Tampilkan postingan dengan label 18MP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 18MP. Tampilkan semua postingan
AneKamera - Beberapa waktu yang lalu Canon sebagai produsen digital imaging besar dunia kembali mengumumkan produk kamera entry level terbarunya. Mengetahui hal itu kali ini kami akan memberikan review kamera Canon EOS 1300D untuk anda semua para pecinta fotografi kelas pemula. Sebagai kamera seri terbaru dari line up entry level kamera ini merupakan generasi penerus sukses Canon EOS 1200D yang hampir dua tahun belakangan telah menemani para pecinta fotografi dunia. Dikatakan dari berbagai media bahwa antara kedua kamera EOS 1200D dan EOS 1300D hampir tidak memiliki perbedaan. Jika melihat fisik yang terpampang sekilas tanpa melihat seri kamera, pengguna akan melihat Canon EOS 1200D di depan mata. Baik dari segi bentuk dan tata letak tombol operasi sangat mirip dengan pendahulunya. Bahkan jika dilihat secara spesifikasi nya juga serasa mirip dengan pendahulunya itu. Namun buat apa dibuat berbeda jika kenyataannya sama.

Seperti yang kita ketahui bahwa Canon sebagai produsen digital imaging dunia tidak mungkin membuat produk dengan hanya sedikit saja peningkatan. Pasti ada perubahan yang dapat membedakan entah dari fitur maupun dari teknologi yang tertanam di dalamnya. Dalam hal ini kami akan memberikan salah satu contohnya adalah penggunaan image prosesor DIGIC 4+ pada kamera yang baru, sedangkan pada kamera pendahulunya Canon EOS 1200D masih menggunakan prosesor gambar DIGIC 4. Tentu saja ada perbedaan besar antara kedua image processor tersebut, dimana yang baru pasti memiliki kecepatan pemrosesan yang lebih cepat dan berbagai pengaruh lain dari keberadaan prosesor tersebut. Satu lagi yang berbeda adalah screen dot yang pada kamera baru lebih tinggi dengan 920.000 dot sedangkan pada kamera pendahulunya masih menggunakan layar dengan 460.000 dot. Namun tentu kami akan mengulas lebih lengkap mengenai kamera ini pada review singkat berikut ini.

Review Harga Kamera DSLR Canon EOS 1300D dan Spesifikasi Lengkap

Sensor

Kamera Canon EOS 1300D menanamkan sensor CMOS setinggi 18.0 Megapixel untuk menangkap gambar dengan kejelasan dan detail yang luar biasa dan jangkauan tonal yang luas, ini sekaligus juga menawarkan resolusi yang cukup untuk zoom maupun crop. Dengan kemampuan ini pengguna dapat dengan mudah mencetak hasil foto tanpa harus khawatir dengan kualitas gambar yang berkurang. Sensor yang digunakan masih sama persis dengan pendahulunya Canon EOS 1200D yang juga menggunakan sensor APS-C dengan resolusi dan 1.6 field of view (setara dengan format 35mm). Selain itu pada kamera ini juga ditanamkan banyak teknologi serupa dengan yang ada pada kamera pendahulunya untuk memaksimalkan pengumpulan cahaya pixel. Hal ini sangat membantu kamera untuk memastiakan gambar yang ditangkap indah dan cemerlang.

Image Prosessor

Hal yang berbeda pertama dari Canon EOS 1300D adalah penggunaan prosesor gambar yang pada kamera yang baru menggunakan DIGIC 4+ yang merupakan pengembangan Canon untuk mesin penngolah gambar yang baru. Menggunakan DIGIC 4+ berarti sebuah peningkatan yang cukup signifikan  dalam berbagai fungsi dan kemampuan. Beberapa keuntungan yang di dapat dari penggunaan mesin pengolah gambar ini adalah kamera memiliki kemampuan terutama kecepatan mengolah data menjadi lebih cepat, kinerja kamera lebih responsif, sedangkan untuk menembak kamera akan bekerja lebih halus dan alami. Lebih jauh lagi tentang kamera Canon yang baru dengan menanamkan DIGIC 4+ juga membantu meningkatkan kualitas gambar dengan hasil yang sangat signifikan dengan cara memperpendek pengolahan gambar ISO tinggi hingga 60% dibandingkan dengan prosesor DIGIC 4 yang digunakan sebelumnya. Artinya dengan menggunakan mesin pengolahan gambar yang baru Canon EOS 1300D mampu mengurangi noise lebih baik, menghasilkan warna yang cemerlang, gradasi halus dan detail yang akurat pada kondisi cahaya rendah.

Sensitivitas ISO

Satu lagi sebuah peningkatan dilakukan oleh Canon pada kamera EOS 1300D. Sebuah peningkatan sensitivitas ISO sangat berarti dalam menghasilkan gambar terutama pada kondisi cahaya yang rendah. Rentang ISO yang dimiliki kamera yang baru sebenarnya sama dengan rentang ISO dari kamera pendahulunya, hanya saja pada kamera yang baru bisa di upgrade ke tingkat ISO yang lebih tinggi mencapai 12800. Sebelumnya di EOS 1200D rentang ISO dari 100-6400 saja. Dengan rentang ISO yang tinggi EOS 1300D siap untuk dibawa dan dioperasikan hampir di setiap kondisi pencahayaan yang berbeda dan menangkap detail yang halus dengan mudah. Berkan perluasan jangkauan ISO ini, kamera bisa menangkap berbagai subjek dalam berbagai situasi, termasuk juga handheld, tanpa perlu flash. Artinya detail tinggi dan gambar yang terlihat alami serta video bisa ditangkap dengan baik dan sangat mudah.

Built-in Wi-Fi dan NFC

Perkembangan dunia fotografi semakin maju setiap tahun nya, sama hal nya dengan Canon EOS 1300D yang merupakan kamera penerus dari Canon EOS 1200D. Kamera baru ini telah menanamkan juga teknologi Wi-Fi untuk kemudahan berbagai ke situs jejaring sosial, atau sharing ke komputer atau perangakat pintar yang kompatibel. Dengan built-in Wi-Fi kamera bisa terhubung denganperangkat lain tanpa sambungan kabel untuk berbagi dengan udah dan nyaman. Memanfaatkan Canon's Free Camera Connect app, Canon EOS 1300D  bisa terhubung dengan sejumlah perangkat pintar yang kompatibel untuk browsing gambar maupun untuk mentransfer, selain itu bisa juga untuk mengirim gambar dan video ke media sosial yang dipilih.

