Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan


Melihat dari tagline yang digadangnya yakni Power and Style On The Go, Asus FX553VD ini tetap belum di bait sebagai sebuah device gaming oleh Asus. Sekalipun ia sudah dibekali dua komponen utama yang umumnya digunakan vendor lain untuk membait produk mereka sebagai device gaming. Asus FX550VD awalnya saya kira merupakan refresh untuk line-up X550 series yang sebelumnya menawarkan performa Geforce GTX 950M. Tapi ternyata, kenyataannya berbeda dari yang saya perkirakan.




Spesifikasi dan Harga ASUS FX553VD DM001

Display : 15.6" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) 60Hz Anti-Glare Panel with 72% NTSC with 178˚ wide-viewing angle display
Processor : Intel® Core™ i7-7700HQ Processor 2.6 GHz (6M Cache, up to 3.5 GHz)
Memory : 8GB DDR4 RAM
Hard Drive : 1TB HDD 7200 RPM
Graphics : NVIDIA GeForce GTX 1050 2GB GDDR5 VRAM
Optical Drive : 8 x DVD Super Multi-Dual
Operating System : non OS
Camera : HD Web Camera
Networking : Wi-Fi
   Integrated 802.11b/g/n
Slots/Interface :
                   1 x USB 3.1 TYPE C port(s)
                   2 x USB 3.0 port(s)
                   1 x USB 2.0 port(s)
                   1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert
                   1 x HDMI
Battery : 4 Cells 48 Whrs Battery
Power Adapter : Plug Type :ø5.5 (mm)
                        Output :
                        19 V DC, 6.32 A, 120 W
System Dimensions : 383 x 255 x 30 mm (WxDxH)
Weight : 2.5 kg
Warranty : 2 Year Asus Warranty
Bonus : ROG Backpack

Dua komponen utama yang saya maksud di atas adalah Intel core i7 7700HQ dan Nvidia Geforce GTX 1050 2GB GDDR5.  Dengan processor berarsitektur Intel Kaby Lake dan Nvidia Pascal terbaru ini, Asus FX550VD diprediksi punya performa Gaming yang bisa di andalkan. Jika anda lihat posisi performa Geforce GTX 1050, seperti di jelaskan di video ini, performanya ada di antara Geforce GTX 960M dan Geforce GTX 970M. Dengan fakta tersebut, ia dipastikan mampu memberikan pengalaman gaming 1080p di banyak judul game triple-A. Adapun spesifikasi lain seperti RAM, storage dan Layar untungnya sudah diperbaiki.

Anda akan temukan dua slot RAM, HDD dengan speed 7200rpm dan layar dengan resolusi 1080p yang tidak ditawarkan Asus X550VX. Kecuali kapasitas battery sebesar 44Whr yang masih sama sama dengan Asus X550VX, bahkan seri ROG GL.

Desain, Handling, dan Build Quality



Yang membuat perkiraan saya salah adalah, saat meneliti dari struktur barebone-nya. Asus FX553VD ini ternyata menggunakan basis chassis yang sama dengan Asus ROG Strix GL553VW. Hanya dengan warna dan finishing berbeda pada seluruh permukaan chassis. Pada LCD cover bagian depan, desainnya benar-benar baru, tidak polos seperti X series, tidak membentuk setengah trapesium seperti GL552 series, apalagi mendapat logo ROG dan hiasan vertikal line seperti ROG Strix. Keseluruhan juga menggunakan bahan plastik seperti X series. Juga di bagian workstation hingga botoom cover, semuanya plastik. Anda juga masih akan mendapatkan cover LCD berongga yang "mleyot" saat di tekan. Untungnya, kekuatan engsel sudah cukup solid.


Terkait workstation, jika diperhatikan, desainnya mendapat sentuhan ROG strix dengan hadirnya rajah garis menyiku di kiri kanan. Keyboard juga menggunakan papan keyboard yang sama dengan ROG Strix GL553VW, hanya berbeda pada lining di TUTs WASD yang pada Asus FX553VD ini diberi warna putih. Dimensi dan bobot juga sama, termasuk bagian bottom cover yang punya tekstur sand doff untuk meningkatkan grip saat di pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Port, Konektifitas dan Upgrade Option



Untuk jajaran port dan konektifitas, Asus FX553VD ini saya bilang pas-pas an banget. Tak ada USB 3.1 type C apalagi Mini DisplayPort. Yang juga terlihat sedikit mengganggu adalah bagian dalam port USB 3.1-nya tidak dibedakan dengan warna biru layaknya standar laptop lain, Melainkan dibiarkan hitam. Jika tidak memperhatikan logo yang di rajah pada ujung atas port, sama sekali tidak mempresentasikan ia memiliki koneksi USB 3.0. DI sisi depan, SD Card reader di pindahkan ke tengah persis di bawah LED indikator dan touchpad. Sebab bagian pinggir kiri kanan di gunakan sebagai lubang keluar speaker. Untuk koneksi wireless, anda juga harus puas dengan WiFi b/g/n plus bluetooth 4.0.

