Tampilkan postingan dengan label Laptop Gaming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laptop Gaming. Tampilkan semua postingan


Senin, 22 Mei 2017, Gigabyte Indonesia akhirnya merilis produk fenomenal mereka dari keluarga Aero. New Gigabyte Aero 15 jadi keluarga Aero kedua setelah Gigabyte Aero 14 yang sudah meluncur sejak 2 tahun lalu. Apa sales poin dari Gigabyte Aero 15 yang akan ditargetkan untuk para pengguna profesional dan enthusiast gamer ini. Berikut beberapa hal yang kita rangkum tentang Gigabyte Aero 15 dari acara peluncurannya kemarin di Conclave Wijaya, Jakarta.


Design, Material dan Build Quality

Sepintas lalu, terlebih lagi sebab ia menawarkan dimensi yang tak jauh berbeda dengan Aero 14, New Gigabyte Aero 15 tampak serupa. Anda tak akan langsung bisa menentukan mana Aero 14 mana Aero 15 dalam posisi terpisah. Kecuali saat mereka di tumpuk yang memperlihatkan perbedaan dimensi panjang dan lebarnya. Anda bisa lihat video Aero 14 untuk dapat membayangkan desain keseluruhan dan material yang di gunakan Aero 15 di sini.

Untuk perbedaan yang agak mencolok terkait build quality mungkin ada di bingkai LCD. Gigabyte Aero 15, seperti yang dimarketingkan, menawarkan bingkai LCD yang amat tipis, hampir bisa dibilang bezel-less, hanya 5mm. Ada asumsi hal ini amat sangat berpengaruh pada kekuatan LCD cover yang minim “pegangan”. Tapi itu sebelum awak media, termasuk pemmzchannel, melihat langsung unit displaynya. Setelah kami melihat langsung, ternyata tidak ada alasan kuat untuk meragukan kekuatan LCD cover Aero 15. Hingga akhirnya, poin build quality bisa disetarakan dengan Aero 14.

Sales Poin Gigabyte Aero 15


Terhitung, terdapat 5 sales poin yang menjadikan Aero 15 layak bersaing di pasar profesional dan gamer antusias.

Bezel-less Display
Terang sekali, Gigabyte Aero 15 menawarkan sales poin yang saat ini masih amat langka di pasaran. Efek dari desain LCD frame yang hanya 5mm ini membuat dimensinya menyerupai sebuah laptop 14-inch. Tentu hal ini mendukung portabilitas yang didambakan para profesional.
IPS Panel Pantone X rite

Kualitas dan lebar spektrum warna sebuah LCD monitor amat berperan dalam menentukan hasil cetak yang senyata mungkin. Aero 15 dengan standarisasi Panton X Rite, menjadikan ia mampu menampilkan warna yang amat real nyaris mendekati objek aslinya.
Per Key RGB Fusion Keyboard

Sebuah notebook high-end dengan RGB backlit keyboard sudah bukan barang baru. Aero 15 kembali selangkah lebih maju dengan menawarkan keyboard dengan backlit yang warna per tombolnya bisa di atur sesuai keinginan. Silakan jadikan tombol WASD menjadi yang paling berbeda dari laptop gaming rekan anda yang lain.
Geforce GTX 1060 dalam barebone 19mm

Gaming ultrabook wajib menyertakan chip grafis dedicated yang memungkinkan ia menjalankan berbagai aplikasi 3D terbaru. Gigabyte Aero 15 membawa performa Geforce GTX 1060 yang merupakan salah satu chip grafis buatan Nvidia untuk pasar high-end. Eiit, yang lebih patut di acungi jempol, paduan Geforce GTX 1060 dan CPU quad core Intel core i7 7700HQ tadi bersemayam dalam dimensi barebon tak sampai 20mm.
Battery Ekstra Besar 94.24Wh

Hal lain yang dibutuhkan seorang profesional adalah durasi pakai yang panjang, kalau perlu seharian di pakai tanpa perlu di charge. Gigabyte melihat ini dan mencoba memberi solusi lewat Aero series termasuk Aero 15. Dengan membenamkan battery berkapasitas 94.24Wh, perusahaan yang terkenal sejak dulu dengan produk-produk motherboard dan GPU card-nya ini menjanjikan penggunaan hingga 12 jam (standar usage).
Ketersediaan, Harga dan Spesifikasi Gigabyte Aero 15

Mr Jason Wu, Country Manager Gigabyte Notebook Indonesia, amat mengerti tentang habit pengguna di Indonesia. Umumnya, hanya produk dengan price to performance terbaik yang akan laku di jual di Indonesia. “Dilihat dari performanya, laptop ini cocok untuk para Gamer. Namun jika dilihat dari desain dan ketahan baterai, Gigabyte Aero 15 juga cocok disebut sebuah Ultrabook”. Dengan benefit yang cocok untuk dua segmentasi produk di atas, banderol 28,999 juta rupiah untuk Aero 15 merupakan sebuah penawaran yang paling price to performance saat ini di Indonesia. Dan untuk pemesan pertama, akan ada tambahan mouse gaming dan backpack.

