Tampilkan postingan dengan label 36Mp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 36Mp. Tampilkan semua postingan
AneKamera - Setalah menunggu beberapa lama akhirnya Ricoh menepati janjinya dengan mengeluarkan sbuah kamera DSLR full frame terbarunya di tahun 2016 ini. Untuk anda pecinta fotografi profesional, kali ini kami akan membuat review kamera Pentax K-1 untuk anda. Kamera Pentax K-1 merupakan kamera digital SLR full frame pertama untuk kelas profesional yang dibalut dengan body berbahan magnesium alloy yang sangat kuat, berikut dengan segel cuaca yang sangat aman. Kamera keren ini menggunakan sensor full frame dilengkapi dengan image stabilization untuk menghasilkan gambar yang sangat mumpuni. Kamera ini menggunakan sensor CMOS dengan resolsi tinggi dengan 36,4 megapixel. Pentax K-1 bisa dikatakan sebagai kamera yang menggabungkan kinerja kamera digital full frame 35mm dengan fitur dan teknologi asli Pentax yang sudah umum dalam tubuh kompak yang sangat menakjubkan.

Selain menggunakan sensor full frame yang sangat canggih, kamera Pentax K-1 juga mengusung berbagai fitur yang sudah mengalami peningkatan yang cukup baik dari beberapa kamera Pentax sebelumnya. Sebagai kamera DSLR full frame kamera ini digadang-gadang sebagai kamera dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup terjangkau, bahkan bisa dikatakan murah jika dibanding dengan parakompetitornya. Apa saja yang akan ditawarkan oleh Pentax K-1 berikut ulasannya untuk anda semua.

Sensor

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa kamera PEntax K-1 memanfaatkan sensor CMOS full frame dengan resolusi yang sangat tinggi mencapai 36,4 megapixel. Kamera ini didesain tanpa menggunakan filter anti-aliasing (filter AA) yang mengutamakan resolusi gambar. Sensor full frame yang digunakan masih didukung dengan mesin pencitraan PRIME IV baru. Dengan penggabungan berbagai teknologi canggih kamera ini mampu melakukan perekaman gambar 14-bit format RAW. Selain itu Pentax K-1 juga memungkinkan untuk menembak dengan super-high-sensitivity hingga ISO 204.800 serta memproduksi gambar yang menakjubkan dengan resolusi yang sangat tinggi.

5-axis image stabilization

SR II atau Shake Reduction II dalam body dengan lima sumbu memungkinkan dan memberikan kontrol akurat dari sensor gambar full frame saat dipasangkan dengan berbagai lensa Pentax yang kompatibel. Selain meredam goyangan kamera yang disebabkan oleh pitch dan yaw, secara efektif fitur ini juga mengkompensasi goyangan kamera yang disebabkan oleh pergerakan horizontal maupun vertikal, serta goyangan yang disebabkan oleh roll. Goyangan yang disebabkan oleh beberapa pergerakan di atas umumnya sulit diredam tnpa fitur tersebut. Bahkan pada saat mengambil tembakan panning, sistem tersebut akan secara otomatis mendeteksi arah gerakan kamera, dan secara efisien mengendalikan unit SR II untuk selalu menghasilkan gambar yang terbaik.

Pixel Shift Resolution System

Pentax K-1 menggunakan teknologi super-resolution terbaru. Teknologi ini memungkinkan kamera menangkap empat gambar dari adegan yang sama dengan menggeser sensor gambar dengan pixel tunggal untuk setiap gambar, selanjutnya mensintesis keempat gambar tersebut menjadi gambar komposit tunggal. Dengan SR pada Pentax K-1 yang didesain fleksibel dan unit sensor akan bergerak ke segala arah akan meyediakan sejumlah fungsi pemotretan yang sangat berguna, termasuk kompensasi tingkat auto, penyesuaian komposisi gambar, dan Astro Tracer yang bisa menyederhanakan fotografi astronomi canggih menggunakan modul GPD built-in.

Review Harga Kamera Pentax K-1 Full Frame dan Spesifikasi Lengkap

Layar monitor
Pentax K-1 memiliki layar LCD yang didesain baru. LCD yang digunakan memiliki fitur flexible tilt-type LCD monitor. Dengan desain yang baru layar bisa dimiringkan secara horizontal, vertikal maupun diagonal hanya dengan satu tindakan, bahkan tanpa menyimpang dari sumbu optik lensa. Hal yang bisa didapat dari desain baru layar LCD ini adalah bisa mencapai kemiringan 35 derajad horizontal dan 44 derajad vertikal, bahkan panel LCD bisa diletakkan mendatar ke atas maupun ke bawah. Monitor LCD tersebut memiliki ukuran 3.2 inch yang dilengkapi dengan fitur tempered-glass untuk menambah daya tahan, sedangkan fitur unique air-gapless construction secara efektif mampu mengurangi refleksi.

Modul sensor AF

Modul sensor AF Pentax K-1 menggunakan SAFOX 12 yang memiliki 33 sensor AF (dengan 25 cross-type sensor diposisikan di bagian tengah). Sensor pusat dan dua sensor yang terletak tepat di atas dan di bawah di rancang untuk mendeteksi fluks cahaya dari lensa F2.8, dengan demikian dapa dengan mudah untuk mendapatkan pinpoint fokus pada subjek saat menggunakan lensa dengan aperture lebar.