Nah menyambung hal terkait spesifikasi, untuk poin upgrade option, Asus FX553VD juga mendapat benefit yang sama dengan ROG GL553VW. Dua slot RAM nya bisa anda maksimalkan hingga 32GB. Sedangkan slot M.2 yang masih kosong, bisa anda pasangakan SSD M.2 ukuran 2280. Ingat, 2280 only. Untuk dukungan PCIe atau belum, kemungkinan besar, slot M.2 pada Asus FX553VD ini sudah mendukung SSD PCIe. Keren lah untuk urusan upgrade option.

Performa dan Temperatur

Data kongkrit pengujian langsung memang belum saya dapatkan. Tapi melihat spesifikasi dan struktur barebone yang mirip sekali dengan Asus ROG GL553VD yang video reviewnya akan segera di rilis pemmzchannel, bisa dipastikan performa dan temperatur kerjanya sama persis. So, tunggu video review Asus ROG GL553VD by pemmzchannel beberapa hari kedepan.

Kesimpulan

Sudah bisa di pastikan, Asus FX553VD adalah solusi terjangkau untuk anda yang tak terlalu perduli dengan tidak hadirnya logo ROG. Spesifikasi dan performa sama, hanya saja dengan material yang sudah di sesuaikan. Jadi, untuk anda yang sedang mencari solusi laptop dan perduli tentang cost effective, asus FX553VD ini jawabannya.


Tren Gaming portabel benar-benar seperti jamur di musim hujan, menyebar cepat menjadi trend. Menurut investigasi yang tim saya lakukan, banyaknya mutasi para pengguna gaming notebook dari Pure Gaming notebook ke portable gaming notebook. Alasannya sangat klasik, bobot. Hal ini bukan tanpa konsekwensi, sebuah spesifikasi high-end dalam barebone yang minim pasti meningkatkan resiko over-heat. Seperti yang kita tahu, ini tentu saja memperpendek usia komponen. Dan jika itu terjadi, apalah arti sebuah nama besar pabrikan Notebook.



Design Xenom Siren SR13

Design 1
Design Xenom Siren SR13

Jika anda pemerhati produk-produk Xenom, pasti hafal dengan designnya yang kaku, nah lewat Xenom Siren SR13, sepertinya image itu ingin di buang jauh-jauh. Sedikit berbeda dengan seri-seri Xenom yang lain, Siren membawa beberapa kelebihan yang menjadikannya spesial. Walau dimensi ketebalannya tidak bisa di bilang Slim (ya iyalah, 13.3" pakai GTX765M di bikin slim = bunuh diri :D), namun tetap masuk ambang batas wajar. Untuk pemilihan warna (walaupun baru tersedia satu pilihan warna), Siren juga di buat "agak" spesial.

Design 2
Desain Xenom Siren SR13 part 2

Jika seri seperti Pegasus dan Shiva di dominasi warna tunggal 'Gun metal', Siren menawarkan dual tone gun-metal dan hitam. Untuk warna hitamnya sendiri di pilih jenis dove dan terlihat dominan pada bagian cover LCD. Tiap-tiap sudutnya juga di buat lebih stylish dengan design membentuk hexagonal yang memberikan kesan tegas. Sepertinya, Xenom Siren SR13 memang hadir untuk memberi solusi gaming tapi juga stylish. Namun design sudut ini jika di perhatikan sepintas, sepertinya terinspirasi dari ASUS ROG G46 series, menurut saya sih.

