.

Kesimpulan

Untuk anda yang berpatokan pada budget, coba dihitung ulang. Laptop ini sebenarnya tidaklah mahal jika melihat dari spesifikasi yang ia tawarkan. RAM 4GB, windows 8.1 pro, fingerprint dan layar matte adalah hal yang tidak umum untuk laptop 4 juta-an. Jangan lupakan durabilitasnya yang diatas seri A atau X. Mungkin secara personal, penulis lebih merekomendasikan laptop ini dibanding seri A atau X dengan spesifikasi serupa.

Anda bisa mendapatkan harga khusus untuk Laptop Asus P2420SA di sini atau di sini.


Tak lama setelah Intel merilis prosesor generasi ke-5 aka “Broadwell” untuk memperpanjang umur motherboard berchipset Intel 9 Series dengan dukungan DDR3, awal Agustus ini Intel segera menggebrak pasar dengan prosesor 6th Gen aka “Skylake” dan chipset Intel 100 Series mereka, tentu saja dengan dukungan teknologi memory baru, DDR4.




Dari gambar diatas, Intel 6th Gen “Skylake” menggunakan soket LGA1151 yang disandingkan dengan motherboard ber-chipset Intel 100 Series (Z170, H170, B150 dll). Beberapa itur baru dari Intel 6th Gen “Skylake” ini antara lain jarak antar transistor yg lebih rapat (fabrikasi 14nm), clockspeed CPU yang lebih tinggi, dan yang paling signifikan adalah dukungan DDR4 yang lebih hemat daya (1,2V). Sebenarnya Skylake DDR4 start dari clockspeed 1866 MHz yang sudah pernah ada juga di platform DDR3. Untuk platform mobile (laptop), mini PC seperti Intel NUC juga AIO PC, sebenarnya Skylake juga masih mendukung DDR3L.


Seperti biasa, untuk lineup sementara, Intel hanya merilis beberapa seri prosesor Core i7 dan Core i5 terlebih dahulu. Baru nanti disusul seri core i3, Pentium dan Celeron. Saat ini, kasta tertinggi dipegang oleh Core i7-6700K dengan kemampuan adjustable multiplier (Unlocked) untuk overclocking. Selanjutnya ada Core i5-6600K, masih membawa fitur Unlocked juga tapi tanpa Hyperthreading. Setelah itu beberapa varian dari Core i5 tanpa “K”. Yang uniknya, Intel masih memberi peluang overclocking lewat perubahan frekwensi system bus (Adjustable BCLK), termasuk overclocking iGPU (VGA onboard) dan memory (RAM).

Performance Boost iGPU Hingga 50%


Seperti transformasi arsitektur terdahulu dari “Haswell” dan “Broadwell”, Intel 6th Gen “Skylake” juga membawa kemampuan grafis terintegrasi (iGPU/GPU onboard) yg lebih baik.
 Intel sendiri meng-klaim terdapat peningkatan performa pengolahan grafis dan game sampai dengan 50%. “Skylake-S” (desktop processor) pada varian tertinggi akan membawa iGPU GT4e dengan 72EU (execution unit). Jika dibanding dengan Intel 5th Gen “Broadwell” yg membawa iGPU GT3e dengan 48EU, maka “Skylake” mempunyai Execution Unit 50% lebih banyak.

Menurut skema pada rilis prosesor Intel yang sebelumnya, kemungkinan besar tidak
hanya varian flagship (Core i7) saja yg mendapatkan iGPU high-performance GT4e, tapi juga yang setingkat dibawahnya seperti Core i5-6600K. Sementara itu varian dibawahnya seperti Core i3, Pentium Dual Core dan Celeron series hanya akan mendapatkan iGPU GT2 dengan 24EU. Perlu ditekankan disini bahwa semua iGPU pada prosesor Intel “Skylake” Intel® Gen 9 LP Graphic (GT4e) sudah mendukung API DirectX 12.

Intel® 100 Series Chipset Family


 Sudah tradisi Intel, hampir disetiap rilis prosesor generasi baru selalu merilis chipset motherboard pendukungnya juga. Kecuali saat Intel merilis 5th Gen “Broadwell” beberapa waktu lalu. Karena masih menggunakan soket LGA1150, Intel 9 Series yang notabene masih dipakai oleh Intel 4th Generation “Haswell” dan “Haswell Refresh”, maka rilis Broadwell tidak disertai oleh rilis chipset motherboard yg baru. Jauh didalam benak ini, ingin jujur mengakui bahwa tidak banyak fitur baru dari kehadiran Intel 100 Series Chipset Family ini jika dibandingkan dengan pendahulunya, Intel 9 Series Chipset Family. Mungkin perubahan yg paling berarti adalah dukungan Dual Channel Memory generasi DDR4 2133 MHz (up to 3300 MHz by overclocking), secara native membawa 10 port USB
3.0 dan menyediakan bandwidth yg lebih besar untuk storage jenis SSD dengan menggunakan jalur PCIE x4 V3.0.
Diberdayakan oleh Blogger.

Item Promo dari :