Selain konektivitas memanfaatkan sambungan Wi-Fi, Canon EOS 1300D juga memanfaatkan built-in NFC (Near Field Communication) membant menyediakan koneksi hampir tanpa batas ke berbagai perangkat yang kompatibel berbasis Android serta perangkat Canon Connect Station CS100 untuk melakukan transfer dan kemampuan berbagai yang lain. Dengan memanfaatkan  Connect Station CS100 pengguna dapat menyimpan, melihat dan mengatur semua foto dan video hanya dari satu perangkat saja.

Kemampuan nirkabel juga membantu pengguna tidak hanya untuk kemudahan berbagi maupun mentransfer foto dan video, namun lebih jauh teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk memanfaatkan perangkat lain yang kompatibel sebagai tombol operasi jarak jauh/remote, melakukan selfie dengan mudah, dan berbagai jenis foto jarak jauh lain selama masih terjangkau oleh jangkauan nirkabel itu sendiri. Berbagai kemampuan ekspresif kamera tersedia untuk para pengguna dalam menghasilkan gambar yang ekspresif dan unik. Sebagai contoh pengguna bisa memanfaatkan mode pengambilan gambar yang berbeda dengan memilih mode AF frame (single point/face detection) atau bisa juga menembak dengan pengambilan gambar terus menerus dan juga memanfaatkan tombol AF. Dengan hanya menghubungkan kamera dengan perangkat yang kompatibel menggunakan free Camera Connect app manfaatkan penangkapan gambar sesuka anda.

Sistem AF

Masih tidak berubah dari kamera sebelumnya, Canon EOS 1300D masih memanfaatkan sistem AF dengan 9-point AF yang sama dibantu dengan AI Servo AF memberikan kinerja autofokus mengesankan dengan hasil yang akurat. Sistem autofokus ini akan memberikan pengalaman menembak kepada pengguna baru dengan memastikan bahwa pengguna siap menangkap adegan secepat adegan itu sendiri terjadi. Memanfaatkan 9-point sistem AF yang mencakup pusat cross-type AF point akan memberikan fokus yang tepat apakah kamera berorientasi portrait maupun landscape. Sistem cerdas ini bisa berfokus dengan cepat dan presisi tinggi, tergantung pada aperture dan cahaya yang tersedia. Hasilnya adalah sebuah gambar yang detail dan tajam dengan kejelasan tinggi. Sebuah sistem AI Servo AF bisa mencapai dan mempertahankan fokus yang konsisten dengan kehandalan yang luar biasa.

Viewfinder 

Optical viewfinder yang digunakan pada kamera ini memungkinkan pengguna untuk bekerja dengan lebih cepat dan mengambil gambar hampir di setiap momen yang tepat dalam segala situasi. Kamera ini membantu pengguna secara akurat melihat apa yang lensa lihat bahkan dalam kondisi cahaya yang terang sekalipun, sehingga pengguna bisa dengan yakin mengambil gambar yang diinginkan. Dengan jendela bidik yang handal, bisa membantu pengguna memgang kamera dengan stabil, dengan demikian mampu menurangi guncangan kamera sehingga hasil akan lebih jelas dan tajam.

Layar monitor

Kamera ini dilengkapi dengan sebuah layar monitor dengan ukuran yang sama dengan pendahulunya yaitu sebesar 3 inch. Layar ini cukup ideal dalam menyusun dan menangkap gambar yang menakjubkan. Yang kemudian membedakan antara kamera baru dengan pendahulunya adalah resolusi layar tersebut kini lebih tinggi dari sebelumnya. layar kamera ini mengusung screen dot hingga 920.00 titik dengan wide view angle 170°, sedangkan pendahulunya mengusung resolusi 460.000 titik saja. Layar ini bekerja dengan sangat menakjubkan untuk komposisi live view, untuk melihat pengaturan kamera seperti AF, ISO, metering, AF point selection dan pilihan flash.

Scene Intelligent Auto mode

Kamera EOS 1300D memiliki fitur Scene Intelligent Auto mode, fitur ini menggabungkan teknologi Canon untuk memberikan paparan yang akurat dengan cara yang sederhana. Fitur ini menggunakan EOS Scene Analysis System dikombnasikan dengan Picture Style Auto, Auto Lighting Optimizer, Auto white Balance, Autofocus dan Automatic Exposure. Fitur otomatis ini membantu menganalisis gambar, memperhitungkan wajah, warna, kecerahan, benda bergerak dan kontras baik menggunakan tripod maupun digenggam. Scene Intelligent Auto Mode selanjutnya memilih eksposur dan perangkat tambahan yang dapat membawa keindahan di hampir setiap scene dan situasi. Hal ini sangat membantu pengguna dalam proses pengambilan gambar kamera DSLR, Scene Intelligent Auto mode memungkinkan pengguna berkonsentrasi pada subjek tanpa harus bingun dengan pengaturan.

Feature guide

Bagi para pengguna pemula tentunya akan sangat susah menyesuaikan dengan berbagai pengaturan kamera untuk menghasilkan gambar yang bagus. Canon EOS 1300D membantu memberikan fitur panduan yang menampilkan gambaran sederhana untuk menjelaskan fungsi dari masing-masing fitur. Deskripsi ini akan ditampilkan di setiap modus bidikan, selama operasi mode dial dan untuk fungsi layar Quick Control. Ini akan berjalan secara otomatis ketika fungsi dipilih dan akan sangat membantu pengguna baru dalam menentukan mode yang cocok atau fungsi untuk gambar berikutnya. Panduan fitur bekerja secara otomatis secara default dan dapat dinonaktifkan dengan mudah melalui menu kamera.