Display Panel

Display
Spesifikasi lcd Xenom Siren SR13
Panel LCD pada Xenom Siren SR13 terkenal spesial. Panel buatan chimei ini memiliki brightnes yang tinggi tapi warna yang keluar tetap cerah. Hal ini memperlihatkan distribusi kecerahan yang hampir sempurna, 90% keatas. Forum-forum luar juga mengakui kualitas panel Chimei ini lebih baik dari panel yang di pakai Alienware 14 2013 Edition (14" Full-HD). Dengan diagonal hanya 13.3", dan resolusi full hd 1920 x 1080, kerapatan pixel yang di tawarkan jadi semakin tinggi, (166ppi). Hal ini ada plus minusnya. Untuk anda yang terbiasa dengan icon dan huruf yang kecil selama berkomputasi, mungkin tidak masalah. Namun bagi anda yang sebelumnya terbiasa dengan resolusi HD di layar 14.1", setengah hari pertama menggunakan notebook ini bisa membuat pusing. Tapi minimal, tak sepusing memandang resolusi full-HD dalam panel lcd 11.6" seperti yang di aplikasikan MSI Slider.

IMG_7000
Keyboard Xenom Siren SR13, backlit putih rata diseluruh permukaan.
Keyboard

Fitur pada workstation Xenom Siren SR13 paling mencolok ada pada backlit keyboard. Untuk poin ini sedikit "tak biasa". Karena biasanya, hanya di seri-seri high-end pengguna bisa mendapatkan fitur backlit pada keyboard. Sekali lagi mengindikasikan, Xenom Siren SR13 memang spesial. Modelnya mirip dengan Gigabyte P34G, namun intensitasnya mirip Gigabyte P35K, kurang terang. Intensitas backlit juga bisa di atur lewat kombinasi tombol Fn. Terdapat opsi "Off", "50%" dan "100%" backlit illumination.

Konektifitas

Konektifitas
Konektifitas pada Xenom Siren SR13

Pasti ada yang terpaksa menggunakan monitor eksternal saat lelah memandangi pixel yang ekstra kecil pada lcd Siren. Yang absen dalam deretan konektifitas pada Xenom Siren SR13 adalah Display Port. Walau saat ini bukan sebuah concern, namun banyaknya alternatif monitor modern saat ini yang sudah dibekali DisplayPort jadi tidak bisa di pasangkan dengan Siren SR13, artinya untuk memanfaatkan fitur multimonitor pengguna hanya bisa mengandalkan D-Sub dan HDMI. Hal ini pun di temui pada notebook 14" lain seperti Razer Blade, Gigabyte P34G dan MSI GE40.

Efisiensi Posisi

IMG_0504
Activity indicator imut-imut, kurang informatif terutama saat led berkedip

IMG_0516
Charge gadget dengan arus dua kali lipat.
Yang cukup menggangu adalah posisi rombongan USB port 3.0 di sebelah kanan, terlalu mepet. Ketiga port hanya bisa di manfaatkan bersamaan jika kepala port USB berukuran standar. Artinya, jika Flashdisk ataupun peripheral lain anda memiliki ukuran CAP yang besar, otomatis salah satu port harus di korbankan. Hal kedua adalah posisinya juga akan mengganggu gerakan tangan jika mouse di tancapkan pada salah satu port disisi ini.

Specification & Upgrade Option

Spec

Dari sisi spesifikasi, Xenom Siren SR13 cukup menang telak dari beberapa kompetitornya, bahkan bisa di sejajarkan dengan Alienware 14 2013 Edition, itupun Siren masih unggul di beberapa poin seperti poin storage dan panel LCD. Barebone mini dengan LCD 13,3" ini sayangnya tidak bisa di paksa membawa ODD. Dilihat dari luar saja, tak tersisa lagi space yang memungkinkan untuk di isi sebuah Optical Disc Drive. Mungkin bisa di consider pihak Xenom memberikan bundling sebuah USB ODD dalam paket penjualan, selain gaming mouse yang sudah wajib tentunya.


IMG_0542

Dengan budget starting di US$999, anda sudah bisa mendapatkan sebuah 13.3" gaming notebook yang sangat powerfull. Perlu di catat, saat ini di pasaran jarang sekali sebuah notebook 14" kebawah yang menawarkan opsi storage melimpah. Sebagai info, Xenom Siren SR13 di bekali 2 buah m-SATA slot yang bisa anda pasangkan dua buah SSD dan anda konfigurasi secara RAID. Di tambah sebuah slot SATA 2.5" yang bisa menampung HDD SATA hingga 2TB.