Viewfinder optik

Viewfinder atau jendela bidik Pentax K-1 merupakan hasil pengembangan baru yang didesain untuk mendukung kamera dengan sensor 35mm full framenya. Viewfinder optik K-1 menyediakan cakupan hingga hampir 100% field of view dan sekitar 0,7 kali pembesaran. Dengan memanfaatkan layar fokus Natural Bright Matt III memungkinkan kemudahan bagi kamera untuk berfokus dan menimbulkan efek hidup dibagian area defokus pada gambar di jendela bidik.

Operation Assist LED Lighting

Untuk melengkapi kehebatan dari kamera full frame Pentax K-1, perusahaan menyematkan fitur GPS yang sangat menarik. Fitur-fitur tersebut antara lain record shooting location (untuk mencatat lokasi pengambilan gambar), Facing direction serta tanggal dan waktu utuk data gambar. Elektronik kompas mencatat arah penembakan, dan Astro Tracer mengabungkan fitur ini dengan SR II shake reduction untuk menangkap gambar rock-steady dari objek langit malam tanpa lesatan atau pengaburan selama eksposur panjang.

PENTAX Real-Time Tema Analisis Sistem terupgrade

Pentax K-1 yang canggih menawarkan PENTAX Real-Time Scene Analysis System untuk melakukan analisis instan secara dekat dari paparan, warna, gerakan dan berbagai faktor lainnya. SIstem ini dikombinasikan dengan terobosan teknologi artificial intelligence memberikan pembelajaran baru dan dalam dalam dunia fotografi. K-1 secara instan dioptimalkan melalui pengaturan untuk situasi pengambilan gambar yang paling sulit sekalipun.

Nah demikian review kamera Pentax K-1 untuk anda semua. Berbagai pengembangan dan teknologi baru bisa anda nikmati dari kamera terbaru ini. Semoga review di atas sedikit memberi gambaran apa saja yang ditawarkan oleh Pentax K-1 untuk anda. Kamera ini baru akan hadir di pasaran pada bulan April 2016 dengan harga yang masih sangat terjangkau. Harga yang ditawarkan adalah $1,799.95 atau sekitar 23 jutaan. Untuk harga kamera Pentax selengkapnya bisa anda kunjung di Daftar Harga Kamera Digital Pentax. Informasi lebih lanjut dan lengkap silahkan anda lihat dalam spesifikasi berikut ini.

Spesifikasi Pentax K-1 

Body type
Body type Mid-size SLR
Body material Magnesium alloy
Sensor
Max resolution 7360 x 4912
Image ratio w:h 03.02
Effective pixels 36 megapixels
Sensor photo detectors 37 megapixels
Sensor size Full frame (35.9 x 24 mm)
Sensor type CMOS
Color space sRGB, Adobe RGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100-204800
White balance presets 8
Custom white balance Yes (3 slots)
Image stabilization Sensor-shift
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Best, better, good
File format JPEG (Exif v2.3)
Raw (PEF/DNG)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center,  Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes
Manual focus Yes
Number of focus points 33
Lens mount Pentax KAF2
Focal length multiplier 1×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3.2″
Screen dots 1,037,000
Touch screen No
Screen type TFT LCD
Live view Yes
Viewfinder type Optical (pentaprism)
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.7×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/8000 sec
Exposure modes Program
Aperture priority
Shutter priority
Aperture and shutter priority
Sensitivity priority
Manual
Built-in flash No
External flash Yes (via hot shoe or flash sync port)
Flash modes Auto Flash Discharge, Auto Flash + Red-eye Reduction, Flash On, Flash On + Red-eye Reduction, Slow-speed Sync, Slow-speed Sync + Red-eye, P-TTL, Trailing Curtain Sync, Contrast-control-sync, High-speed sync, Wireless sync
Flash X sync speed 1/200 sec
Drive modes Single Frame, Continuous, Self-timer, Remote Control, Bracketing, Mirror- up, Multi-Exposure, Interval Shooting, Interval Composite, Interval Movie Record, Star Stream
Continuous drive 4.4 fps
Self-timer Yes (2 or 12 sec, custom)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
AE Bracketing ±5 (2, 3, 5 frames at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60i, 50i, 30p, 25p, 24p), 1280 x 720 (60p, 50p)
Format MPEG-4, H.264
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types Dual SD/SDHC/SDXC (UHS-I)
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (micro-HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port Yes
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11b/g/n
Remote control Yes (wired, wireless, or smartphone)
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description D-LI90 lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA) 760
Weight (inc. batteries) 1010 g (2.23 lb / 35.63 oz)
Dimensions 137 x 110 x 86 mm (5.39 x 4.33 x 3.39″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (Still or video)
GPS Built-In