Video Full HD

EOS 1300D menawarkan kemudahan dalam menggunakan video capture berkualitas Full HD. Kamera ini mampu menembak disejumlah ukuran perekaman dan frame rate. EOS 1300D menawarkan kinerja menangkap perekaman video yang luar biasa, kualitas ciamik dan cara yang sederhana. Pengguna hanya cukup menekan tombol Live View/Movie Recording untuk memulai perekaman film. Selain itu EOS 1300D mengaktifkan kontrol manual dari eksposur, fokus dan Live View fitur dan memungkinkan pengguna mengedit gambar dalam kamera. Berbagai ISO yang luas berarti memungkinkan pengguna  merekam video dalam berbagai situasi pencahayaan. Dengan didukung lebih dari 60 lensa yang kompatibel, akan lebih banyak video kreatif yang bisa dibuat.

Tambahan untuk fitur Video Snapshot, dengan fitur ini EOS 1300D akan menangkap klip video pendek (dari 2,4 atau 8 detik) kemudian menggabungkan hasilnya secara otomatis menjadi satu file video sebagai snapshot atau higlight album. Tanpa memerlukan editing setelah shooting, video akan disusun dengan ideal untuk berbagi secara online atau menampilkan langsung di HDTV melalui port HDMI dalam kamera.

Continuous shooting hingga 3.0 fps

Sebagai kamera untuk pemula, EOS 1300D termasuk kamera dengan kinerja cepat. Kamera ini mampu menangkap hingga 3 frame per detik hingga kartu memori penuh, atau hingga sekitar 6 file RAW. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menembak adegan-adegan olahraga dengan kecepatan gerak tinggiseperti pertandingan sepak bola, atau untuk mendapatkan ekspresi wajah yang terbaik dari subjek bergerak. EOS 1300D memberikan intuitif, operasi cepat untuk menembak yang terbaik. Dengan startup instan, AF cepat dan hampir tanpa shutter lag, kamera ini akan membantu pengguna nya menangkap tindakan sesuai keinginan.

Basic+ dan Creative Auto 

Bagi para pemula yang ingin bereksperimen dengan pengaturan lanjutan, EOS 1300D memuat fitur keren yang membawa pengguna ke tingkat yang lebih tinggi. Basic+ memberikan kemudahan untuk pengguna dalam membuat efek gambar yang diinginkan, mengubah suasana atau jenis adegan sesuai pilihan secara sederhan yang dibuat pada layar kontrol cepat kamera. Food mode merupakan fitur kreatif baru yang ditambahkan untuk menembak makanan dengan hasil yang keren dan terlihat semakin berselera.

Satu lagi bagi pemula yang ingin memperluas cakrawala fotografi adalah Creative Auto Mode. Modus ini menempatkan pengaturan dasar di operasi otomatis penuh, tetapi memberikan panduan shooting pada layar LCD yang menjelakan bagaimana membuat perubahan eksposur, tonal, ketajaman dan banyak lagi, dimana perubahan yang dibuat akan mempengaruhi gambar akhir. Pada intinya dengan Creative Auto Mode pengguna dapat bereksperimen dan mempelajari lebih lanjut tentang fotografi untuk mengambil gambar yang yahud.

Kompatibel dengan semua lensa Canon EF dan EF-S

Kamera baru ini kompatibel dengan semua lensa Canon EF dan EF-S lineup. Hal ini akan membuka sebuah dunia baru dalam dunia fotografi,  dari kisaran lensa ultra-wide angle, scenic landscape, hingga super telephoto yang bisa membantu pengguna untuk menangkap adegan olahraga, satwa liar dan sebagainya. Setiap lensa Canon mempekerjakan keahlian optik canggih dan teknik micron presisi untuk membantu memberikan kinerja fenomenal di hampir semua aspek dari proses fotografi. Banyak lensa Canon yang memiliki teknologi canggih Optical Image Stabilizer untuk meminimalisir efek goyangan kamera. Melalui lensa Canon fotografer benar-benar dapat memaksimalkan kualitas dan kinerja oenuh kebebasan dari EOS 1300D.

Demikian Review Kamera Canon EOS 1300D yang bisa kami sajikan. Sebagai kamera untuk entry-level atau kelas pemula kamera ini akan memberikan kinerja cepat dengan kualitas gambar yang bisa diperhitungkan. Kamera ini juga kompatibel dengan lebih dari 60 lensa Canon yang bisa memberikan berbagai ide kreatif pengguna dalam berekspresi. Kamera Canon EOS 1300D ini akan segera hadir di bulan ini, April 2016 dengan harga yang sangat terjangkau (friendly price). Harga yang ditawarkan yaitu $549.99 (dengan lensa 18-55mm F3.5-5.6 IS II), atau sekitar 7,2 juta saja. Untuk harga kamera Canon selangkapnya silahkan kunjungi Daftar Harga Kamera Canon Terbaru. Untuk meilhat lebih jauh berikut adalah spesifikasi lengkapnya.