IMG_0558Untuk CPU Xenom Siren bisa di upgrade hingga Core i7 4900MQ (ready), sedangkan untuk RAM, dua buah slot Dimm nya bisa menampung hingga 16GB dengan konfigurasi 2 x 8GB. Part lain yang upgradeable adalah wireless card yang tersedia opsi hingga Killer Bigfoot 1202.

Colorfull Backlit Keyboard (Optional) Backlit keyboard optional

Terakhir, untuk kamu yang kurang puas dengan warna putih sebagai stock backlit keyboard, Xenom menawarkan optional color backlit upgrade ke beberapa pilihan warna. Atau ingin multiple color, silakan contact langsung aja via web XenomPC ya ;).

Performance

WEI

Synth Graphich Perbandingan dengan beberapa notebook lain yang juga menggunakan Geforce GTX765M.[/caption]
Tabel di atas bisa di bilang sebuah group test (round-up) beberapa gaming notebook yang Pemmz distribusikan yang sama-sama menggunakan Geforce GTX765M. Hampir semuanya sama rata, hanya berbeda 2 atau 3 % tiap-tiap tipenya. Hal ini sekedar memberikan gambaran, tak ada penurunan kualitas performa walaupun GTX765M ini di benamkan dalam barebone 13.3". Begitupun performa in game. Namun untuk bermain dalam jangka waktu 3 jam keatas, Pemmz sarankan anda menggunakan Notebook Cooler untuk menjaga performa komponen tetap maksimal, mengingat kemampuan disipasi panas Xenom Siren SR13 tak seoptimal barebone 14" keatas.


Stock Thermal-paste vs Free Artic Cooling from Xenom
Stock Thermal-paste vs Free Artic Cooling from Xenom

Ini dia yang kita banyak tunggu, investigasi temperatur. Seperti halnya paket penjualan Xenom lain termasuk Shiva, Xenom Siren juga mendapatkan free Thermal paste Artic Cooling MX 2. Seperti biasa, sebelum di tambahkan MX2, Pemmz uji dahulu temperatur Siren saat masih mengandalkan Thermal-paste standar Clevo. Dan hasilnya seperti terlihat pada screenshoot, AC MX2 mampu menjaga suhu CPU dan GPU siren lebih rendah sekitar 6.6% dan 17%. Jika di bandingkan dengan M14 2013 Edition yang sama-sama mengandalkan Geforce GTX765M, GPU Xenom Siren SR13 lebih panas 1º.

Lubang Exhaust tembus sampai ke bottom case.
Lubang Exhaust tembus sampai ke bottom case.

Secara keseluruhan, Xenom Siren SR13 memang tergolong panas, dan hal ini cukup terasa sampai ke area workstation terutama di sisi kanan tengah. Untungnya, bagian Palm rest tetap dingin hingga tak membuat tangan ikut berkeringat.

Siren Batt
Performa battery Xenom Siren SR13
Battery Performance

Sudah kami infokan sebelumnya bahwa kualitas battery produk-produk Xenom ini memang sedikit di atas rata-rata. Hal ini terlihat juga pada performance battery Xenom Siren SR13. Terdeteksi battery dengan kapasitas 62Wh mampu bertahan selama kurang lebih 112 menit pada test Battery Eat Pro yang saya ujikan.

Conclusion

Bagi anda yang mencari alternatif untuk sebuah gaming notebook dengan performa yang sama (bahkan kalau bisa dapet lebih :D) dengan Alieware 14, Xenom Siren SR13 merupakan alternatif yang jauh lebih bertenaga di banding MSI GE40 dengan Geforce GT760-nya. Banyaknya opsi custom juga bisa membuat masa pakai produk ini jadi lebih panjang.

Pros :
  • - Kualitas Panel LCD sangat baik
  • - 2 x m-SATA slot
  • - Backlit keyboard
Cons :
  • - Panas
  • - Activity Indicator kurang informatif
Fair :
  • - No Optical Drive
  • - Port USB terlalu berdekatan

Similar Product

Disadur dari pemmzchannel.com


Perlu banyak effort untuk dapat meyakinkan seseorang menjatuhkan pilihan pada sebuah produk yang punya image “overpriced”. Kecuali ia merupakan Fanboy fanatik yang kebetulan diberkahi budget yang unlimited. Tapi amat tidak mungkin sebuah pabrikan memproduksi sebuah produk limited edition, bahkan hingga menggunakan secara ekslusif komponen seperti processor Intel K series terbaru, hanya untuk para fanboy fanatik yang mereka sendiri tidak punya data, berapa banyak jumlahnya.