AneKamera - Berbeda dari Sony Alpha 7 yang kita bahas pada artikel sebelumnya, kali ini masih dengan kamera full frame mirrorless saudara tidak kembar yang dirilis bersama dengan Alpha 7 yaitu Sony Alpha 7R. Kamera yang satu ini jika dilihat dari namanya memang agak mirip dengan saudaranya namun nyatanya banyak sekali perbedaan diantara Sony Alpha 7 dan Alpha 7R, bisa juga disebut sebagai produk serupa namun tak sama. Secara garis besar perbedaan yang muncul dapat kita lihat dari sensor yang digunakan, kali ini sensor yang diusung oleh Sony Alpha 7R adalah sensor full frame Exmor CMOS setinggi 36,4 megapixel, sangat jauh diatas Alpha 7 yang hanya menggunakan sensor 24 megapixel. Sensor yang digunakan pada kamera ini tanpa menggunakan optical low-pass filter atau OLPF. Tujuan dari tidak digunakannya OLPF adalah untuk menghasilkan gambar yang lebih tajam dan mengurangi noise secara maksimal. Nah untuk melihat lebih jauh apa saja yang diusung oleh kamera ini berikut review Sony Alpha 7R selengkapnya.

Dijuluki sebagai kamera full frame terkecil dan teringan merupakan kebanggaan tersendiri bagi Sony dengan duo kamera Sony Alpha 7R dan Sony Alpha 7. Kedua kamera serupa tapi tak sama ini layak mendapatkan gelar tersebut. Terutama Alpha 7R yang mengusung sensor full frame berkekuatan 36,4 megapixel sangat layak diperhitungkan. Melalui sensor full frame 35mm tersebut sebuah dunia dapat terlihat nyata dan tajam dalam sebuah gambar. Sensor besar tanpa optical low-pass filter meningkatkan ketajaman gambar dan noise yang rendah.

Tak cukup dengan sensor besar yang digunakan, Sony menambahkan sebuah prosesor gambar dengan kamampuan super canggih. Dengan dukungan prosesor Bionz X berkecepatan tinggi memberikan sebuah cara pengolahan gambar dengan mereproduksi tekstur dan detail secara real time. Hasilnya adalah sebuah gambaran subjek yang tampak nyata seperti yang terlihat dengan mata telanjang.Bekerja bersama dengan front-end LSI (Large Scale Integration) yang mempercepat proses pada tahap awal, memberikan detail yang lebih alami, gambar tampak lebih nyata, kaya akan gradasi tonal dengan tingkat noise yang sangat rendah baik untuk gambar maupun video.

Menggunakan fitur Fast Intelligent AF mampu membuat performa autofokus bekerja sangat cepat, bahkan Alpha 7R diklaim memiliki kecepatan AF yang baik untuk kelas kamera full frame. Kemampuan tersebut tentunya adalah  hasil dari berbagai pengembangan yang dilakukan oleh Sony, termasuk di dalamnya adalah prosesor gambar super cepat Bionz X, sensor besar dengan keluaran gambar yang cepat, dan algoritma Spatial Object Detection AF.

Melihat setiap adegan dengan kejelasan yang tinggi dan akurat bisa dilakukan oleh Alpha 7R. Memanfaatkan XGA OLED Tru-Finder yang akurat semua adegan yang terlihat akan sama dengan hasil setelah penembakan. Tru-Finder OLED pada kamera ini merupakan perbaikan dari OLED dan 3 sistem lensa optik yang digunakan pada Alpha 99. Viewfinder kamera ini secara langsung menampilkan apa yang terlihat di depan mata anda ke dalam hasil rekaman foto anda. Tidak hanya melihat apaa yang menjadi subjek foto, viewfinder ini  juga mampu melihat subjek sesuai dengan pengaturan kamera, sehingga gambar yang dihasilkan bisa di tentukan secara akurat bahkan sebelum menembak. Kemampuan yang dimiliki jendela bidik Alpha 7R mencapai 3 kali kontras dari Alpha 99. Fitur kelas atas ini juga termasuk cakupan frame 100% dan wide viewing angle.

Kemampuan lain yang tak mampu di tolak adalah kebebasan para pengguna yang fokus pada pembuatan film. Memanfaatkan sepenuhnya sensor full frmae 35mm, prosesor gambat Bionz X,  fitur audio dan interchangeable lens yang fleksibel, para moviemaker bisa menghasilkan film dengan kualitas audio visual terbaik, tajam dan jelas. Demikian juga dengan adanya fitur Picture Effect, output HDMI, P/S/A/M mode dan pilihan frame rate 60p dan 24p menjadikan film yang anda hasilkan akan tampak lebih artistik dan tidak membatasi ruang kreatif pengguna.

Kemudahan mentranfer foto maupun video dengan perangkat lain yang kompatibel seperti smartphone atau tablet dapat dilakukan dengan cepat hanya dalam satu sentuhan. Semua dapat dilakukan berkat adanya built-in Wi-Fi dan NFC (Near Field Communication). Setelah proses transfer selesai anda dapat mengupload konten langsung ke SNS favorit anda secara mudah. Tak hanya itu adanya built-in Wi-Fi juga  bisa dimanfaatkan untuk mengontrol operasi kamera dengan memanfaatkan smartphone sebagai remote control. Dengan kemudahan yang disediakan Alpha 7R bisa menjadi referensi terbaik untuk anda yang ingin membeli kamera.