Gigabyte Aero 15 sudah bisa di pesan di www.pemmz.com



Setelah hampir 4 bulan terakhir Acer Aspire E5-475G series merajalela di segmen laptop multimedia, nampaknya Asus mulai gerah juga. Tapi dengan cukup pintar, Asus membalas serangan produk Acer Aspire dengan penyempurnaan dibeberapa sisi yang memang diharapkan oleh pengguna hadir di sebuah laptop multimedia. Berikut preview mas R untuk Asus X550VQ, si laptop multimedia dengan spesifikasi yang cekep banget.




Asus X550VQ andalkan CPU Quad Core dan Geforce 940MX GDDR5


Confirm, gak perlu diragukan lagi. Untuk memberi gap yang cukup antara Asus X550VQ ini dengan kakaknya yang lebih dulu hadir yakni Asus X550VX dengan GTX950M-nya, Asus memangkas hanya dari sisi GPU saja. Yap betul sekali. Dengan hanya sedikit perubahan di bagian dalam, tanpa banyak merubah kosmetik dan sisi lainnya, Asus tidak terlalu banyak mengeluarkan effort untuk melahirkan sebuah produk yang punya kans kuat merajai kelas multimedia di angka 8 jutaan (harga perkiraan penulis).

Yang menjadikan laptop ini diramalkan akan jadi best seller adalah, kombinasi GPU 940MX GDDR5 dengan processor non-ULV. Dalam katalog produk Asus maupun web resminya, laptop ini rencananya akan keluar dalam dua pilihan processor, Intel Core i7 6700HQ dan Intel Core i5 6300HQ  (i5 Quad Core). Dengan SRP untuk komponen processor yang bahkan lebih murah dari Intel core i5 6200U, Seri X550VQ dengan i5 6300HQ harusnya ada di range yang sama dengan Acer 475G versi i5 (7,5 jutaan), atau bisa jadi dibawahnya (ngarep).

Onboard Memory dan Layar HD?


Mungkin dua poin di atas adalah hal yang masih menjadi cikal bakal kekecewaan dari produk ini. Asus X550VQ akan hadir dalam pilihan RAM 4GB (onboard) dengan sebuah slot memori yang kosong. Sebenarnya, dengan dimensi chassis yang ada, bukan masalah menjadikan slot memori hadir sepasang. Tapi mari berfikir dari sisi positif utamnya benefit dari aplikasi single slot memory ini. Pastinya, ada sedikit production cost yang berkurang, dan itu jelas akan dirasakan oleh calon pengguna. Alasan jelasnya mungkin hanya Asus yang tahu. Menyoal layar yang "sepertinya" masih dalam resolusi HD, penulis yakin ini lebih karena menyesuaikan performa si GPU yang notabene masuk kategori mid-low. Di web resmi memang terdapat informasi satu SKU yang menggunakan panel 1080p, tapi penulis sudah ikhlas bahwasannya yang masuk Indonesia hanya versi HD.

Desain, Build Quality, Konektifitas dan Fitur - Biasa Aja Tuh . . 


Lepas dari spesifikasi, yang di tawarkan Asus X550VQ bisa di bilang tidak ada yang spesial. Terutama jika anda mengharapkan sesuatu yang spesial seperti peningkatan build quality dengan bahan almunium, dimensi jadi lebih slim, atau pilihan warna baru. Bahkan di perkirakan, ia hanya akan rilis dalam 1 pilihan warna yakni silver. Tanpa pilihan warna Hitam Merah seperti kakaknya. Gambarannya, seri ini perwujudan dari Asus X550VX yang di down-specchip GPU nya. Dengan chassis yang didominasi plastik, bagian workstation nampaknya akan tetap jadi momok saat laptop ini digunakan untuk membuat skripsi. Ciri khas laptop Asus yang kurang solid pada penyangga keyboard, masih akan anda temui.

Begitupun dari sisi port dan konektifitas. USB type C dan WiFi card a/c masih absen pada produk ini. Fitur yang di tawarkan juga so..so.. Bagi pemerhati produk Asus, terutama A atau X series, dipastikan sudah hafal dengan fitur standar kelas ini. Tuts keyboard yang berdimensi cukup besar, juga touchpad yang luas serta fitur multi gesture yang cukup ok, dipastikan tetap anda dapatkan. Termasuk suara klik pada tombol touchpad yang lumayan "noise".

Target Pengguna


Kombinasi processor quad core dan GPU GDDR5 yang ditawarkan Asus X550VQ, sebenarnya sudah pernah hadir pada MSI CX61-6QD. Bahkan CX61 juga pernah hadir dalam versi i5 plus panel Full HD. Segmen ini cocok sekali untuk pelajar dan mahasiswa yang punya kebutuhan gaming dan design grafis menengah. Untuk banyak judul game 3D modern, kombinasi processor dan GPU pada X550VQ masih mumpuni kok untuk di ajak long-run. Tapi lupakan game-game seperti Witcher 3 atau Deux yang masuk kategori grafis tingkat tinggi. Selebihnya, produk ini solusi paling menarik untuk yang mendambakan laptop multimedia dengan kemampuan gaming yang lebih baik dari spesifikasi yang ditawarkan 475G series.



Diberdayakan oleh Blogger.

Item Promo dari :