Spesifikasi Canon EOS 1300D

Body type
Body type Compact SLR
Body material Composite
Sensor
Max resolution 5184 x 3456
Other resolutions 3456 x 2304, 2592 x 1728, 1920 x 1080, 720 x 480
Image ratio w:h 1:1, 4:3, 3:2, 16:9
Effective pixels 18 megapixels
Sensor photo detectors 19 megapixels
Sensor size APS-C (22.3 x 14.9 mm)
Sensor type CMOS
Processor Digic 4+
Color space sRGB, AdobeRGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, ISO 100-6400, expandable to 12800
Boosted ISO (maximum) 12800
White balance presets 6
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Fine, Normal
File format JPEG
RAW (Canon CR2, 14-bit)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor)
Phase Detect
Multi-area
Center
Selective single-point
Tracking
Single
Continuous
Face Detection
Live View
Autofocus assist lamp Yes (flash)
Digital zoom No
Manual focus Yes
Number of focus points 9
Lens mount Canon EF/EF-S
Focal length multiplier 1.6×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fixed
Screen size 3″
Screen dots 920
Touch screen No
Screen type TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentamirror)
Viewfinder coverage 95%
Viewfinder magnification 0.8×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Scene Intelligent Auto
Program
Shutter Priority
Aperture Priority
Manual
Scene modes Landscape
Close-up
Sports
Food
Night Portrait
Built-in flash Yes (Pop-up)
Flash range 9.20 m (at ISO 100)
External flash Yes (via hot shoe)
Flash modes Auto, On, Off, Red-eye
Flash X sync speed 1/200 sec
Drive modes Single
Continuous
Self-timer
Continuous w/self-timer
Continuous drive 3.0 fps
Self-timer Yes (2 or 10 sec)
Metering modes Multi
Center-weighted
Partial
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±2 (3 frames at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
WB Bracketing Yes
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (30p, 24p), 1280 x 720 (60p), 640 x 480 (30p)
Format MPEG-4, H.264
Microphone Mono
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC card
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (mini-HDMI)
Microphone port No
Headphone port No
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n with NFC
Remote control Yes (wired or wireless)
Physical
Environmentally sealed No
Battery Battery Pack
Battery description Lithium-Ion LP-E10 rechargeable battery + charger
Battery Life (CIPA) 500
Weight (inc. batteries) 485 g (1.07 lb / 17.11 oz)
Dimensions 129 x 101 x 78 mm (5.08 x 3.98 x 3.07″)
Other features
Orientation sensor Yes
GPS None

AneKamera - Kali ini kita akan membahas mengenai review kamera DSLR Canon EOS 1D X. Kamera ini  merupakan kamera profesional yang lahir untuk menggantikan kedua kamera seri 1D yang berorientasi pada kamera olahraga   beresolusi tinggi dan kamera 1DS yang fokus pada fotografi studio. Seperti layaknya kamera Canon yang lain, EOS 1D X sebagai kamera pengganti melakukan berbagai perubahan secara bertahap dan halus. Namun tujuannya jelas dan pasti untuk meningkatkan standar kamera dengan teknologi dan fitur terkini yang memungkinkan memberikan hasil yang maksimal.

Perubahan terbesar pada spesifikasi yang ditanamkan pada Canon EOS 1D X adalah sebuah sensor baru. Kamera ini telah didukung dengan sensor CMOS full-frame dengan resolusi mencapai 18 megapixel dengan kemmpuan menembak hingga 12 frame per detik. Hal tersebut tentunya menjadi perubahan besar dari Canon EOS 1D Mark IV yang mengusung sensor 16 megapixel dan kemampuan menembak 10 frame per detik. Namun jika dibandingkan dengan 1DS jumlah resolusi 1D X justru menurun. Namun pihak Canon mengatakan bahwa, 1D X menghasilkan lebih dari sekedar resolusi besar.

Di luar kemampuan sensor yang meningkat, 1DX juga melakukan perubahan yang cukup besar dan canggih dalam metering sensor. Dengan unit baru metering sensor 100.000 pixel memberikan peningkatan kemampuan kamera dalam mengenali subjek menjadi lebih baik, begitu juga dengan penambahan metering sensor tersebut akan membuat kualitas pelacakan autofokus menjadi semakin baik. Namun hal tersebut bukan merupakan ide yang baru, kompetitor beratnya seperti Nikon pada kamera olahraga nya telah melakukan hal yang sama selama beberapa generasi. Namun cara ini memang sangat ampuh dan masuk akal untuk mengatasi persaingan, sekaligus untuk meningkatkan kualitas kamera yang jika dilihat dari sistemnya memang sangat mengesankan.

Sedangkan dalam sistem autofokus sendiri Canon EOS 1D X juga mengalami perubahan besar, namun justru menjadi sederhana. Perubahan tersebut adalah penyederhanaan dari pengaturan kostum yang kompleks. Jika pada model sebelumnya pengaturan didefinisikan pada perilaku AF, kini pada 1D X justru sebaliknya preset mode didefinisikan pada perilaku subjek. Dengan perubahan tersebut diharapkan pengguna dapat dengan mudah mengakses sistem kamera tersebut. Selain itu 1D X juga telah memanfaatkan 61-point sensor AF dengan 21 cross type AF point yang terpusat. Hal ini cukup sensitif untuk digunakan dengan lensa berdiafragma sangat lambat seperti F5.6. Sedangkan  5 cross type point AF juga memiliki unsur AF diagonal yang cukup baik digunakan dengan lensa F2.8 dan cepat.

Review Kamera DSLR Canon EOS 1D X Harga dan Spesifikasi Lengkap

Di lihat dari tampilan body yang membungkus sistem kamera, sekilas masih mirip dengan kamera seri 1D yang lain. Akan tetapi jika di lihat lebih teliti lagi maka akan tampak beberapa perubahan tata letak dan penambahan tombol baru di panel belakang kamera. Tentunya 1D X memiliki alasan agar kamera tetap memberikan semua fungsi saat menggunakan orientasi portrait grip. Penambahan yang sangat nampak adalah adanya tombol Q disebelah kanan layar sebagai tombol untuk Quick function menu (menu fungsi cepat).

Satu lagi yang cukup menarik adalah mengenai prosesor gambar. Hal ini tentu akan sesuai dengan harapan para pengguna. 1D X telah menjejalkan prosesor gambar dual DIGIC 5+. Prosesor ini menurut teknisi Canon memiliki kecepatan yang tinggi dalam memproses data, bahkan dikatakan hingga 17x lebih cepat dibanding dengan DIGIC 4, kemampuan yang sama seperti yang dimiliki oleh Canon EOS 5D Mark III. Dengan kekuatan pemrosesan yang cukup cepat memiungkinkan kamera untuk melakukan koreksi lensa secara lebih luas. Manfaat lain dari penggunaan prosesor tersebut jika dikombinasikan dengan sensor besarnya akan meningkatkan dan memperluas jangkauan ISO. 

Nah dengan Review Kamera DSLR Canon EOS 1D X di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan yang cukup signifikan dalam kamera ini adalah pada sensornya. Dengan perubahan tersebut dijelaskan bahwa kamera 1D X ini akan memberikan hasil gambar yang cukup menakjubkan, lebih jernih dan noise berkurang cukup signifikan. Dari segi kecepatan pemrosesan kamera ini telah jauh meningkat dengan prosesor dual DIGIC 5+ nya yang dikatakan mampu bekerja 17x lebih cepat dari model sebelumnya.