Kamera mirrorless full frame ini bisa anda miliki dengan harga yang masih lumayan mahal, namun sesuai dengan apa yang akan anda dapatkan. Sony Alpha 7R bisa anda miliki dengan harga Rp. 25.262.000 (body). Untuk harga kamera Sony selengkapnya silahkan kunjungi Daftar Harga Kamera Sony Terbaru.

Spesifikasi Kamera Sony Alpha 7R

System
Camera Type Interchangeable lens digital camera
Lens Compatibility Sony E-mount lenses
Image Sensor
Type 35mm full frame (35.9×24.0mm), "Exmor" CMOS sensor
Effective no. of Pixels Approx. 36.4 megapixels
Total no. of Pixels Approx. 36.8 megapixels
Anti-Dust System Charge protection coating on optical filter and ultrasonic vibration mechanism
Recording System (Still Image)
Recording Format JPEG (DCF Ver. 2.0, Exif Ver.2.3, MPF Baseline compliant), RAW (Sony ARW 2.3 format)
Image Size (Aspect Ratio 3:2) L: 7360 x 4912(36M), M: 4800 × 3200 (15M), S: 3680 x 2456 (9M)
Image Size (Aspect Ratio 16:9) L: 7360 x 4144 (30M), M: 4800 x 2704 (13M), S:3680 x 2072 (7.6M)
Image Quality Modes RAW, RAW & JPEG, JPEG Extra Fine, JPEG Fine, JPEG Standard
Picture Effects Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (R,G,B,Y), High Contrast Mono, Toy Camera, Soft High-key, Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Mono, Miniature, Watercolor, Illustration
Creative Style Standard, Vivid, Neutral, Clear, Deep, Light, Portrait, Landscape, Sunset, Night Scene, Autumn leaves, Black & White, Sepia,Style Box(1-6), (Contrast (-3 to +3 steps), Saturation (-3 to +3 steps), Sharpness (-3 to +3 steps))
Dynamic Range Off, Dynamic Range Optimizer (Auto/Level), Auto High Dynamic Range: Off, Auto Exposure Difference, Exposure difference Level (1.0-6.0EV, 1.0EV step)
Color Space sRGB standard (with sYCC gamut) and Adobe RGB standard compatible with TRILUMINOS™ Color
Recording System (Movie)
Recording Format AVCHD format Ver. 2.0 compliant, MP4
Video Compression MPEG-4 AVC (H.264)
Audio Recording Format Dolby Digital (AC-3) 2ch/MPEG-4 AAC-LC 2ch
Recording Media
Memory Stick Memory Stick PRO Duo, Memory Stick PRO-HG Duo, Memory Stick XC-HG Duo
SD Memory Card SD memory card, SDHC memory card, SDXC memory card
Noise Reduction
Long exposure NR On/Off, available of shutter speeds longer than 1 sec.
High ISO NR Normal/Low/Off
White Balance
Modes Auto, Daylight, Shade, Cloudy, Incandescent, Fluorescent < Warm White / Cool White / Day White / Daylight> / Flash / Color Temperature & color filter , Custom, Underwater
Focus System
Type Contrast-detection AF
Sensitivity Range EV0-EV20 (ISO100 equivalent with F2.8 lens attached)
Autofocus Mode AF-S (Single-shot AF), AF-C ( Continuous AF), DMF (Direct Manual Focus), Manual Focus
Focus Area Multi Point (25 points(contrast-detection AF)) / Zone / Center-weighted / Flexible Spot (S/M/L)
Other Features Lock-on AF, Focus lock, Eye Focus, Eye-Start AF with LA-EA2 or LA-EA4 (Sold separately), Built-in AF illuminator (Distance: approx. 0.3m - approx. 3.0m (with FE 28-70mm F3.5-5.6 OSS attached)), AF micro adjustment with LA-EA2 or LA-EA4 (Sold separately)
Exposure Control
Metering System Type 1200-zone evaluative metering
Sensitivity Range EV0-EV20 (at ISO100 equivalent with F2.8 lens attached)
Metering Modes Multi-segment, Center-weighted, Spot
Exposure Modes iAUTO, Superior Auto, Programmed AE (P), Aperture priority (A), Shutter-speed priority (S), Manual (M), Sweep Panorama, Scene Selection, Movie (Programmed AE (P) / Aperture priority (A) / Shutter-speed priority (S) / Manual (M) )
Scene Selection Portrait, Landscape, Macro, Sports action, Sunset, Night portrait, Night scene, Hand-held Twilight, Anti Motion Blur
Exposure Compensation Still images: +/- 5.0EV(0.3 EV, 0.5 EV steps selectable)
Exposure Bracketing With 0.3 EV, 0.5 EV, 0.7 EV, 1.0 EV, 2.0 EV, 3.0 EV increments, 3/5 frames (2.0 EV, 3.0 EV : only 3 frames) selectable
AE Lock AE is locked when the shutter button is half pressed (ON/OFF is available in MENU)
ISO Sensitivity Still images: ISO100 to 25600, AUTO (ISO100 to 6400), Movies:ISO200 to 25600 equivalent, AUTO(ISO200 to 6400 equivalent)
EVF Yes
LCD
LCD Monitor Type 7.5cm (3.0-type) wide type TFT
Total no. of Dots 921,600 dots
Brightness Control Manual (5 steps between -2 and +2), Sunny Weather mode
Adjustable Angle Up by approx. 90 degrees, Down by approx. 45 degrees
Display
Histogram Yes
Real-time Image Adjustment ON/OFF
Other Features
Face Detection Up to 8 faces detectable automatically
Smile Shutter Selectable from 3 steps
Precision Digital Zoom Approx. 2x
Help Guide Yes
Shutter
Type Electronically-controlled, vertical-traverse, focal-plane type
Shutter Speeds Still images:1/8000 to 30 sec, Bulb, Movies: 1/8000 to 1/4(1/3 steps) up to 1/50 in AUTO mode (up to 1/25 in Auto slow shutter mode)
Flash Sync. Speed 1/160 sec.
Drive
Shooting Modes Single-shot, Continuous shooting, Speed Priority Continuous shooting, Self-timer, Bracketing
Self-Timer 10/2 sec delay selectable, 10 sec delay 3/5 exposures selectable
Continuous Shooting (Approx.) Continuous mode: max. 1.5 fps*5 , Speed Priority Continuous shooting: max. 4 fps*5
No. of Frame Recordable (Approx.) Extra fine: 15 frames *5 *6 , Fine: 18 frames *5 *6, Standard: 18 frames *5 *6 , RAW: 14 frames*5 *6, RAW&JPG: 13 frames*5 *6
Playback
Single Yes (with or without shooting information RGB histogram & highlight/shadow warning)
9/25-frame Index View Yes
Enlarged Display Mode L: 23x, M: 15x, S: 11.5x, Panorama (Standard): 25.6x, Panorama (Wide): 38.8x
Image Orientation Auto/Manual/Off selectable
Slideshow Yes
Interface
PC Interface Mass-storage, MTP, PC remote
HD Output HDMI micro connector, BRAVIA Sync (link menu), PhotoTV HD, 4K still image PB
Compatible OS (USB Connection) Windows XP *8 SP2, Windows 7 SP1, Windows 8, Mac OS X (v10.5-v10.8)
Audio
Microphone Built-in stereo microphones or ECM-CG50/ XLR-K1M (sold separately)
Speaker Built-in, monaural
Flash
Control Pre-flash TTL
Flash Compensation +/- 3.0 EV (switchable between 0.3 and 0.5 EV steps)
Flash Modes Flash off, Autoflash, Fill-flash, Slow Sync, Rear Sync,
Red-eye Reduction ON/OFF
Print
Compatible Standards Exif Prin, Print Image Matching III, DPOF setting
Power
Battery One rechargeable battery pack NP-FW50
Battery Performance Approx. 340 images (CIPA standard) *9
External Power AC Adaptor AC-PW20 (sold separately)
Size
Dimensions (W x H x D) Approx. 126.9mm x 94.4mm x 48.2mm
Weight (Body Only) Approx. 407 g
Weight (With Battery & Memory Stick PRO Duo) Approx. 465 g

Anekamera - Dunia fotografi kian hari semakin banyak peminat nya. Hal ini tentu saja disambut baik oleh para produsen kamera ternama. Salah satu yang menarik adalah dikeluarkan nya kamera full frame khusus oleh Nikon. Nikon mengumumkan kamera Nikon D810A yang merupakan hasil modifikasi Nikon D810 menjadi versi yang di khususkan untuk jenis astrofotografi. Kamera Nikon D810A merupakan kamera Nikon full frame pertama yang fokus sebagai kamera untuk astrofotografi. Secara garis besar kamera D810A merupakan pengembangan dari Nikon D810 dengan tambahan filter infrared (IR-cut). Penambahan filter IR-cut tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam menangkap cahaya nebula menjadi lebih baik. Selain itu sebagai kamera khusus D810A juga memberi fitur ilmiah tambahan khusus untuk mendukung fotografi eksposur panjang. Dukungan sensor full frame yang disandangnya dapat diartikan bahwa D810A mampu memberikan kinerja ISO tinggi dan lebih baik dari kamera astrofotografi yang ada sebelumnya.

Sebagai kamera full frame astrofotografi, kamera ini tidak disarankan bagi pengguna fotografi umum. Namun para pengguna profesional atau pengguna lain yang berfokus pada fotografi alam semesta untuk berbagai keperluan setidaknya akan mempertimbangkan kamera baru Nikon ini. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa kamera ini telah dilengkapi dengan fitur infrared (IR-cut). Fitur ini telah dioptimalkan untuk transmisi hidrogen alfa spktral line, sehingga mampu memberikan sensitivitas hingga empat kali lebih besar dari panjang gelombang 656nm. Dengan demikian gambar yang nanti dihasilkan akan menangkap warna merah cemerlang pada difus nebula dan rasi bintang yang mencolok dengan detail menakjubkan. Nikon D810A layak menjadi pilihan para pecinta fotografi alam semesta, untuk mendapatkan gambaran yang menarik tentang  alam semesta dengan dukungan lensa Nikkor atau perangkat adaptor lain yang mendukung untuk teleskop.