Terakhir adalah pertanyaan yang selalu muncul setelah membaca sebuah review kamera. Berapa harga yang ditawarkan untuk memiliki kamera ini? Canon menawarkan harga yang cukup lumayan untuk kamera ini yaitu seharga Rp. 63.600.000 (body only). Harga yang cukup pantas meskipun mahal mengingat spesifikasi nya yang mumpuni. kunjungi Daftar Harga Kamera DSLR Canon untuk harga selengkapnya.

Spesifikasi Kamera DSLR Canon EOS 1D X

Body type
Body type Large SLR
Sensor
Max resolution 5184 x 3456
Other resolutions 4608 x 3072, 3456 x 2304, 2592 x 1728
Image ratio w:h 3:02
Effective pixels 18 megapixels
Sensor photo detectors 19 megapixels
Sensor size Full frame (36 x 24 mm)
Sensor type CMOS
Processor Dual Digic 5+
Image
ISO 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, 12800, 25600, 51200 (50, 102400 and 204800 with boost)
White balance presets 6
Custom white balance Yes (5)
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Fine, Normal
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Digital zoom No
Manual focus Yes
Number of focus points 61
Lens mount Canon EF
Focal length multiplier 1×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fixed
Screen size 3.2″
Screen dots 1,040,000
Touch screen No
Screen type Clear View II TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentaprism)
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.76×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/8000 sec
Aperture priority Yes
Shutter priority Yes
Manual exposure mode Yes
Subject / scene modes No
Built-in flash No
External flash Yes (Hot-shoe plus Sync connector)
Flash modes E-TTL II Auto Flash, Metered Manual
Continuous drive 14.0 fps
Self-timer Yes (2 or 10 sec, remote)
Metering modes Multi
Center-weighted
Average
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±3 (2, 3, 5, 7 frames at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
WB Bracketing Yes (3 frames in either blue/amber or magenta/green axis)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (30, 25, 24 fps, 1280 x 720 (60, 50 fps), 640 x 480 (60, 50 fps)
Format MPEG-4, H.264
Microphone Mono
Speaker None
Storage
Storage types Compact Flash (Type I or II), UDMA compatible
Storage included None
Connectivity
HDMI Yes (Mini)
Wireless Optional
Wireless notes LC-5
Remote control Yes (N3 connector)
Physical
Environmentally sealed Yes (Water and dust resistant)
Battery Battery Pack
Battery description Lithium-Ion LP-E4N rechargeable battery & charger
Dimensions 158 x 164 x 83 mm (6.22 x 6.46 x 3.27″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (by cable and PC)
GPS Optional
GPS notes GP-E1, GPE2

AneKamera - Kesempatan kali ini kita akan membahas tentang review kamera Canon EOS 7D, kamera semi pro milik Canon yang selama bertahun-tahun merajai kamera DSLR di kelasnya. Kamera yang satu ini memang ditujukan bagi para fotografer yang ingin beranjak ke kelas para raja namun dengan harga yang masih terjangkau. Para penggemar kamera dengan ketajaman dan kecepatan tinggi mendekati level pro akan sangat berterimakasih kepada Canon denan hadir nya EOS 7D ini. Yang pasti harga yang terjangkau dengan fungsionalitas hanya sedikit berada di bawah kamera pro-level akan memudahkan para pengguna untuk beralih ke jenjang level yang lebih tinggi. Kamera ini muncul juga akibat adanya persaingan dari kompetitor lain seperti Nikon dengan Nikon D300 nya serta Sony A700.

Dengan kemunculan Canon EOS 7D, sepertinya Canon memang sengaja dan bertekad menjadi raja yang menguasai kembali pasaran kamera APS-C. Sekilas jika kita melihat penampakan fisik 7D maka kita akan mengingat EOS 50D yang hadir setahun sebelumnya. Namun hadir nya 7D bukan sebagai pengganti EOS 50D, akan tetapi bisa dianggap sebagai adiknya 50D.

Kembali lagi ke Canon EOS 7D, kamera ini seperti yang kita tau adalah kamera yang memiliki sensor 18 megapixel. Namun ada hal yang baru dimana pengguna akan cenderung memperhatikan adanya viewfinder baru yang berkemampuan sangat mengesankan. Viewfinder yang baru memiliki pembesaran 1.0X dengan cakupan hingga 100%, hal ini tentunya sangat mengesankan jika dianding dengan sebelumnya dengan 0.95X pembesaran dan 95% cakupan pada EOS 50D. Dengan hal baru tersebut Canon berhasil menempatkan EOS 7D setara dengan Nikon D300S.

Akan tetapi jangan mengira bahwa EOS 7D hanyalah 50D dengan sensor, viewfinder dan revisi body saja, hal yang juga menjadi perubahan besar adalah sistem AutoFocus dengan prosesor khusus yaitu dual Digic 4 prosesor serta adanya mekanisme rana baru yang memungkinkan kamera melakukan tembakan dengan kecepatan 8fps pada pengambilan gambar terus menerus. Selain itu peningkatan kinerja dari perpaduan tersebut juga nampak pada kemampuan mengendalikan kelompok unit flash eksternal menggunakan built-in flash.

Canon EOS 7D langsung mengidentifikasikan dirinya sebagai anggota keluarga EOS, meskipun ada beberapa perbedaan yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan 50D maupun 5D Mark II. Tombol control yang ada pada EOS 7D tampak lebih besar dari model-model sebelumnya (selanjutnya diketahui bahwa hal tersebut dibuat agar mudah dioperasikan menggunakan sarung tangan pada kondisi dingin). Hal lain yang menjadi tambahan adalah adanya saklar untuk memilih live view dan mode perekaman video, dan juga ada tombol start/stop untuk mendukung mode tersebut. Hal tersebut dianggap sebagai langkah maju dari perusahaan dalam hal mengintegrasikan perekaman video sebagai modus operasi untuk sebuah kamera digital.