Pihak Nikon juga menjelaskan bahwa fitur IR-cut tidak hanya dioptimalkan, namun juga menambahkan fitur lain untuk jenis astrofotografi. Modus long exposure manual baru termasuk dri tambahan dari fitur tersebut. Fitur ini memberikan kepada pengguna kemampuan mengatur shutter speed dari 4 hingga 900 detik (15 menit), serta memberikan pengaturan bulb dan waktu. Nikon D810A akan memberikan kemampuan yang sangat luar biasa pada kondisi cahaya rendah, karena kamera ini akan banyak digunakan saat malam hari. Selain itu ISO range juga telah ditingkatkan dari 200 hingga 12800 (Hi-2 51200) untuk sensitivitas maksimum dengan sinyal optimal untuk noise rasio.

Nikon D810A seperti dijelaskan sebelumnya adalah hasil modifikasi D810 ke versi khusus. Dengan demikian Nikon D810A tetap mempertahankan ketangguhan dalam menghasilkan gambar dari versi umumnya. Pengguna ditawarkan memotret angkasa luar dengan resolusi sensor tinggi 36,3 megapixel CMOS. Sensor tinggi tersebut akan berkinerja bersama prosesor gambar Expeed 4 yang dalam menciptakan gambar dengan noise rendah dan rentang dinamis yang panjang. Fitur lain yang tak kalah keren adalah Electronik Front Curtain Shutter Mode. Fitur ini berfungsi untuk meminimalisir getaran sehingga akan menghasilkan gambar dengan tingka ketajaman yang tinggi saat menembak subjek pada shutter speed yang sangat lambat. Secara fisik body kamera ini dibangun dengan menggunakan bahan magnesium alloy dan dilengkapi dengan segel anti debu dan kelembaban.

Kamera DSLR Nikon D810A Full Frame Khusus Untuk Astrofotografi

Nikon D810A kompatibel dengan berbagai jenis lensa Nikkor kualitas tinggi yang sudah ada. Selain itu kamera ini juga mendukung berbagai aksesoris lain seperti remote control infrared yang terhubung secara nirkabel dan sistem remote wireless WR-1 terbaru. Nikon D810A diperkirakan akan mulai dirilis dipasaran pada akhir bulan Mei 2015 mendatang. Hingga saat ini belum ada perkiraan harga untuk Nikon D810A. Untuk lebih jelasnya mengenai kamera ini anda bisa melihat spesifikasinya dibawah ini. Untuk melihat harga kamera DSLR Nikon kunjungi Daftar Harga Kamera DSLR Nikon Terbaru.

Spesifikasi Kamera Nikon D810A
Body type
Body type Mid-size SLR
Body material Magnesium alloy
Sensor
Max resolution 7360 x 4912
Other resolutions FX: 5520 x 3680, 3680 x 2456; 1.2: 6144 x 4080, 4608 x 3056, 3072 x 2040; 5:4: 6144 x 4912, 4608 x 3680, 3072 x 2456; DX: 4800 x 3200, 3600 x 2400, 2400 x 1600
Image ratio w:h 04:03,3
Effective pixels 36 megapixels
Sensor photo detectors 37 megapixels
Sensor size Full frame (35.9 x 24 mm)
Sensor size notes RAW (NEF) available at 12 or 14-bits, lossless compressed, compressed, uncompressed, large or small size.
Sensor type CMOS
Processor EXPEED 4
Color space sRGB, AdobeRGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 200-12800 (expandable to 100-51200)
White balance presets 12
Custom white balance Yes (6 slots)
Image stabilization No
Uncompressed format RAW + TIFF
JPEG quality levels Fine, normal, basic
File format JPEG (Exif 2.3, DCF 2.0)
RAW (NEF)
TIFF (RGB)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes
Manual focus Yes
Number of focus points 51
Lens mount Nikon F
Focal length multiplier 1×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fixed
Screen size 3.2″
Screen dots 1,229,000
Touch screen No
Screen type TFT-LCD (RGBW)
Live view Yes
Viewfinder type Optical (tunnel)
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.7×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/8000 sec
Exposure modes Program, Shutter priority, Aperture priority, Manual, Long exposure
Built-in flash Yes
Flash range 12.00 m (at ISO 100)
External flash Yes (via hot shoe, flash sync terminal, wireless)
Flash modes Front-curtain sync, slow sync, rear-curtain sync, redeye reduction, redeye reduction w/slow sync, slow rear-curtain sync
Flash X sync speed 1/250 sec
Drive modes Single-frame, Continuous low-speed [CL], Continuous high-speed [CH], Quiet Shutter Release, Quiet Continuous Release, Self-timer, Mirror-up
Continuous drive 5.0 fps
Self-timer Yes (2, 5, 10, 20 secs for up to 9 shots)
Metering modes Multi
Center-weighted
Highlight-weighted
Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV, 1 EV steps)
AE Bracketing ±5 (2, 3, 5, 7 frames at 1/3 EV, 2/3 EV, 1 EV steps)
WB Bracketing Yes (2-9 exposures in 1-3 increments)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60p, 50p, 30p, 25p, 24p), 1280 x 720 (60p, 50p)
Format MPEG-4, H.264
Videography notes Uncompressed output over HDMI with simultaneous writing to memory card
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC, CompactFlash (UDMA compliant)
Connectivity
USB USB 3.0 (5 GBit/sec)
HDMI Yes (mini-HDMI)
Microphone port Yes
Headphone port Yes
Wireless Optional
Wireless notes via WT-5A or Eye-Fi
Remote control Yes
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description EN-EL15 lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA) 1200
Weight (inc. batteries) 880 g (1.94 lb / 31.04 oz)
Dimensions 146 x 123 x 82 mm (5.75 x 4.84 x 3.23″)
Other features
Timelapse recording Yes
GPS Optional
GPS notes via GP-1 or GP-1A
 

AneKamera - Kamera DSLR memang begitu digemari oleh para pecinta fotografi, untuk itu kali ini kita akan mencoba membuat review kamera DSLR Nikon D810 terbaru. Seperti yang kita ketahui bahwasannya Nikon pada postingan sebelumnya telah merilis dua kamera kembar identik seri D800 yang dibuat dua versi masing-masing adalah Nikon D800 dan D800E. Kini Nikon kembali meluncurkan seri upgrade dari Nikon D800 dan D800E dengan nama Nikon D810. Dari segi harga Nikon D810 masih dikisaran kamera pendahulunya, hanya agak mahal sedikit dari Nikon D800 dan hampir setara dengan D800E. Hal ini disebabkan karena D810 lebih cenderung kepada D800E dengan menghilangkan filter AA pada rancangannya.

Masih sama dengan kedua versi pendahulunya Nikon D810 masih menggunakan sensor dengan resolusi 36 megapixel efektif. Namun dalam beberapa hal D810 sudah mengalami peningkatan dan pengembangan ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengadopsi teknologi kamera hig-end di atasnya seperti yang ada pada Nikon D4S. Salah satu yang nampak adalah beberapa penambahan fitur video yang ikut masuk dalam kamera full frame yang satu ini. Hal lain yang juga tidak kalah menariknya adalah adanya perbaikan dalam mekanisme shutter dan mirror untuk menanggulangiefek resolution-reducting shock yang muncul dari pergerakan shutter, dan juga adanya mode S-RAW yang berfungsi mengatasi pengurangan resolusi pada waktu pengambilan gambar di mode RAW.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kamera D810 ini lebih cenderung mengacu pada D800E dan mengalami beberapa perubahan yang signifikan untuk mendukung kinerja kamera dalam menghasilkan gambar maupun video dengan kualitas yang lebih baik. Beberapa perubahan tersebut dapat anda lihat pada penjelasan berikut ini.

Sebagai kamera upgrade dari pendahulunya, D810 masih mengadopsi resolusi sensor yang sama yaitu setinggi 36 megapixel. Namun meskipun memiliki besaran resolusi yang sama dan dikatakan cenderung mengikuti D800E, kamera baru besutan Nikon ini melakukan perubahan yang berbeda dalam tata letak microlens sekaligus meningkatkan sensitivitas ISO dan sama sekali tidak menggunakan OLPF atau filter AA. Hal ini yang membedakan dengan D800E yang menggunakan OLPF canceled out. Dengan demikian diharapkan kamera terbarunya ini dapat meningkatkan detail yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan D800E meskipun ada batasan pada kondisi tertentu saja.

Adanya peningkatan senstivitas ISO 64 juga merupakan angin segar bagi para fotografer lanscape di tempat terbuka dan luas. Sensitivitas ISO 64 ini bekerja sangat baik dan berimbang untuk pengambilan gambar maupun perekaman video. Penggunaan ISO 64 dalam kamera ini maksudnya adalah untuk mengurangi digunakannya filter ND untuk kondisi-kondisi tertentu. Penggunaan ISO 64 sendiri dikatakan tidak akan mengurangirntang dinamis, kecuali pengguna dalam hal ini menginginkan penggunaan ISO yang lebih rendah dapat mendrop down hingga ISO 32 dengan efek samping kehilangan sejumlah rentang dinamis.

Nikon D810 juga dikatakan melakukan perubahan yang sangat signifikan yang bertujuan untuk meminimalisir pengurangan resolusi yang diakibatkan oleh getaran induksi saat melakukan penembakan dengan cara mengurangi beberapa kecepatan menembak. Electronik 1st-curtain shutter merupakan salah satu pilihan yang dimasukkan dalam perancangan D810. Hal lain tentang perubahan juga terjadi pada kamera ini adalah redesign pada mekanisme mirror. Meskipun dalam hal ini belum teruji efek redesign dari cermin tersebut, namun Nikon memastikan para penggemar macro dan lanscape akan tertarik dengan perubahan tersebut.