Review Kamera DSLR Canon EOS 7D Harga dan Spesifikasi Lengkap

Disamping dari adanya perubahan-perubahan yang nampak pada kamera ini, tata letak tombol tidak berbeda jauh dari kebanyakan kamera DSLR Canon yang lain. Satu-satunya perbedaan tata letak yang signifikan adalah dipisahkannya kunci dial kontrol dan tombol daya. Pada model terbaru pengguna harus memindah saklar di luar on untuk mendapatkan fungsi dial. Dalam hal ini EOS 7D bekerja layaknya kamera Canon jadul.

Sesuai dengan fungsinya sebagai kamera XD, EOS 7D dibalut bahan body magnesium dengan penyekat ekstensif seperti pada Caono 5D Mark II. Canon sekali lagi membuat kamera dengan ketahanan terhadap kelembaban dan debu seperti EOS-1N pro-level SLR film di era 90an. Kamera ini juga termasuk kamera yang cukup berat dan ukuran body yang besar. Beratnya mencapai 820gram, itupun tanpa kartu, baterai dan lensa terpasang, hal ini membuatnya menjadi kamera lain selain 5D Mark II yang beratnya lumayan. Sehingga yang perlu pengguna ketahui bahwa dengan terpasangnya lensa paling ringan sekalipun, tidak memungkinkan menembak hanya dengan satu tangan.

Nah dari Review Kamera DSLR Canon EOS 7D di atas, anda setidaknya dapat mengenali sedikit apa yang diusungnya. Dengan berbagai pertimbangan yang ada anda bisa memilih EOS 7D atau memilih yang lain. Yang pasti sebagai kamera semi-pro, kamera ini bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau. Harga yang ditawarkan adalah Rp. 15.125.000 (Body) dan Rp. 18.400.000 (EF-S 15-85 IS). Untuk harga kamera Canon selengkapnya kunjungi Daftar Harga Kamera DSLR Canon.

Spesifikasi Kamera DSLR Canon EOS 7D

Type
Type Digital, single-lens reflex, AF / AE camera with built-in flash
Recording media CF Card Type I and II, UDMA-compliant CF cards, Recording to USB external media via Wireless File Transmitter (WFT-E5)
Image sensor size 22.3 x 14.9mm
Compatible lenses Canon EF lenses (including EF-S lenses)
(35mm-equivalent focal length is approx. 1.6x the lens focal length)
Lens Mount Canon EF mount
Image Sensor
Type High-sensitivity, high-resolution, large single-plate CMOS sensor
Pixels Effective pixels: Approx. 18.00 megapixels
Total pixels: Approx. 19.00 megapixels
Aspect ratio 3:2 (Horizontal: Vertical)
Colour filter system RGB primary colour filter
Low-pass filter Fixed position in front of the CMOS sensor
Dust deletion feature 1) Automatic sensor cleaning
2) Manual cleaning of sensor
3) Dust Delete Data appended to the captured image
Recording System
Recording format Design rule for Camera File System 2.0 and Exif 2.21
Image type JPEG, RAW (14-bit, Canon original), M RAW, S RAW, RAW + JPEG
Backup recording Enabled with WFT-E5 attached
File numbering Consecutive numbering, auto reset, manual reset.
Possible to create new folders and select folders in the CF card to store captured images
RAW + JPEG simultaneous recording Provided (S RAW + JPEG & M RAW + JPEG also possible)
Colour space sRGB, Adobe RGB
Picture Style Standard, Portrait, Landscape, Neutral, Faithful, Monochrome, User Def. 1-3
Image Processing
Type Auto, Daylight, Shade, Cloudy, Tungsten Light, White Fluorescent Light, Flash, Custom, Colour Temperature setting
Auto white balance Auto white balance with the image sensor
Colour temperature compensation White balance correction: ±9 stops in full-stop increments
White balance bracketing: ±3 stops in full-stop increments
* Blue / amber direction or magenta / green direction possible
Viewfinder 
Type Eye-level pentaprism
Coverage Vertical / Horizontal approx. 100%
Magnification Approx. 1.0x (-1m-1 with 50mm lens at infinity)
Eyepoint Approx. 22mm (from eyepiece lens center)
Built-in dioptric adjustment -3.0 to +1.0m-1 (diopter)
Focusing screen Fixed
Mirror Quick-return half mirror (transmission: reflectance ratio of 40:60, no mirror cut-off with EF600mm f/4L IS USM or shorter lenses)
Depth-of-field preview Enabled with depth-of-field preview button
Autofocus
Type TTL-CT-SIR AF-dedicated CMOS sensor
AF Points 19 (Cross-type) f/2.8 at centre: Dual Cross Sensor
Metering range EV -0.5 – 18 (at 73°F / 23°C, ISO 100)
Focusing Modes Auto, One-Shot AF, Predictive AI Servo AF, AI Focus AF, Manual focusing (MF)
Exposure Control
Metering Modes 63-zone TTL full-aperture metering
- Evaluative metering (linkable to any AF point)
- Partial metering (approx. 9.4% of viewfinder at center)
- Spot metering (approx. 2.3% of viewfinder at center)
- Center-weighted average metering
Metering range EV 1 – 20 (at 73°F / 23°C with EF50mm f/1.4 USM lens, ISO 100)
Shutter
Type Vertical-travel, mechanical, electronically-controlled, focal-plane shutter
Shutter Durability* 150,000 cycles
Shutter Speeds 1/8000 to 1/60sec., X-sync at 1/250sec. 1/8000 to 30secs., bulb (Total shutter speed range. Available range varies by shooting mode)
Shutter release Soft-touch electromagnetic release
Remote control Self-timer 10secs. or 2secs. delay
Remote control with N3-type terminal
External Speedlite 
Zooming to Match Lens Focal Length Provided
Compatible flash EX-series Speedlites
Flash metering E-TTL II autoflash
Flash exposure compensation ±3 stops in 1/3- or 1/2-stop increments
FE lock Provided
External flash settings Flash function settings, Flash C.Fn settings
Drive System 
Drive modes Single, High-speed continuous, Low-speed continuous, and Self-timer (10secs. or 2secs. delay)
Continuous shooting speed High-speed: Max: 8 shots/sec 
Low-speed: Max: 3 shots/sec 
Tilt display
On LCD monitor Electronic level indicates up to 360° roll and ±10° pitch in 1° increments
In viewfinder The AF point display is used to indicate up to ±6° roll and ±4° pitch in 1° increments (During vertical shooting, up to ±4° roll and ±6° pitch)
Live View Functions
Shooting modes 1. Live View shooting
2. Remote Live View shooting
(with a personal computer installed with EOS Utility)
Focusing Manual focus
Autofocus (Live View image interrupted for AF): Quick mode, Live mode, Live Face Detection mode
Metering modes Evaluative metering with the image sensor
Metering range EV 0 – 20 (at 73°F / 23°C with EF 50mm f/1.4 USM lens, ISO 100)
Magnified view By 5x or 10x at AF point
Grid display Provided
Exposure simulation Provided
Silent shooting Provided (Mode 1 and 2)
Movie shooting
Recording format MOV
Movie recording size Full HD (1920 x 1080) 
HD (1280 x 720):  Frame rate: 60fps, 50fps 
(640 x 480):  Frame rate: 60fps, 50fps 
Audio recording Internal monaural microphone or external stereo microphone via microphone jack provided
Exposure control Program AE and manual exposure
Still shooting Possible during movie shooting by pressing shutter button
LCD Monitor
Type TFT colour, liquid-crystal monitor
Monitor size 3.0in.
Dots Approx. 920,000 (VGA)
Coverage Approx.100% (viewing angle: approx. 160°)
Brightness adjustment Auto: Brightness adjusted automatically by light sensor
Manual: 7 levels provided
Interface languages 25
Customization
Custom Functions Total 27
Camera user settings Register under Mode Dial’s C1, C2 and C3 positions
My Menu registration Provided
Quick control function The following functions can be set: Shutter speed, aperture, ISO speed, exposure compensation, AEB, flash exposure compensation, AF point selection (including AF area selection modes), Picture Style, white balance, metering mode, Auto Lighting Optimizer, image-recording quality, AF mode, drive mode, and Custom Controls (camera controls / buttons customization)
Interface
USB terminal For personal computer communication and direct printing (USB 2.0 Hi-Speed)
Video OUT terminal (1) Video OUT terminal: NTSC / PAL selectable
(2) HDMI mini OUT terminal
Extension system terminal For connection to WFT-E5A
Power Source
Battery One Battery Pack LP-E6
AC power can be supplied via optional AC Adapter Kit ACK-E6 (with optional Battery Grip BG-E7N or BGM-E6 attached, AA-size batteries can be used)
Dimensions and Weight 
Dimensions (W x H x D) Approx. 5.8 x 4.3 x 2.9in. / 148.2 x 110.7 x 73.5mm
Weight Approx. 28.9oz. / 820g (body only)
Operating Environment
Working temperature range 32-104°F / 0-40°C
Working humidity range 85% or less
AneKamera - Kali ini kita akan membahas tentang review kamera DSLR Canon EOS 650D atau Rebel T4i. Kamera ini merupakan kamera tambahan baru yang dilakukan oleh Canon untuk kalangan pengguna pemula yang berorientasi pada seri "Rebel". Canon telah menemukan cara baru untuk membuat perbedaan terhadap model yang diperbarui melalui seri Rebel ini. Dalam hal ini Canon EOS 650D atau Rebel T4i berkedudukan sebagai upgrade dari pendahulunya Canon EOS 600D atau Rebel T3i. Lalu apa yang berubah dari kamera Canon Rebel T4i jika dibandingkan dengan pendahulunya Canon Rebel T3i. Selengkapnya bisa anda lihat dari penjelasan singkat yang berikut ini.