Untuk urusan pengolahan gambar D810 menyerahkannya pada mesin pengolah gambar EXPEED 4 yang merupakan versi terbaru dari Nikon ASIC. EXPEED 4 merupakan otak digital yang ada pada sebuah kamera DSLR yang mengatur kecepatan sebuah kamera dalam mengolah data yang masuk baik pengambilan gambar maupun video. EXPEED 4 diakui oleh Nikon memiliki kemampuan mengolah data dengan kecepatan 30% lebih cepat dan juga mampu meningkatkan 25% dalam frame rate maksimum dari 4fps menjadi 5fps pada resolusi penuh.
Harga Kamera DSLR Nikon D810 Review dan Spesifikasi

Sayangnya dalam hal perekaman video Nikon masih mengatakan bahwa pada kamera terbarunya ini masih belum saatnya mengadopsi teknologi video 4K seperti yang dilakukan oleh kompetitornya Sony. Namun dengan dukungan video resolusi Full HD 1080 pada 60fps hingga saat ini di rasa sudah cukup, apalagi di lengkapi dengan Flat picture Control, zebra stripes dan built-in perekam audio stereo sudah cukup mengobati para pengguna untuk membuat film yang menakjubkan.

Nah dari Review Kamera Nikon D810 di atas dapat disimpulkan bahwa kamera upgrade terbaru ini bisa menjadi rekomendasi untuk para calon pengguna yang ingin mengupgrade atau mengganti kamera lamanya. Hal tersebut di dasarkan pada beberapa perubahan dalam beberapa hal seperti desain ulang tata letak cermin, penambahan sensitivitas ISO dan beberapa penambahan lain dalam mode perekaman video yang meningkatkan performa kamera ini.

Harga untuk kamera ini dalam Rupiah belum bisa dipastikan hingga saat ini. Nikon D810 dirilis di Amerika Serikat pada akhir Juli 2014 dengan harga $3,296 atau sekitar 39 jutaan. Kita tunggu saja Nikon D810 masuk ke Indonesia untuk bisa anda miliki. Untuk melihat daftar harga kamera Nikon silahkan kunjungi Daftar Harga Kamera Nikon Terbaru.

Spesifikasi Nikon D810


Body type
Body type Mid-size SLR
Body material Magnesium alloy
Sensor
Max resolution 7360 x 4912
Other resolutions FX: 5520 x 3680, 3680 x 2456; 1.2: 6144 x 4080, 4608 x 3056, 3072 x 2040; 5:4: 6144 x 4912, 4608 x 3680, 3072 x 2456; DX: 4800 x 3200, 3600 x 2400, 2400 x 1600
Image ratio w:h 04:03,3
Effective pixels 36 megapixels
Sensor photo detectors 37 megapixels
Sensor size Full frame (35.9 x 24 mm)
Sensor size notes RAW (NEF) available at 12 or 14-bits, lossless compressed, compressed, uncompressed, large or small size.
Sensor type CMOS
Processor EXPEED 4
Color space sRGB, AdobeRGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 64-12800
White balance presets 12
Custom white balance Yes (6 slots)
Image stabilization No
Uncompressed format RAW + TIFF
JPEG quality levels Fine, normal, basic
File format JPEG (Exif 2.3, DCF 2.0)
RAW (NEF)
TIFF (RGB)
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point,  Tracking, Single, Continuous, Face Detection, Live View
Autofocus assist lamp Yes
Manual focus Yes
Number of focus points 51
Lens mount Nikon F
Focal length multiplier 1×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Fixed
Screen size 3.2″
Screen dots 1,229,000
Touch screen No
Screen type TFT-LCD (WRGB)
Live view Yes
Viewfinder type Optical (tunnel)
Viewfinder coverage 100%
Viewfinder magnification 0.7×
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/8000 sec
Exposure modes Program, Shutter priority, Aperture priority, Manual
Built-in flash Yes
Flash range 12.00 m (at ISO 100)
External flash Yes (via hot shoe, flash sync terminal, wireless)
Flash modes Front-curtain sync, slow sync, rear-curtain sync, redeye reduction, redeye reduction w/slow sync, slow rear-curtain sync
Flash X sync speed 1/250 sec
Drive modes Single-frame, Continuous low-speed [CL], Continuous high-speed [CH], Quiet Shutter Release, Quiet Continuous Release, Self-timer, Mirror-up
Continuous drive 5 fps
Self-timer Yes (2, 5, 10, 20 secs for up to 9 shots)
Metering modes Multi, Center-weighted, Highlight-weighted, Spot
Exposure compensation ±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV, 1 EV steps)
AE Bracketing ±5 (2, 3, 5, 7 frames at 1/3 EV, 2/3 EV, 1 EV steps)
WB Bracketing Yes (2-9 exposures in 1-3 increments)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60p, 50p, 30p, 25p, 24p), 1280 x 720 (60p, 50p)
Format MPEG-4, H.264
Videography notes Uncompressed output over HDMI with simultaneous writing to memory card
Microphone Stereo
Speaker Mono
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC, CompactFlash (UDMA compliant)
Connectivity
USB USB 3.0 (5 GBit/sec)
HDMI Yes (mini-HDMI)
Wireless Optional
Wireless notes via WT-5A or Eye-Fi
Remote control Yes
Physical
Environmentally sealed Yes
Battery Battery Pack
Battery description EN-EL15 lithium-ion battery & charger
Battery Life (CIPA) 1200
Weight (inc. batteries) 980 g (2.16 lb / 34.57 oz)
Dimensions 146 x 123 x 82 mm (5.75 x 4.84 x 3.23″)
Other features
GPS Optional
GPS notes via GP-1 or GP-1A
Diberdayakan oleh Blogger.

Item Promo dari :