Jika dilihat dari spesifikasi utama Canon EOS 650D/Rebel T4i memang lebih seperti EOS 600D yang mengusung sensor 18 megapixel dengan 9-point AF, 3:2 flip-out screen dengan 1.04 juta dot. Namun bagi pengguna yang sudah berpengalaman perbedaan yang signifikan akan segera terlihat, karena tidak mungkin sebuah kamera yang berbeda akan dibuat dengan spesifikasi dan fitur yang sama persis, apa artinya beda nama jika semua sama. Dalam hal ini Canon EOS 650D juga mendapatkan keuntungan yang bisa dianggap sangat penting yang merupakan dasar dari Canon EOS M yang merupakan kamera mirrorless Canon.

EOS 650D merupakan upaya Canon untuk para pengguna yang menginginkan kamera DSLR dengan fitur baru yang sangat mumpuni meskipun ditanamkan pada kamera kelas pemula. Fitur baru tersebut ditujukan untuk para pengguna pemula dalam meningkatkan pengalaman seru dalam peningkatan live view dan kinerja video yang hebat. Dengan fitur keren tersebut EOS 650D menjadi kamera DSLR Canon pertama yang menawarkan pelacakan AF secara terus menerus pada saat perekaman video.

Kehebatan yang dimiliki oleh EOS 650D tersebut dimungkinkan oleh penggunaan sensor baru Hybrid CMOS milik Canon yang dalam hal ini pixel didedikasikan untuk fase deteksi autofokus. Sistem Autofokus Hybrid menggunakannya untuk membuat lensa bekerja dengan cepat mengatur jarak yang tepat, lalu memanfaatkan deteksi kontras AF untuk menyempurnakan fokus. Secara teori tindakan ini seharusnya akan memberikan fokus yang lebih cepat dan tepat untuk live view dan shooting video jika dibanding dengan model sebelumnya yang hanya mengandalkan CDAF.

Selain sebagai kamera pertama Canon yang menawarkan AF terus menerus dalam live view dan perekaman video, EOS 650D juga merupakan kamera DSLR pertama yang membawa fitur layar sentuh dalam kameranya. Hal ini sangat membantu dalam setiap operasi yang dilakukan pada kamera ini seperti yang biasa pengguna temui pada setiap smartphone saat ini. Layar sentuh tersebut tidak hanya digunakan untuk menampilkan kontrol menu saja, akan tetapi dalam mode live view dan mode video dapat digunakan untuk menentukan titik fokus dan juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan shutter release jika dibutuhkan.

Layar sentuh yang digunakan dalam kamera ini didesain kembali tanpa ada celah udara antara layar kaca dengan penutupnya. Hal ini dilakukan agar mampu mengurani refleksi serta miningkatkan visibilitas pada kondisi cahaya yang berlebihan. Layar sentuh tentunya akan sangat riskan dengan noda sentuhan, namun dengan lapisan anti noda yang terpasang akan mengurangi dampak tersebut secara baik. Layar sentuh ini kemudian juga digunakan pada kamera Canon EOS 700D yang sudah kita bahas sebelumnya.

Review Kamera DSLR Canon EOS 650D Harga dan Spesifikasi Lengkap

Kamera pemula ini menggunakan prosesor gambar DIGIC 5 hal ini dapat juga dilihat pada kamera compact Canon S100 dan G1X. Prosesor ini membantu kinerja kamera untuk menghadirkan kisaran sensitivitas ISO 12.800 dan dapat diperbesar hingga 25.600. Selain itu prosesor yang digunakan juga memungkinkan koreksi lensa khusus untuk chromatic aberration dan vignetting pada pengolahan gambar berformat JPEG pada kamera.

Untuk membuat hasil perekaman video menjadi lebih sempurna kamera ini juga dilengkapi dengan built-in stereo mikrofon, namun tetap membawa input mikrofon eksternal dari pendahulunya untuk hasil yang lebih baik. Selain tambahan yang ada kamera ini juga membawa serta scene baru seperti HDR Backlight dan Handled Night Scene. Keduanya bekerja dengan menggabungkan beberapa eksposur untuk memberikan gambaran akhir terbaik. Empat pengaturan eksposur  untuk Multi Shot Noise Reduction juga disediakan pada PASM mode.

Layaknya kamera DSLR lain milik Canon, EOS 650D tidak bisa dikatakan sebagai pengganti dari EOS 600D di line up pemula secara keseluruhan. Model pendhahulunya akan tetap berada di garis kamera pemula, namun kamera yang jauh lebih dulu hadir di line up yang ditempati EOS 550D/Rebel T2i akan dihentikan produksinya.

Nah demikian Review Kamera DSLR Canon EOS 650D/Rebel T4i secara singkat, semoga penjelasan yang ada sedikit membantu anda sebelum membeli kamera tersebut agar sesuai dengan keinginan anda. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, dengan merogoh kocek sebesar Rp. 5.740.000 (body) dan Rp. 6.400.000 (dengan lensa 18-55mm IS STM) untuk mendapatkan kamera tersebut. Untuk harga kamera DSLR Canon selengkapnya kunjungi Daftar Harga Kamera DSLR Canon Terbaru.   

Spesifikasi Kamera DSLR Canon EOS 650D

Body type
Body type Compact SLR
Body material Stainless Steel and polycarbonate resin with glass fibre
Sensor
Max resolution 5184 x 3456
Other resolutions 5184 x 2912, 4608 x 3456,3456 x 3456, 3456 x 2304, 3456 x 1944, 3072 x 2304, 2592 x 1728, 2592 x 1456, 2304 x 1728, 2304 x 2304, 1920 x 1280, 1920 x 1080, 1728 x 1728, 1696 x 1280, 1280 x 1280, 720 x 480, 720 x 400, 640 x 480, 480 x 480
Image ratio w:h 1:1, 4:3, 3:2, 16:9
Effective pixels 18 megapixels
Sensor photo detectors 19 megapixels
Sensor size APS-C (22.3 x 14.9 mm)
Sensor type CMOS
Processor Digic 5
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array RGB Color Filter Array
Image
ISO Auto, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, 12800 (25600 with boost)
White balance presets 6
Custom white balance Yes (1)
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Fine, Normal
File format JPEG: Fine, Normal (Exif 2.3 compliant)
Design rule for Camera File system (2.0),
RAW: 14bit RAW
Digital Print Order Format [DPOF] Version 1.1 compliant
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Selective single-point,  Single, Continuous, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp by built-in flash
Digital zoom No
Manual focus Yes
Number of focus points 9
Lens mount Canon EF/EF-S
Focal length multiplier 1.6×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fully articulated
Screen size 3″
Screen dots 1,040,000
Touch screen Yes
Screen type Clear View II TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentamirror)
Viewfinder coverage 95%
Viewfinder magnification 0.85×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes Program AE, Shutter priority AE, Aperture priority AE, Manual, Scene Intelligent Auto, No Flash, Creative Auto, Portrait, Landscape, Close-up, Sports, Night Portrait, Handheld Night Scene, HDR Backlight Control
Built-in flash Yes (Pop-up)
Flash range 13.00 m
External flash Yes (Hot-shoe, Wireless plus Sync connector)
Flash modes Auto, On, Off, Red-eye
Flash X sync speed 1/200 sec
Drive modes Single
Continuous
Self timer (2s, 10s+remote, 10s + continuous shots 2-10)
Continuous drive 5.0 fps
Self-timer Yes (2s, 10s+remote, 10s + continuous shots 2-10))
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Partial
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±2 (3 frames at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
WB Bracketing Yes (3 frames in either blue/amber or magenta/green axis)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (30, 25, 24 fps), 1280 x 720 (60, 50 fps), 640 x 480 (60, 50 fps)
Format H.264, Motion JPEG
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC
Storage included None
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (HDMI mini)
Wireless Eye-Fi Connected
Remote control Yes (E3 connector, InfraRed)
Physical
Environmentally sealed No
Battery Battery Pack
Battery description Lithium-Ion LP-E8 rechargeable battery & charger
Battery Life (CIPA) 440
Weight (inc. batteries) 575 g (1.27 lb / 20.28 oz)
Dimensions 133 x 100 x 79 mm (5.24 x 3.94 x 3.11″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (by USB cable and PC)
GPS Optional
GPS notes via GPE2
Diberdayakan oleh Blogger.

Item Promo dari :